Anting Peninggalan Abad IX di Yogyakarta

Benda purbakala yang ditemukan di DI Yogyakarta cukup banyak jumlah dan macamnya, tersebar di berbagai wilayah. Sebagian besar di antaranya berasal dari zaman klasik atau Hindu-Budha pada awal abad IX dan X. Benda cagar budaya merupakan kekayaan budaya.

Anting Perunggu Lapis Emas

Ditemukan di Dusun Gondang Ngawis, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunugkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ditemukan pada 21 Oktober 1995, merupakan hasil penyelamatan oleh Sumarno.

Sebuah anting dari perunggu dengan lapis emas. Berbentuk hoop dengan ujung kaitan lebar dan tebal dengan jarak kait yang rapat.

Diperkirakan dibuat pada abad IX Masehi. Dibuat dengan menggunakan teknik pembuatan solid (tempa). Dimensi ukurannya yaitudiameter luar 2,63 cm, diameter dalam 1,05 cm, tebal atas 1,51 cm, tebal bawah 0,56 cm, berat 28,62 gram. Tingkat kemurnian lapisan emas 18 Karat (75,31%). Dicatat sebagai koleksi BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 6 Maret 1996 dengan nomor inventaris BG. 1465.

Anting

Ditemukan di Dusun Nogosari II, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 3 November 1996, merupakan hasil penyelamatan oleh Parjilah.

Sebuah anting berbentuk hoop dengan bukaan kait lebar. Terdapat ornament berupa ruas-ruas pipih dan rapat.

Diperkirakan dibuat pada abad IX Masehi. Dibuat dengan menggunakan teknik pembuatan berupa teknik kawat (filigree). Ukuran anting BG. 1494 : panjang 2,32 cm, lebar 1,95 cm, diameter dalam 0,71 cm, tebal 1,06 cm, berat 9,75 gram, tingkat kemurnian emas : 19 Karat (81,75 %). Ukuran anting BG. 1495 : panjang 2,39 cm, lebar 2,04 cm, diameter dalam 0,71 cm, berat 9,66 gram. Tingkat kemurnian emas 19 Karat (81,75 %). Dicatat sebagai koleksi BPCB Yogyakarta tanggal 7 Februari 1997.

Anting

Ditemukan di Dusun Nogosari II, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 3 November 1996, merupakan hasil penyelamatan oleh Parjilah.

Anting-anting berbentuk mirip buah labu yang ditumpuk, merupakan sepasang anting hoop emas, di salah satu sisi terdapat lubang, di bagian tengah terdapat hiasan berbentuk bulat. Berbentuk gerigi-gerigi tebal dengan gradasi ketebalan yang berbeda, dengan aksen goresan stiliran floral dan titik-titik.

Diperkirakan dibuat pada abad IX Masehi. Dibuat dengan teknik pembuatan berupa teknik kawat (filigree). Ukuran Anting-anting BG. 1492: diameter luar atas 1,49 cm, dalam atas 0,48 cm, diameter luar bawah 1,79 cm, dalam bawah 0,46 cm, tinggi seluruh 1,49 cm, berat 15,97 gram. Tingkat kemurnian emas 18 Karat (76,98 %). Sedangkan untuk ukuran BG. 1493: diameter luar atas 1,49 cm, dalam atas 0,48 cm, diameter luar bawah 1,79 cm, dalam bawah 0,46 cm, tinggi seluruh 1,49 cm, berat 16,02 gram. Tingkat kemurnian emas 18 Karat (76,98 %). Dicatat sebagai koleksi BPCB Yogyakarta tanggal 7 Februari 1997.

Sumber: Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.