Hutan Mangrove Cibako Sancang Kabupaten Garut Jawa Barat

Hutan Mangrove Cibako (https://www.mongabay.co.id)

Hutan Mangrove Cibako berada di kawasan Cagar Alam Leuweung Sancang, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dimana secara administrasi kawasan ini merupakan bagian pengelolaan Badan Konservesai Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Jawa Barat. Di hutan mangrove ini terdapat sungai Cibako yang terhubung dengan Samudera Indonesia dan memiliki estuari, sehingga perairan tersebut sangat dipengaruhi oleh gerakan pasang surut Samudera Indonesia.

Kondisi Umum

Leuweung Sancang, sebuah kawasan yang terletak di selatan Garut ini menyimpan begitu banyak potensi keanekaragaman hayati. Tidak mengherankan jika karena kekhasan tumbuhan dan satwa liar yang berada di dalamnya, pada tahun 1978 Leuweung Sancang ditetapkan sebagai salah satu cagar alam di Jawa Barat dengan luas sekitar 2.157 ha. Perairan pantai di seputaran CA Leuweung Sancang seluas 1.150 ha ditunjuk sebagai cagar alam laut pada tahun 1990 karena memiliki terumbu karang dengan kondisi masih cukup baik. Kekayaan ekosistem hutan ini bermula dari ekosistem sungai-muara, hutan lamun, hutan dataran rendah atau hutan pantai, mangrove berpasir putih dan yang terakhir savana.

Tidak hanya pemandangannya saja yang eksotis, kawasan ini juga menyimpan potensi flora yang beraneka ragam. Dengan tipe vegetasi yang digolongkan ke dalam hutan dataran rendah, hutan mangrove, dan hutan pantai, di dalam kawasan ini terdapat beberapa jenis flora seperti palahlar (Dipterocarpus sp) yang merupakan satu-satunya jenis dari family Dipterocarpaceae yang masih asli dan tumbuh alami di Pulau Jawa; kaboa (Lumnitzera racemosa), yaitu tumbuhan yang khas di Sancang; serta warejit (Excoecoria ocha) yang mengandung racun dan berbahaya bagi manusia. Tentunya, flora yang paling dicari adalah Rafflesia patma, flora parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar.

Flora

Secara administrasi hutan mangrove Cibako merupakan bagian dari kawasan pesisir Samudera Indonesia, terletak di wilayah Sancang, Kabupaten Garut. Luas hutan mangrove Cibako kurang lebih 65,4 Ha yang ditumbuhi vegetasi mangrove Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Avicenia marina, Sonetaria alba, Aegiceras corniculatum, Ceriops tagal, Bruguirea gymnorhiza, dan Nypa fruticants. Daratan Sancang sangat dipengaruhi oleh angin laut.

Menanam mangrove merupakan cara memulihkan lingkungan di sekitar CA Leuweung Sancang (https://www.mongabay.co.id)

Fauna

Satwa langka khas Jawa, yaitu owa jawa (Hylobates moloch) masih dapat dijumpai di kawasan ini. Demikian pula dengan satwa dilindungi lainnya seperti macan tutul jawa (Panthera pardus), merak (Pavo muticus), rusa (Cervus timorensis), dan jenis satwa lainnya. Di samping itu, di bagian perairan dapat ditemukan beberapa fauna terumbu karang seperti Spongia sp., Leptosens sp., Favia sp., serta beberapa jenis ikan hias seperti Chaetodon sp. dan Labroides sp.

Informasi lebih lanjut hubungi

Bidang KSDA Wilayah III
Jl. R.A.A. Kusumasubrata No. 11, Ciamis 46213
Telp.: (6221) 265 – 772549
Fax. : (6221) 265 – 775054

One thought on “Hutan Mangrove Cibako Sancang Kabupaten Garut Jawa Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.