Kabhati Kantola Muna Sulawesi Tenggara

Kabhati Kantola (https://wisata-muna.blogspot.com)

Kabhati Kantola, sering disebut juga Kantola merupakan kesenian tradisional berbalas pantun di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini terancam punah, karena hampir tidak ada lagi masyarakat setempat bisa melakukannya.

Kantola sepintas mirip dengan kesenian berbalas pantun di negeri Jiran, namun kantola lebih spesifik, karena menggunakan bahasa daerah dan semuanya dalam bentuk bahasa kiasan. Biasanya dilakukan antara laki-laki dan perempuan secara berkelompok. Kantola merupakan warisan nenek moyang kita yang sangat bernilai tinggi. Selain itu, melalui kantola ini kita dapat melatih pola berpikir secara cepat dan tepat serta membiasakan orang untuk berbahasa yang santun.

Baca juga: Mengenal Kabhanti dari Sulawesi Tenggara

Sejarah

Berasal dari 2 kata yaitu KAN yang artinya perintah dan TOLA yang berarti panggil, jadi jika diartikan secara utuh berarti perintah untuk memanggil. Kantola merupakan lagu jenis seriosa fersi Muna berisi pantun yang dibawakan secara beregu yang biasanya dibawakan grup laki-laki dan perempuan dengan berbahasa Muna namun saling berbalasan. Kantola lahir pada zaman Belanda kurang lebih 300 tahun silam pada masa Kerajaan Muna yang dipimpin oleh La Ode Husain yang digelar Omputo Sangia, kesenian ini biasa di lantunkan sebagai ajang mencari jodoh pada perayaan pesta panen dengan menggunakan pakaian adat Muna.

Kabhati Kantola (https://www.youtube.com)

Pantun dari lawan itu, harus langsung dijawab sesaat setelah lawan menyatakan pantunnya, tidak bisa menunggu beberapa menit untuk memikirkan jawabannya. Jadi di sinilah dituntut keahlian dari orang yang melakukan ‘kantola’ dalam memilih bahasa kiasan yang tepat dan cepat.

Yang lebih menarik lagi dari kantola itu adalah bisa dilakukan semalam suntuk dengan terus menerus saling berbalas pantun tanpa henti. Jadi dapat dibayangkan berapa ribu kosa kata kiasan yang digunakan oleh orang yang melakukan kantola itu.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Muna, termasuk berbagai pihak terkait lainnya didaerah itu, harus mengupayakan langkah-langkah kongkret untuk melestarikan kesenian tradisional kantola itu, mumpung masih ada beberapa orang tua di Muna yang ahli kantola.

“Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan kantola itu adalah dengan menyelenggarakan semacam festival kantola, yang pesertanya selain dari kalangan orangtua, juga dari kalangan generasi muda. Cara ini saya kira cukup efektif,” katanya seorang pengamat bahasa dan sastra dari Unhalu Kendari, Dr La Ode Sidu Marafat di Kendari.

Kabhati Kantola merupakan salah satu dari 11 warisan budaya bersejarah di Sulawesi Tenggara (Sultra), ditetapkan sebagai warisan budaya Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2018.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.