Mengenal Bahasa Komodo NTT

Penyebaran penduduk di Taman Nasional Komodo (https://sunspiritforjusticeandpeace.org)

Bahasa Komodo, walaupun memiliki jumlah pendukung yang kecil, perlu dipelajari, dibina dan dilestarikan seperti bahasa-bahasa daerah lain di Nusantara. Bahasa Komodo, sebagaimana layaknya bahasa yang masih hidup, menduduki fungsi yang penting bagi masyarakat Komodo.

Bahasa Komodo dituturkan di Desa Komodo, Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT. Bahasa Komodo juga dituturkan di Pulau Rinca dan Desa Warloka. Di Desa Komodo juga dituturkan bahasa Bima dan bahasa Bugis. Dengan demikian, di desa Komodo hidup tiga bahasa daerah, yaitu bahasa Komodo, bahasa Bima, dan bahasa Bugis.

Menurut pengakuan penduduk, di sebelah timur Desa Komodo ialah Pulau Papagarang dan Pulau Mesa. Bahasa yang digunakan di kedua pulau itu ialah bahasa Bajo. Sementara itu, di sebelah barat Desa Komodo terletak Desa Sape yang menggunakan bahasa Bima. Berdasarkan penghitungan dialektometri, bahasa Komodo merupakan bahasa sendiri jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa di sekitarnya dengan persentase perbedaan di atas 81%, misalnya dengan bahasa Manggarai dan Bajo.

Fonem Vokal

Dalam bahasa Komodo terdapat enam fonem vokal sebagai berikut:

Vokal depan : lu, /e/, /a/
Vokal tengah : te/ (e pepet )
Vokal belakang : /u/, /o/

Konsonan

Dalam bahasa Komodo terdapat delapan belas konsonan, yang jenis dan peninciannya sebagai berikut:

(https://www.kompasiana.com)

Preposisi

Di sini hanya akan dibicarakan preposisi yang sermg dipakai dalam percakapan sehari-hari. Yang menarik perhatian ialah bahwa pengertian arah yang berbeda-beda, seperti di, dari dan ke tidak merupakan pengertian yang distingtil dalam bahasa Komodo. Dengan kata lain, pengertian itu tidak dinyatakan dengan kata-kata tersendiri. Kenyataannya, pengertian arah itu akan tercakup oleh makna umum dari preposisi tertentu, tergantung pada jenis tempat yang dimaksudkan.

Ada tiga preposisi penting yang memiliki arti umum. Preposisi itu adalah:
(1) rété dengan makna umum ‘atas’
(2) wawa dengan makna umum ‘bawah’
(3) lalé dengan makia umum ‘bukan atas dan bukan bawah’ atau dengan sederhana bermakna ‘di/pada/dalam’.

Jadi, rété mencakup arti ‘di, ke, dan dari tempat yang dianggap tinggi’, dan wawa mencakup arti ‘di, ke, dan dari tempat yang dianggap rendah’. Lale mencakup arti ‘di, ke, dan dari tempat yang netral terhadap tinggi dan rendah’.

Berikut ini contoh-contoh pemakaiannya.

Sumber: E-book Struktur bahasa Komodo oleh Margono, dkk, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987.

One thought on “Mengenal Bahasa Komodo NTT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.