Tarian Tradisional Ponorogo Jawa Timur

Kesenian ini lahir dari budaya setempat yang masih kental dengan unsur mistik dan kebatinan. Tidak ada yang tahu pasti kapan kesenian ini muncul dan berkembang, tapi terdapat foto dokumentasi yang memperlihatkan kesenian ini sudah ada sejak tahun 1920-an. Inilah reog, kesenian yang berasal dari Jawa Timur, tepatnya dari wilayah Ponorogo.

Tari Reog Ponorogo

Dadak Merak atau Barongan harus selalu ada di Reog Tradisional maupun Reog Obyog (https://nusantarakaya.com)

Reog tradisional atau Reog Ponorogo atau yang biasa disebut reog festivalan, biasanya digelar setahun sekali menjelang bulan suro, hari besar nasional, acara bersih desa, kemerdekaan RI, hari jadi kabupaten Ponorogo, penyambutan tamu-tamu negara dan kegiatan sosial masyarakat lainnya.

Jathil diperankan oleh pria pada Reog Panorogo (https://www.liputan6.com)

Reog tradisional (Ponorogo) terdiri dari formasi pemain yang lengkap (Jathil, Bujang Ganong, Warok, Dadak Merak, dan Klono Sewandono).

Tari Reog Obyog (Obyogan)

Jathil diperankan oleh wanita tanpa kuda kepang pada Reog Obyog (https://www.photostags.com)

Keterbatasan frekuensi pertunjukan, membuat para seniman reog merasa dibatasi dalam berkarya. Sehingga para seniman membuat inovasi, dan lahirlah Reog Obyog atau Obyogan pada kisaran tahun 1984 atau 1985 di Ponorogo yang diprakarsai oleh tokoh seniman Reog yaitu bapak Upal. Inovasi tersebut berkembang dan dikembangkan sendiri oleh masyarakat setempat khususnya pedesaan di Ponorogo sebagai alternatif hiburan warga. Meski telah berkembang di lingkungan masyarakat Ponorogo, masih ada masyarakat desa dan kota lain yang belum mengenal kesenian ini.

Pada Reog Obyog, formasinya hanya terdiri dari jathil, dadak merak, dan bujang ganong. Dengan formasi yang lebih sederhana ini, diharapkan para seniman reog bisa lebih banyak mendapat tanggapan pentas dari orang yang punya hajatan, pernikahan, syukuran, dan acara lainnya.

Pengertian Pemain

Jathil

Para penari jathil pada reog tradisional, biasanya dimainkan oleh kaum pria dengan memainkan adegan loncat-loncat dengan kuda kepang, perang-perangan, sampai aksi heroik, namun beda halnya dengan reog obyog. Biasanya penari jathil dimainkan oleh para gadis dengan gerakan lemah gemulai tanpa membawa kuda kepang dan mereka akan menari sesuai dengan musik yang dimainkan. Misalnya, musik jaipongan, mereka akan memainkan gerak tari jaipong. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari reog obyog. 

Bujang Ganong

Bujang Ganong (https://www.youtube.com)

Peran bujang ganong dalam Reog tradisional, biasanya dimainkan oleh anak-anak dan tidak selalu ada dalam setiap pagelaran. Peran Bujang Ganong pada pementasan reog tradisional ialah seorang patih dari prabu Klono Sewandono yang dipercaya untuk melamar Dewi Songgolangit ke Kediri. Adapula, yang menceritakan bahwa perannya sebagai kritikus bagi raja Bre Kertabumi saat memimpin kerajaan Majapahit. Namun, pada reog obyog, peran Bujang Ganong ini menampilkan sosok yang jenaka, serta lebih banyak menampilkan tarian khas Bujangganong yang menghibur penonton khusunya anak-anak.

Warok

Warok pada Reog Ponorogo (https://id.wikipedia.org)

Merupakan salah satu penari dalam seni reog. Kadang ia diterjemahkan sebagai sosok yang dikenal sebagai seseorang yang “menguasai ilmu” (ngelmu) dalam pengertian Kejawen.

Ia juga sering berperan sebagai pemimpin lokal informal dengan banyak pengikut. Dalam pentas, sosok warok lebih terlihat sebagai pengawal atau punggawa raja Klana Sewandana (warok muda) atau sesepuh dan guru (warok tua). Dalam pentas, sosok warok muda digambarkan tengah berlatih mengolah ilmu kanuragan, digambarkan berbadan gempal dengan bulu dada, kumis dan jambang lebat serta mata yang tajam. Sementara warok tua digambarkan sebagai pelatih atau pengawas warok muda yang digambarkan berbadan kurus, berjanggut putih panjang, dan berjalan dengan bantuan tongkat.

Pada awalnya warok digambarkan sebagai sosok pengolah kanuragan yang demi pencapaiannya ilmunya, tidak berhubungan dengan wanita, melainkan dengan bocah lelaki berumur 8-15 tahun yang acapkali disebut gemblakan. Seringkali para warok juga mengonsumsi minuman keras. Namun saat ini warok telah mengalami perubahan paradigma.

Dadak Merak (Barongan)

Dadak merak atau barongan merupakan ikon utama reog. Sehingga, menurut para seniman reog, peran dadak merak harus tetap dipentaskan dalam reog obyog. Jika selama ini kita tahu, bahwa dadak merak adalah sebuah simbol yang berisi kritikan bagi raja Bre Kertabumi yang gaya kepemimpinannya didikte oleh permaisurinya, serta versi lain menyebutkan bahwa barongan merupakan dua binatang yang satu tubuh (harimau dan burung merak) sebagai persyaratan Dewi Songgolangit untuk menerima lamaran dari Prabu Klono Sewandono. Namun, pada reog obyog peran Dadak Merak adalah sebagai simbol kekuatan. Hal ini mengingat para pembarong yang memainkan bagian ini, memerlukan latihan rutin agar dapat memainkan dadak merak dengan cara menggigit.

Klono Sewandono

Klono Sewandono (https://kanalindonesia.com)

Merupakan penari dan tarian Reog Ponorogo yang menggambarkan sosok raja dari kerajaan Bantarangin ( kerajaan yang dipercaya berada di wilayah Ponorogo zaman dahulu).

One thought on “Tarian Tradisional Ponorogo Jawa Timur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.