Kesenian Ronggeng Pasaman Sumatera Barat

Ronggeng Pasaman (https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id)

Ronggeng Pasaman merupakan salah satu kesenian rakyat yang berkembang di Mandailing, Kecamatan Duo Koto Pasaman, Sumatera Barat. Kesenian Ronggeng Pasaman, dipentaskan dalam bentuk tradisi lisan yang dikolaborasikan dengan pantun rakyat serta diiringi oleh musik dan tarian. Fungsi dari kesenian ini adalah, sebagai sarana hiburan. Ronggeng Pasaman dipentaskan dalam acara adat seperti, pergantian kepala nagari. Sedangkan untuk acara hiburan. seperti, perkawinan, khitanan, turun mandi anak, dan acara pesta lainnya. Pertunjukan kesenian Ronggeng Pasaman biasanya dipentaskan di lapangan terbuka dan dilakukan pada malam hari, dengan perhitungan durasi ± 6 jam.

Sejarah

Ronggeng Pasaman (https://www.youtube.com)

Ronggeng Pasaman adalah genre sastra lisan yang spesifik dari Pasaman dan merupakan salah-satu sastra lisan Minangkabau.Rongeng Pasaman memiliki hubungan dengan Ronggeng yang ada di Jawa. Dulunya, Ronggeng dibawa dari Jawa oleh tentara Belanda untuk menghibur para pekerja di perkebunan karet. Kemudian lama-kelamaan, sudah menjadi milik dan ciri khas masyarakat Pasaman.

Rongeng Pasaman adalah tarian tradisional Minangkabau yang dibawakan oleh penari lelaki yang didandani seperti perempuan. Tarian ini diiringi oleh dendangan pantun yang dinyanyikan sambil menari. Sekurang-kurangnya pemain dalam sebuah pertunjukan Ronggeng adalah empat orang, satu orang sebagai ronggeng dan tiga orang sebagai penari laki-laki yang diiringi oleh lima orang pemusik.

Pementasan

Unsur yang medukung terlaksanaya pementasan Ronggeng Pasaman, terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, adalah pemantun atau biasa disebut ronggeng, yang terdiri dari satu orang. Pemantun adalah seorang laki-laki yang didandani seperti perempuan (travesti). Bagian kedua adalah, penampil laki-laki yang terdiri dari tiga orang atau lebih. Penampil laki-laki mempunyai tugas sebagai pendamping pemantun yang berasal dari penonton. Salah seorang penampil laki-laki tersebut berperan sebagai pembalas pantun dan yang lainnya menari mengikuti irama musik. Jika mereka tidak dapat membalas pantun, maka dapat bertanya kepada penonton lainnya. Penonton boleh membisikkan kepada mereka balasan pantun tersebut.

Bagian ketiga adalah, pemain musik yang terdiri dari lima orang. Alat musik yang digunakan ialah biola, gitar, rebana, dan tamborin. Adapun gambaran komposisi pemain dengan alat musiknya yaitu satu orang pemain biola, dua orang pemetik gitar, satu orang pemukul rebana, dan satu orang lagi pemukul tamborin. Pemain musik bertugas mengiringi pemantun dan penampil laki-laki yang bersahut-sahutan mendendangkan pantun-pantun yang dilagukan.

Kostum yang digunakan seorang pemantun terdiri dari kebaya dan kain sarung serta selendang yang dililitkan di badan atau dikerudungkan di kepala. Bagi penampil laki-laki dan pemain musik biasanya memakai pakaian biasa sehari-hari dan ada kalanya juga memakai selendang yang diselempangkan di badan. Namun pada masa sekarang ini penampil laki-laki dan pemain musik telah diberi kostum pentas seragam agar terlihat rapi.

Sumber: wikipedia

Kesenian Ronggeng Pasaman ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kemendikbud RI No. 201400093 tahun 2014.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.