Permainan Tradisional Bintang Beralih

Permainan tradsional bintang beralih (https://www.anakbawangsolo.org)

Permainan tradsional bintang beralih merupakan permainan anak-anak yang dapat dimainkanoleh golongan masyarakat mana pun juga. Selain bersifat menghibur, permainan ini pun mengandung unsur pendidikan, karena menuntut ketelitian, kecekatan,keterampilan dan kejelian mata untuk memenangkan permainan ini. Di samping itu, permainan ini pun dapat mengajarkan kehati-hatian, kecepatan dan kerapihan.

Jumlah peserta atau pelaku dalam permainan ini paling sedikit 3 orang anak, dan paling banyak tidak terbatas. Namun jumlahnya tidak boleh genap, tapi harus ganjil. Usia para peserta atau pelaku paling sedikit 6 tahun dan paling tua biasanya berumur 15 tahun. Permainan ini dapat dimainkan oleh kedua jenis kelamin, namun bisa juga dimainkansesama anak perempuan ataupun sesama anak lelaki, jadi tidak mengenal perbedaan jenis kelamin.

Permainan ini tidak memerlukan peralatan khusus, kecuali tempat bermain yang agakluas. Permainan ini juga tidak perlu diiringi musik maupun alat lainnya. Biasanya permainan ini diramaikan oleh bunyi sorak dan hitungan dari anak-anak yang main,maupun sorak dan tawa anak-anak yang menonton.

Jalannya Permainan

a. Persiapan

Setelah menentukan lapangan tempat bermain, pertama-tama anak-anak dimintauntuk membuat lingkaran di tanah dengan kapur sebanyak anak yang maindikurangi satu lingkaran. Misalnya anak yang main sebanyak 7 orang, makalingkaran yang dibuat sebanyak 6 lingkaran. Lingkaran ini dibuat dengan jarakyang sama antara satu dengan yang lainnya. Lingkaran yang dibuat diusahakanagak berbentuk bintang. Kemudian dibuat garis batas dari lingkaran kurang lebih bergaris tengah 10 m.

b. Aturan Permainan

Si “Jadi” berada di tengah-tengah para pemain lainnya, menanti kesempatan untuk menduduki atau merebut lingkaran yang ada

Mula-mula para pemain berdiri di garis batas menunggu komando atau aba-aba permainan dimulai. Ketika aba aba mulai diperdengarkan, para pemain segera berlomba masuk kedalam lingkaran yang telah ditentukan secepat-cepatnya. Yang tidak kebagian jatah lingkaran disebut “jadi”.

Jadi” kemudian diminta memberi komando, bahwa bintang harus beralih. Serentak anak-anak yang dalam lingkaran harus berpindah ke lingkaran yang berbeda. Pada saat yang sama, “Jadi” harus berusaha merebut salah satu lingkaran yang sedang ditinggalkan. Bila setelah 15 kali peralihan si “jadi” belum mampu merebut sekalipun lingkaran, maka ia akan dinyatakan kalah.

Tetapi bila si “jadi” berhasil merebut lingkaran, maka yang tempatnya direbut harus menggantikan dirinya menjadi “jadi”.

Yang kalah diarak (digiring) sampai garis batas dan didorong oleh salah satu temannya. Kemudian kembali mereka membalik badan untuk mengambil tempat lingkaran kembali.

b. Tahap-tahap Permainan

Setelah ditentukan siapa-siapa yang akan bermain, maka anak-anak yang akan bermain berdiri pada garis batas yang telah ditentukan. Kemudian dipilihlah seorang kepala regu, baik oleh yang main maupun oleh penonton.Setelah kepala regu memberi aba-aba dengan hitungan 1, 2 sampai 3, mulailah anak-anak berlari dari garis batas untuk memasuki lingkaran yang telah ditentukan.

Enam (6) orang anak pasti akan dapat masuk lingkaran, dan pasti menyisakan satu orang anak yang tidak mendapat tempat (yang berada di luar lingkaran). dialah yang disebut “jadi”. Kemudian apabila dari ke 6 orang yang telah masuk lingkaran tersebut membuatregu menjadi 3 kelompok, misalnya A berpegangan tangan dengan B, C dengan D, dan E dengan F; sedangkan G yang menjadi “jadi”.

G (Jadi) selalu mengintai untuk menerobos salah satu lingkaran

Sambil berpegangan tangan A dan B serta C dan D kemudian E dengan F bergantian masuk lingkaran, begitu seterusnya saling berpindah tempat

Sedangkan G (Jadi) selalu mengintai untuk menerobos salah satu lingkaran baik lingkaran A, B, C, D, E dan F, bila G dapat memasuki lingkaran D, misalnya waktu berpindah tempat D kalah cepat pindah ke tempat C hingga lingkaran tersebut dapat direbut G, maka D yang menjadi’ ‘jadi”, begitu seterusnya sampai masing-masing berpindah tempat sebanyak 15 kali, bila G tetap tidak dapat merebut lingkaran maka G menjadi yang kalah.

Kemudian G diarak (digiring) ramai-ramai sampai batas garis sambil riuh bunyi sorak anak-anak baik yang main maupun sebagai penonton. Tepat pada garis batas G didorong salah satu pemain sambil bersama-sama membalik kembali merebut lingkaran. Begitulah main Bintang Beralih ini, sampai anak-anak merasa lelah dan berhenti sendiri.

G diarak (digiring) ramai-ramai sampai batas garis

Dalam permainan ini tidak ada taruhan apa-apa, bagi yang kalah mendapat hukuman dengan diarak (digiring) beramai-ramai sampai garis batas, kemudian didorong keluar garis batas. Maksudnya adalah anak yang kalah menjadi buangan. Dengan demikian setiap anak berusaha untuk memenangkan permainan, karena bila anak tersebut tidak pernah menjadi “jadi” maka ini menunjukkan bahwa anak ini mempunyai keterampilan, kecepatan serta ketelitian yang patut dibanggakan. Sudah tentu anak ini mempunyai rasa bangga sesuai dengan nurani anak, dan anak ini akandisebut terbaik oleh teman-teman sebayanya.

Sumber: Sumber: E-book Modul 4 Permainan Tradisional 1 oleh Arief Rizki Cahyadi, www.academia.edu

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.