Cincin Peninggalan Abad IX di Bantul Yogyakarta

Cincin Stempel

Benda purbakala yang ditemukan di DI Yogyakarta cukup banyak jumlah dan macamnya, tersebar di berbagai wilayah. Sebagian besar di antaranya berasal dari zaman klasik atau Hindu-Budha pada awal abad IX dan X. Benda cagar budaya merupakan kekayaan budaya.

Cincin Bermata Batu Merah

Ditemukan di Dusun Brajan, Mertosanan, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul pada 23 Januari 1992.

Sebuah cincin dengan batu mulia berwarna merah. Batu mulia diikat di tengah band dengan bezel menutup di sekeliling batu. Bagian band masih dalam kondisi bulat dan rapi, sedangkan bagian bezel terdapat beberapa lekuk akibat pengerjaan yang kurang sempurna. Berat cincin ini pada masa Jawa Kuna ialah 1 kupang 3 saga ( konversi berat kupang ialah rata-rata 0,6 gram, konversi berat saga ialah rata-rata 0,1 gram).

Diperkirakan dibuat pada abad IX Masehi. Dibuat menggunakan teknik pembuatan solid (cetak dan patri).Ukuran : diameter luar tanpa batu merah 1,44 cm, diameter luar beserta batu merah 1,50 cm, diameter dalam 1,20 cm, tebal 0,65 cm, berat 0,98 gram. Ttingkat kemurnian emas 18 Karat (74,35 %). Dicatat sebagai koleksi BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 2 Januari 1995 dengan nomor inventaris koleksi BG. 1380.

Cincin

Ditemukan dari hasil penggalian di Situs Gampingan, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cincin dengan batu mulia tidak berwarna. Bagian tengah cincin dilengkapi dengan batu mulia (hilang) yang diikat dengan bezel. Pada bagian bahu cincin terdapat ornament berupa ruas-ruas yang lebih tebal dari band-nya, mata cincin hilang.

Dibuat dengan menggunakan teknik pembuatan solid (cetak dan gores). Ukurannya: diameter luar 1,71 cm, diameter dalam 1,47 cm, tebal atas 0,51 cm, tebal bawah 0,19 cm, berat 28,08 gram. Tingkat kemurnian emas 19 Karat (83,25 %). Dicatat sebagai koleksi BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 18 Februari 1997 dengan nomor inventaris koleksi BG. 1475.

Cincin Stempel

Ditemukan di Dusun Nogosari II, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 03 November 1996, merupakan hasil penyelamatan oleh Parjilah.

Cincin stempel dengan tulisan yang belum terbaca atau merupakan suatu lambang atau segel kerajaan. Bagian stempel berbentuk elips tebal dan menonjol. Bagian bahu memiliki aksen tebal dan menonjol. Bagian band tebal. Ukurannya: diameter luar 3,38 cm / 1,96 cm, diameter dalam 1,68 cm, tebal stempel 1 cm, berat 35,03 gram. Tingkat kemurnian emas 20 karat(85,65 %). Dicatat sebagai koleksi BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 7 Februari 1997 dengan nomor inventaris BG. 1489.

Cincin Stempel

Ditemukan di Dusun Nogosari II, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 3 November 1996, merupakan hasil penyelamatan oleh Parjilah.

Cincin dengan ornamen tebal di bagian tengah dan bahu cincin. Bagian ornamen tengah berbentuk kelopak bunga dengan goresan stiliran floral dan lekukan bulat di tengahnya. Bagian bahu beruas tebal dan cembung.

Diperkirakan dibuat pada abad IX Masehi. Dibuat dengan menggunakan teknik pembuatan solid (cetak dan gores). Ukurannya: diameter luar 2,03 cm / 1,95 cm, diameter dalam 1,65 cm, tebal stempel 0,75 cm, tinggi seluruh 2,25 cm, berat 37,02 gram. Tingkat kemurnian emas 20 Karat (83,41 %). Dicatat sebagai koleksi BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 7 Februari 1997 dengan nomor inventaris BG. 1490.

Cincin Stempel

Ditemukan di Dusun Brajan, Mertosanan, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 23 Januari 1992.

Cincin dengan ornamen tebal di bagian tengah dan bahu cincin. Bagian ornamen tengah berbentuk kelopak bunga dengan goresan stiliran floral dan lekukan bulat di tengahnya. Bagian bahu beruas tebal dan cembung. Cincin ini kemungkinan merupakan cincin jenis prasada dengan berat satu suwarna.

Cincin stempel ini memiliki dimensi ukuran: diameter luar beserta stempel 1,97 cm, diameter luar tanpa stempel 1,80 cm, diameter dalam 1,50 cm, tebal 0,76 cm, berat 38.38 gram, dan tingkat kemurnian emas 20 Karat (83,65 %). Dibuat dengan menggunakan teknik solid (cetak dan gores). Diperkirakan dibuat pada abad IX Masehi. Dicatat sebagai koleksi BPCB D.I. Yogyakarta pada 2 Januari 1995 dengan nomor inventaris koleksi BG. 1378.

Cincin Stempel

Ditemukan di Dusun Brajan, Mertosanan, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 23 Januari 1992.

Cincin berornamen tebal di bagian tengah dan bahu cincin. Bagian ornamen tengah berbentuk kelopak bunga dengan goresan stiliran floral dan lekukan bulat di tengahnya. Bagian bahu beruas tebal dan cembung.

Diperkirakan dibuat pada abad IX Masehi. Cincin ini dibuat dengan teknik pembuatan solid (cetak dan gores). Ukuran cincin: diameter luar beserta stempel 1,65 cm; diameter luar tanpa stempel 1,50 cm, diameter dalam 1,38 cm, tebal 0,65 cm, berat 28,08 gram, dan tingkat kemurnian emasnya19 karat (82,35 %).Dicatat sebagai koleksi BPCB D.I. Yogyakarta pada 2 Januari 1995 dengan nomor inventaris BG. 1379.

Cincin Bermata Merah

Ditemukan di Dusun Brajan, Mertosanan, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 23 Januari 1992.

Cincin berornamen ditengah bagian band. Bagian ornament lebih tebal daripada bagian band, dengan motif gores berupa kelopak bunga yang distilir. Bagian bahu cincin tebal dan beruas-ruas. Berat cincin ini pada masa Jawa Kuna ialah 1 kupang 3 saga.

Diperkirakan dibuat padaabad IX Masehi. Cincin ini dibuat dengan menggunakan teknik pembuatan solid (cetak dan gores). Ukuran cincin: diameter luar 1,25 cm, diameter dalam 1,09 cm, tebal 0,52 cm, berat 0,95 gram. Tingkat kemurnian emasnya 18 Karat (74,56 %). Dicatat sebagai koleksi BPCB D.I. Yogyakarta tanggal 2 Januari 1995 dengan nomor inventaris BG. 1381.

Sumber: Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.