Kain Tenun Lamongan Jawa Timur

Kain tenun Lamongan

Pusat pengrajin tenun Lamongan terletak di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan merupakan salah satu desa terdapat sedikitnya 30 orang pengrajin tenun ikat masih menekuni tradisi menenun secara turun-temurun hingga kini.

Di desa ini, diketemukan Butik Paradila, selain menyediakan kain dan pakaian jadi seperti baju dan sarung, serta perlengkapan perabot hasil kerajinan tenun ikat, juga produsen kain tenun ikat serta produknya sudah sampai ke pasar Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Irak, dan Mesir.

Sejarah

Sedang menenun

Keahlian warga Desa Parengan dan sekitarnya dalam memenun ikat pertama kali didapat pada masa kependudukan Belanda, tahun 1924. Saat itu seorang warga Desa Babat (saat ini Kecamatan Babat) bernama Sumowiharjo membuka sebuah yayasan bernama Purwokriyo yang memberikan pelajaran menenun ikat secara cuma-cuma.

Mendengar kabar itu, banyak warga Parengan dan sekitarnya berbondong-bondong belajar ke yayasan tersebut. Selain lihai dalam menenun, Sumowiharjo juga handal dalam membuat ATBM, yang tidak banyak orang memiliki keahlian serupa. Maka jangan heran di masa Belanda, ATBM yang tersebar di Kabupaten Lamongan umumnya buatan Sumowiharjo.

Amat disayangkan, meski berasal dari Babat, kini warga kecamatan yang terkenal dengan sebutan Kota Wingko Babat ini hampir tidak ada yang berkecimpung di industri tenun ikat. Nama Sumowiharjo sendiri hanya diabadikan sebagai nama sebuah jalan, yang mungkin tidak banyak orang tahu sumbangsihnya di masa lalu.

Kain tenun Lamongan

Bahan

Bahan utama tenun ini berupa benang masih impor dari Cina dan India. Jenis-jenis benang yang dipakai yakni jenis stafel fiber, mercerized, dan sutera.

Pewarna

Zat pewarna, juga merupakan barang impor, menggunakan zat kimia. Ini tentu berbeda dengan kain-kain tenun ikat dari daerah Toraja atau Sintang yang menonjolkan kealamian bahan baku.

Alat Penenun

Alat penenunnya masih berupa Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Selain untuk tetap menjaga tradisi, pemakaian ATBM juga untuk menjaga kualitas kain tenun ikat buatannya. Dengan ATBM, perajin lebih memerlukan keahlian khusus ketimbang dengan alat tenun yang digerakkan oleh mesin (ATM). Untuk satu helai kain, para perajin di Butik Paradila bisa menyelesaikannya dalam waktu 1 sampai 2 hari.

Butik Paradila
Desa Parengan, Kecamatan Maduran
Depan SMA Muhammadiyah 3 Parengan
Telp. (0322) 392506

Perwakilan:

Jakarta: Muhammad Hilal
Jalan H. Abdulgani No. 468. Kp Utara, Ciputat, Jakarta Selatan
(021) 74713821
Jalan Cempaka Putih Putih Raya A-17 Jakarta Pusat
(021) 4244123

Bandung: M. Layen Junaedi
Cigondewan Hilir Margaasri
(022) 5422158

Surabaya: Gedung Promosi P3ED
Jalan Kedungdoro 86-90
(021) 5343807

Samarinda: Ismail
Perum Pondok Karya Lestari Blok D 532
RT 14 Sugai Kapih Samarinda Ilir
(0541) 240144

Sumber: lamonganoke

One thought on “Kain Tenun Lamongan Jawa Timur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.