Mengenal Bahasa Sumbawa NTB

Bahasa Sumbawa (https://twitter.com)

Suku Sumbawa atau Tau Samawa, adalah suku yang terdapat di bagian barat pulau Sumbawa di provinsi Nusa Tenggara Barat Indonesia. Populasi suku Sumbawa adalah sebesar 500.000 orang.

Suku Sumbawa tersebar di dua kabupaten, yaitu kabupaten Sumbawa dan kabupaten Sumbawa Barat yang meliputi kecamatan Empang di ujung timur hingga kecamatan Taliwang dan Sekongkang yang berada di ujung barat dan selatan pulau, termasuk 38 pulau kecil di sekitarnya.

Dialek

Bahasa Sumbawa terdiri atas empat dialek, yaitu sebagai berikut, yaitu:

Dialek Sumbawa Besar terbentang dari barat ke timur (Kabupaten Sumbawa Besar), mulai dari Desa Seran hingga Desa Banda, kecuali di Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk dan Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang. Penutur dialek tersebut merupakan penutur mayoritas jika dibandingkan dengan ketiga dialek yang lain. Dialek Sumbawa Besar merupakan dialek standar. Selain digunakan di pusat kekuasaan (ibu kota kabupaten), sebelum Kabupaten Sumbawa Barat dibentuk, dialek Sumba Besar digunakan juga dalam media massa, baik cetak maupun elektronik serta dalam dunia kesenian dan kesastraan, seperti cerita rakyat dan musik tradisional.

Dialek Taliwang dituturkan di Desa Banjar, Mura, Seminar Salit, Meraran, Air Suning, dan Mantar.

Bahasa Sumbawa (https://apkpure.com)

Dialek Jereweh dituturkan di Kecamatan Jereweh, desa Beru, Belo, Goa, Sekonkang Bo, Sekonkang Baq dan Desa Labuhan Lalar masuk kecamatan Taliwang.

Dialek Tongo dituturkan di lima daerah pengamatan, yaitu di Dusun Karang Nangka Lanung (Singa), Desa Benete, Desa Tatar, Desa Tongo, Desa Emang Lestari, dan Desa Lebangkar. Persentase perbedaan antar empat dialek tersebut berkisar antara 65%—80%.

Contoh dialek 

Selanjutnya, dialek Taliwang memiliki tiga subdialek yaitu subdialek Salit (SDSt) yang memiliki daerah pakai desa-desa: Salit, Kuang, Sampir, Manala, Dalam, Mura, Sapugara, Lampok, Kalimantong, Desa Beru, Seloto, dan desa lain yang berada pada wilayah kecamatan Taliwang yang tidak termasuk dalamdaerah pakai subdialek DT lainnya; Subdialek Meraran (SDMr) yang memiliki daerah pakai desa Meraran dan Airsuning; dan subdialek Mantar (SDMTr) yang memiliki daerah pakai desa Mantar. Ciri-ciri linguistik yang menandai dan membedakan ketiga subdialek tersebut satu sama lain adalah adanya korespondensi antara:

Sumber: prof-mahsun

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.