Putri Cermin Cina Jambi

Gasing membawa petaka (http://www.ceritadongenganak.com)

Dahulu di daerah Jambi ada sebuah negeri yang diperintah oleh seorang Raja yang bernama Sutan Mambang Matahari. Sutan mempunyai seorang anak laki-laki bernama Tuan Muda Selat dan seorang anak perempuan bernama Putri cermin Cina. tuan Muda Selat adalah seorang pemuda yang berwajah tampan tapi sifatnya sedikit ceroboh. Sedangkan Putri Cermin Cina adakah seorang putrid yang cantik jelita, baik hati, dan lemah lembut.

Putri Cermin Cina yang sudah beranjak dewasa tidak sengaja jatuh hati pada tamu ayahnya, Tuan Muda Senaning. Suatu hari, Tuan Muda Senaning berkunjung dalam urusan niaga dan disambut jamuan makan di rumah Raja. Mereka saling jatuh hati pada pandangan pertama. Tidak lama, Tuan Muda Senaning menyampaikan niatnya untuk melamar Putri. Raja menyetujui niat baik Tuan Muda Senaning. Rencana pernikahan segera disepakati, tetapi Raja menundanya dalam waktu tiga bulan. Raja akan pergi berlayar, berniaga ke negeri orang. Tentu saja, untuk persiapan segala kebutuhan pesta putrinya nanti.

Raja berangkat dengan memberi amanat kepada Tuan Muda Selat, untuk menjaga Putri sampai ia kembali. Tuan Muda Selat menerima amanat itu. Setelah Raja berangkat, Tuan Muda Selat dan Tuan Muda Senaning menjalin keakraban dengan bermain gasing. Mereka asyik bermain dan bergembira, membuat Putri penasaran ingin melihat. Putri berdiri melihat keluar jendela. Betapa senang hatinya hubungan kakak dan calon suaminya terjalin mesra.

Kehadiran Putri membuat kedua tuan muda menunjukkan aksinya. Gasing dilepaskan dan saling berbenturan sampai terpelanting tinggi dan sangat kencang. Tak diduga, gasing Tuan Muda Selat berputar di atas kening Putri, mengiris tajam sampai darah bercucuran. Putri menjerit-jerit kesakitan. Betapa tersentak kedua Tuan Muda dan semua orang di istana. Suasana panik begitu terasa dan ketegangan semakin menjadi, Putri tak dapat diselamatkan. Ia mengembuskan napas terakhirnya.

Putri Cermin Cina terkena gasing

Rasa sedih dan bersalah mengiris hati Tuan Muda Senaning. Kepergian Putri membuatnya kehilangan kendali diri. Rasa putus asa sangat membabi buta. Dua tombak bersilang di dinding dicabutnya dan ditancapkan di tanah. Ia melompat cepat ke arah tombak dan mata tombak pun menembus perutnya, seketika ia pun menggelepar dan mengembuskan napas terakhirnya, menyusul calon istrinya.

Kejadian tragis yang sangat cepat membuat kegalauan tak terhingga Tuan Muda Selat. Apa yang hendak dikatakan kepada ayahnya ketika pulang nanti. Segera ia menitahkan para pelayan untuk menguburkan kedua jenazah.

Jenazah Putri dimakamkan di tepi sungai, jenazah Tuan Muda Senaning dibawa ke seberang dengan kapal dan dimakamkan di suatu dusun. Di kemudian hari diberi nama Dusun Senaning.

Raja akan segera tiba dan meminta pertanggungjawaban atas kematian orang-orang terkasih tersebut. Tuan Muda Selat merasa menjadi penyebab kematian mereka. Akhirnya ia memutuskan meninggalkan istana bersama para pengikutnya dan diam di suatu kampung, yang kemudian disebut sebagai Kampung Selat.

Sutan Mambang Matahari kembali dari perniagaan. Namun kampung terasa lengang dan tidak dapat menemukan kedua anaknya dan calon menantunya. Singkat cerita ia mengetahui kejadian yang telah menimpa keluarganya. Betapa remuk jiwanya mendengar peristiwa tragis yang baru saja terjadi. Sutan pun berangkat ke seberang dusun, membuka kampung baru dan memberinya nama Dusun Tengah Lubuak Raso. Rupanya letak dusun tersebut berada di tengah-tengah kuburan Tuan Muda Senaning dan Kapal Tuan Muda Selat.

Pesan Moral

Sifat ceroboh akan membawa bencana, sehingga takdir pun tidak dapat dicegah. Musibah yang menimpa hendaknya perlu diingat sebagai cermin di masa yang akan datang, sehingga kita akan berhati-hati dalam segala perbuatan.

Sumber: dongengceritarakyat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.