Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah

1

Taman Nasional Sebangau (TNS)

Taman Nasional Sebangau (TNS) terletak di kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya, provinsi Kalimantan Tengah, posisinya di antara Sungai Sebangau dan Sungai Katingan, mempunyai luas membentang sekitar 568.700 hektare, mengalami perubahan melalui SK Menteri Kehutanan Nomor : 529/Menhut-II/2012 dengan luas menjadi 542.141 hektare.

Kawasan ini merupakan hutan rawa gambut yang masih tersisa di Kalimantan Tengah setelah gagalnya proyek ‘Mega Rice Project’ yang dikenal dengan “Lahan Sejuta Hektar” pada tahun 1995.

Sejarah

Rawa Gambut di Taman Nasional Sebangau

Kawasan Sebangau ditunjuk sebagai Taman Nasional Sebangau pada tahun 2004 dengan tujuan utama untuk pelestarian flora dan fauna dengan harapan akan menunjukkan perbedaan antara kawasan eks HPH yang dikelola dengan yang tidak dikelola. Dalam rangka pembasahan gambut kembali dilakukan dengan teknik canal blocking dengan tujuan menaikkan muka air.

Setiap 200 meter dibuat bloking baru untuk menaikkan 0,25 meter permukaan air gambut. Pembangunan DAM di Sungai Bakung dan Sungai Bangah dilaksanakan pada 2006 – 2007 yang dilanjutkan dengan kajian dampak penabatan kanal terhadap pengurangan pelepasan Gas Rumah Kaca dari hutan rawa gambut yang terdegradasi. Pembangunan DAM di Sungai Rasau dilaksanakan pada tahun 2008-2009. Kanal dimanfaatkan oleh masyarakat baik untuk transportasi maupun mencari ikan. Kanal tidak dapat dilepaskan dengan masyarakat karena menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga dalam pembuatan kanal dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan masyarakat menentukan jenis dan kontruksi kanal. Pengaturan pemanfaatan masyarakat di Balai TN Sebangau untuk zona-zona yang diperbolehkan dan strategi yang sedang ditempuh dengan Balai TN Sebangau adalah meningkatkan jangkauan pembuatan kanal.

TN Sebangau ditetapkan sebagai lokasi percontohan REDD+ pada tahun 2012 yang diregistrasi di Kementerian Kehutanan (S.208/BTNS-1/Jasling/2012). Lokasi DA REDD+ Sebangau sekitar 40.239 Ha dengan periode proyek selama 30 tahun. PDD divalidasi dan tahun 2015 sudah validasi sebesar 40 ribu Ha. TN Sebangau sudah menyusun Project Documents untuk skema VCS dan CCBA dan sudah divalidasi tahun 2014.

Kementerian Kehutanan mengeluarkan Keputusan Menteri Kehutanan RI SK.831/Menhut-II/2013 tentang Persetujuan Penyelenggaraan Demonstration Activities Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (DA REDD+) pada Taman Nasional Sebangau.

Flora

Terdapat 809 jenis flora, yang termasuk dalam 128 suku, (16 jenis diantaranya belum dapat teridentifikasi), dengan suku yang merajai  yaitu suku Rubiaceae, Myrtaceae, Euphorbiaceae, Moraceae, Fabaceae, Cluasiacea, Cypera-ceae, Annonaceae dan Lauraceae.

Fauna

Beragam Fauna di Taman Nasional Sebangau

Dalam kawasan Sebangau dapat dijumpai 35 jenis mamalia dan 13 diantaranya telah diidentifikasikan sebagai satwa dengan kategori mendekati kepunahan antara lain : Owa (Hylobates agilis), Orang utan (Pongo pygmaeus), Beruk (Macaca nemestrina), Kelasi (Presbytis rubicunda), Beruang madu (Helarctos malayanus), Macan dahan (Neofelis nebulosa), Kucing hutan (Felis bengalensis),  Kucing batu (Felis marmorata), Kucing kepala pipih (Felis planiceps), Binturong (Arctitis binturong), Musang pohon (Arctogalidia trivirgata), Bajing (Exilisciurus axilis) dan  Tupai (Tupaia picta). Habitat orangutan terbesar 900 individu dan Owa-owa (Hylobates agilis albibarbis) Terbesar.

Burung

Elang Bondol

Di dalam kawasan TNS ditemukan beberapa jenis burung antara lain pecuk ular (Anhinga melanogaster), cangak laut (Ardea sumatrana), cangak merah (A. purpurea), elang hitam (Ictinaetus malayensis), pergam (Ducula bicolor), enggang berjambul putih (Aceros comatus), enggang gunung (A. undulatus), enggang gading (Buceros vigil), bangau hutan rawa (Ciconia stormi), julang (Aceros corrugatos), enggang badak (Buceros rhinoceros), bangau tongtong (Leptoptilus javanicus), layang-layang api (Hirundo rustica) dan layang-layang bulu (H. tahitica). Diantara jenis-jenis burung diketahui pula ada satu jenis yang telah diklasifikasikan sebagai jenis yang hampir punah, yaitu baliang (horn bill).

Ikan

Beberapa jenis ikan yang dapat dijumpai juga di dalam kawasan antara lain adalah gabus (Channa striata), lele (Clarias sp.), bapuyu (Anabas testudineus), kakapar (Belontia hesselti), sambaling (Betta sp.).

Beberapa Lokasi atau Objek yang menarik untuk dikunjungi :

  1. Sungai Koran. Jarak tempuh jika dari Pelabuhan Kereng Bengkirai, Palangka Raya mencapai 30 menit. Keunggulan di tempat ini, wisatawan bisa melakukan traccking di hutan, melihat orangutan dan kadang juga bertemu dengan beruk. Tidak hanya itu, juga ada ular sanca maupun viper borneo dan lain-lain.
  2. Resort Mangkok, yang berada di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, pendidikan rehabilitasi gambut.
  3. Punggualas yang terletak di Kecamatan Baun Bango, Kabupaten Katingan, mengamati orangutan, owak-owan, kantan dan ular.

Musim kunjungan terbaik: bulan Maret s/d Oktober setiap tahunnya

Cara pencapaian lokasi :

Atau

Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya melayani penerbangan dari dan ke Jakarta dan Surabaya. Setelah Anda mencapai Palangkaraya, Anda dapat menggunakan transportasi darat atau mobil sewaan yang memakan waktu sekitar 20 menit ke Desa Kareng Bangkirai (pintu masuk ke Taman Nasional Sebangau), atau Anda dapat mengambil pintu masuk sungai Katingan, yang merupakan 90 menit berkendara dari bandara. Perlu diingat bahwa angkutan umum mungkin tidak sebanyak yang ditemukan. Jadi, pastikan Anda telah membuat pengaturan perjalanan Anda sebelum kedatangan.

Informasi lebih lanjut

Balai Taman Nasional Sebangau
Jl. Mahir Mahar Km. 1,2 Kotak Pos 65, Palangkaraya 73113, Kalimantan Tengah
Telp : 0536-3327093 – 3359595
Fax : 0536-3245877

One thought on “Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Alhamdulillah! Indonesia Peringkat 1 Dunia untuk Wisata Halal

Sat Apr 13 , 2019
Menpar Arief Yahya Indonesia telah menjadi yang terbaik dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. Dari 130 negara di dunia, Indonesia menduduki peringkat pertama. Kepastian Indonesia menjadi peringkat 1 GMTI 2019 diumumkan di Pullman Hotel, Jakarta, oleh CEO Crescent Rating Fazaal Bahardeen.Top GMTI 2019 sendiri didominasi negara-negara Asia. Beberapa negara […]