Masjid Raya Al Arief Jagal Senen Jakarta Pusat

Masjid Raya Al-Arif Jagal

Masjid Raya Al-Arif Jagal Senen terletak di Jl. Stasiun Senen, RW.3, Senen, Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410, dari Stasiun Senen, berjalan sekitar 150 meter ke lokasi masjid.

Sejarah

Masjid Raya Al-Arif Jagal

Masjid ini didirikan oleh seorang pedagang dari Bugis, Upu Daeng H Arifuddin bersama dengan masyarakat setempat sekitar tahun 1695. Selain untuk syiar Islam, juga sebagai tempat beribadah para pedagang, masyarakat dan perantau. Dengan dana seadanya ditambah sumbangan para jamaah, masjid itu akhirnya berdiri dengan nama Masjid Jami’ Kampung Jagal, dimana daerah tersebut ditengah-tengah perkampungan para tukang jagal hewan ternak di Pasar Senen, kemudian di tahun 1969 namanya diganti dengan nama Masjid Raya Al-Arif Jagal Senen.

Upu Daeng Arifuddin, dikenal sebagai keturunan Raja Goa dan juga pejuang yang disegani saat melawan kolonial Belanda. Arifuddin wafat pada tahun 1745. Makamnya terletak di bagian barat masjid. Ada pula makam empat sahabat Arifuddin.

Keterangan Angka Tahun 1600 M di Atas Pintu Masjid Raya Al Arif

Arsitektur

Bentuk atap tajuk tumpang dua adalah cerminan bentuk arsitektur tradisional Jawa. Sementara atap kubah bentuk bawang merupakan cerminan bentuk arsitektur Timur- Tengah (Arab).

Pada bentuk bangunan Masjid Al Arif telah terjadi akulturasi arsitektur, yakni percampuran bentuk-bentuk arsitektur: Jawa, Kolonial Belanda, dan Timur Tengah (Arab). Di antara ketiga bentuk arsitektur tersebut yang mendominasi adalah bentuk arsitektur tradisional Jawa yang direpresentasikan melalui bentuk atap tumpang dua dan konstruksi saka guru nya. Sehingga dapat dikatakan bahwa proses akulturasi arsitektur yang terjadi adalah adaptasi, karena di sana terjadi dominasi bentuk arsitektur lokal (bentuk arsitektur tradisional Jawa) terhadap bentuk arsitektur non local (bentuk arsitektur Kolonial Belanda dan Timur Tengah).

Bangunan

Masjid Raya Al Arif Jagal Senen berdenah segi empat dengan ukuran cukup luas sekitar 550 m2 dengan atap limas bersusun. Berdiri di atas lahan wakaf dari Daeng Arfiuddin seluas sekitar 2,850 m2 telah memiliki sertifikat hak milik yang dialamatkan kepada ahli waris.

Ruang Utama

Ruang Utama merupakan ruang berdenah bujur sangkar berukuran kurang lebih 8m x 8m. Ruangan ini dikelilingi dinding tembok pada keempat sisinya, yang dicat warna putih. Pada dinding sisi selatan, utara, dan timur terdapat lubang masuk yang bagian atas berbentuk lengkung setengah lingkaran. Pada dinding pembatas sisi timur terdapat lima lubang, sisi selatan dan utara terdapat masing-masing empat lubang.

Di bagian tengah ruangan terdapat empat tiang beton berbentuk bulat diameter sekitar 25 cm,yang dicat warna keemasan. Namun tiang pada bagian bawah berbentuk segi empat berukuran 40cm x 40 cm (mirip umpak) setinggi 1 meter yang dilapis keramik warna putih. Empat tiang beton ini bertindak sebagai saka guru yang menopang konstruksi atap tajuk tumpang dua.

Mihrab dan Mibar

Mihrab dan Mimbar

Pada dinding sisi barat terdapat mihrab dan mimbar yang berupa dinding menjorok keluar. Pada bagian atasnya berbentuk lengkung, mendekati bentuk lengkungan kubah bawang, yang dicat warna keemasan. Dinding sisi barat bagian dalam dilapis keramik warna hijau.

Serambi

Serambi Timur Masjid Al Arif. Sepertiga luas Serambi Timur (sekitar 18m x 2,5 m) untuk Jama’ah Pria. Pembatas Kain memisahkan Jama’ah kaum Wanita dan Pria

Di sebelah selatan, utara, dan timur ruang utama terdapat serambi yang cukup luas. Serambi selatan dan utara berukuran masing-masing sekitar 8m x 5m. Serambi timur berukuran sekitar 18m x 7,5m. Dua per tiga dari luas serambi timur ini difungsikan untuk ruang shalat jama’ah kaum wanita (sekitar 18m x 5m), dengan hanya dibatasi oleh kain.

Tempat Wudhlu

Di sebelah selatan masjid terdapat tempat toilet dan tempat wudlu. Tempat laki-laki terpisah dengan tempat wanita. Di antara keduanya terdapat tempat kamar mandi umum.

Sumber: E-book Akulturasi Arsitektur Masjid-Masjid Tua di Jakarta oleh Ashadi, Arsitektur UMJ Press, Penerbit Arsitektur UMJ Press 2018.

One thought on “Masjid Raya Al Arief Jagal Senen Jakarta Pusat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.