Desa Wisata Marajai Balangan Kalimantan Selatan

(https://www.dimensitiga.com)

Desa Wisata Marajai terletak di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, berada di kawasan pegunungan meratus. Kawasan pegunungan Meratus yang membentang di sembilan kabupaten di wilayah Kalimantan Selatan memiliki keanekaragaman hayati melimpah.

Desa Wisata Marajai

Desa Wisata Marajai, Kecamatan Halong, berpenduduk 197 KK dengan jumlah penduduk 578 jiwa. Desa Wisata Marajai memiliki hutan, riam berair deras, gunung, sungai air jernih, budaya masyarakat Dayak, serta ada kebun buah-buahan khas Kalimantan.

Potensi Beragam Buah-Buahan

Beragam durian di Desa Wisata Marajai (http://www.instazu.com)

Apalagi durian di Marajai aneka spesies, ada durian berkulit merah yang disebut lahung (Durio Dulcis) ada durian kuning yang disebut mantaula (Durio kutejensis), ada durian berkulit warna hijau tua, berduri lancip panjang yang disebut mahrawin (Durio oxleyanus), dan aneka jenis durian lainnya.

Ada pula sembilan jenis tarap-tarapan, seperti kulidang (Artocarpus lanceifolius), puyian (Artocarpus rigidus) dan lainnya. Kemudian juga ada buah Kapul (Baccaurea macrocarpa), Kalangkala (Litsea garciae), Gitaan atau Tampirik (Willughbeia angustifolia) dan Kumbayau ( Dacroydes rostrata).

Sebagian koleksi dari keluarga Artocarpus (https://www.pictame.com)

Buah lainnya yang teridentifikasi di desa bagian dari Pegunungan Meratus tersebut adalah Silulung (Baccaurea angulata), Maritam (Nephelium ramboutan-ake), Bumbunau (Aglaia laxiflora), Babuku (Dimocarpus longan subspecies malesianus), Luying atau Luing (Scutinanthe brunnea).

Semua yang terindentifikasi tersebut bisa dikatakan sudah langka dan sulit ditemui di daerah lain, padahal Kalimantan Selatan ini termasuk penghasil buah-buahan dengan sekitar 40 spesies rambutan, 30 spesies durian, dan puluhan pula spesies mangga-manggaan dan lainnya.

Sentra Pengembangan Buah Langka

M. Hanif Wicaksono (http://www.twipu.com)

Hanif Wicaksono selaku penggiat dan pengembang buah langka berkomitmen akan terus menjaga dan mempertahankan agar sentra perkebunan buah langka selalu abadi. Dengan diadakannya festival buah langka di Desa Marajai diharapkan dapat mengenalkan kepada khalayak ramai jenis-jenis buah langka yang masih jarang diketahui.

Sebelumnya, Hanif pemuda asal Gambah Luar Muka, Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) berhasil meraih anugerah Semangat Astra Terpadu Untuk (Satu) Indonesia Award (SIA) 2018. Lewat ketekunannya membudayakan tanaman buah langka khas Kalimantan, ia berhasil meraih penghargaan untuk kategori lingkungan.

Perjuangan Hanif berawal dari mendirikan Kelompok Usaha Tunas Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan kegiatan utamanya konservasi tanaman buah asli Kalimantan. Program Tunas Meratus  mengumpulkan, mendokumentasikan, membibitkan, dan membudidayakan tanaman buah Kalimantan serta mengedukasi masyarakat akan pentingnya pelestarian sumberdaya plasma nutfah Kalimantan.

 

Follow me!

One thought on “Desa Wisata Marajai Balangan Kalimantan Selatan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.