Hutan Mangrove Mandrajaya Ciemas Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

Hutan Mangrove Mandrajaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Hutan Mangrove Mandrajaya terletak di Kampung Cikadal, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kawasan hutan bakau seluas lebih kurang sembilan hektar telah berhasil mereka selamatkan. Hutan Mangrove Mandrajaya terletak juga di kawasan Taman Nasional GeoPark Ciletuh, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Tahun 2011 kondisinya tidak seperti ini, hampir 60 persen rusak akibat ditebang masyarakat untuk dijadikan bahan pewarna jaring dan jangkar,” tutur Opik Taopik, Ketua Pokmasi Mandrajaya Nusantara mengawali ceritanya.

Pantai Batu Batik, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi (http://www.senengpiknik.com)

Kelompok Masyarakat Konservasi (Pokmasi) Mandrajaya Nusantara, merupakan salah satu kelompok masyarakat yang berupaya untuk menjaga hutan Bakau tersisa, terutama hutan Bakau yang berada di kawasan pesisir pantai di Kecamatan Ciemas. Pokmasi ini sejak tahun 2011 lalu telah mulai mengkonservasi hutan bakau yang berada di sejumlah titik, terutama yang berada di Desa Mandrajaya dan Desa Ciwaru, sedikitnya sebuah kawasan hutan bakau seluas lebih kurang sembilan hektar telah berhasil mereka selamatkan.

Peta Ekowisata Hutan Mangrove Madrajaya (*)

Mengkonservasi hutan Bakau bagi Opik dan kelompoknya adalah sebuah pengabdian, Opik sadar hutan bakau memiliki fungsi penting dalam kehidupan masyarakat serta keseimbangan alam pesisir, namun meski dengan tujuan mulia seperti ini tidak sedikit hambatan yang ia temui dalam menjalankan kegiatannya.

Opik menambahkan, apa yang ia lakukan bersama kelompoknya saat ini masih jauh dari berhasil, Opik memiliki target ingin mengembalikan hutan bakau yang berada di tempat lainnya, “Pantai Palangpang, Muara Ciwaru dan Sungai Ciwaru dulunya merupakan hutan Bakau yang sangat lebat, namun saat ini kondisinya bisa kita lihat sendiri, selain itu akibat hilangnya hutan Bakau kondisi daerah tersebut menjadi gersang dan panas.

Hutan Mangrove Rawa Ateul atau Alor Ciateul

Keberadaannya tak jauh dari Pantai Cikadal, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas. Tepatnya di sekitar daerah yang biasa disebut warga sebagai Rawa Ateul atau Alor Ciateul. Luasnya sekitar satu hektar.

Lokasi ini sudah dimanfaatkan Kelompok Masyarakat Konservasi (Pokmasi) Desa Mandrajaya. “Dulu lokasi ini tercemar, kalau berenang bisa gatal-gatal. Makanya disebut Alor Ciateul, sekarang sudah aman dan tidak tercemar,” kata Irpan Alamsyah, anggota Pokmasi Desa Mandrajaya.

Pemandangan hutan mangrove yang ditengah aliran laut pesisir, membuat pemandangan di tempat ini sangat menarik. Cocok dijadikan spot berswafoto.

Akesesbilitas

Petunjuk rute menuju Desa Mandrajaya, Sukabumi dari Bandung (*)

Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 2 kilometer dari Kantor Desa Mandrajaya. Akses jalannya bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun empat.

Flora

Mangrove yang terdapat di Ciletuh berdasarkan kelompoknya terdiri atas mangrove sejati (mayor), mangrove penunjang (minor), dan asosiasi mangrove. Kelompok mangrove sejati (mayor) mendominasi lokasi tersebut dengan jumlah jenis sebanyak 8 jenis dari 3 famili.

Tabel Jenis-jenis Mangrove di Hutan Mangrove Mandrajaya (*)

Fauna

Fauna pada hutan mangrove Mandrajaya, terdapat lima kelas fauna yang ditemukan dengan hasil identifikasi terdapat pada Tabel 9 dibawah.

Tabel Jenis Fauna yang diketemukan (*)

Informasi lebih lanjut hubungi

Kelompok Masyarakat Konservasi (Pokmasi) Mandrajaya Nusantara
Kampung Cikadal, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
FB: https://www.facebook.com/pokmasi/

Sumber:
(*) Kesesuaian dan Daya Dukung Ekowisata Mangrove Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat oleh Cholis Qodarriah, IPB 2017 dan berbagai sumber lainnya.

One thought on “Hutan Mangrove Mandrajaya Ciemas Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.