Permainan Tradisional Jakarta

Ilustrasi Lempar Kaleng

Selain sebagai ibu kota negara Indonesia. Ternyata Jakarta memiliki banyak permainan tradisional yang kemungkinan besar sudah mulai di lupakan oleh masyarakatnya. Dengan pola kehidupan dan budaya yang dipengaruhi baik dari asing maupun daerah, karena merupakan kota Megapolitan atau kota Internasional. Hingga menjadikan Permainan Tradisional dari Jakarta (Betawi) sudah mulai tergeser dengan permainan yang katanya modern.

Permainan Koba Tiup Jakarta

Posisi melempar karet gelang ke Lidi

Merupakan permainan anak-anak khas masyarakat Betawi. Arti kata Koba Tiup sendiri belum diketahui secara pasti. Permainan ini dimainkan anak laki-laki umur 5 -13 tahun dan terdapat unsur taruhan. Jumlah pemain yang ideal 3-5 orang, namun dapat lebih. Peralatannya adalah karet gelang, lidi ± 5 cm dan sebidang tanah sebagai arena.Sebelum bermain, misalnya A, B, C mengumpulkan taruhan (karet) @ 5 buah, jadi jumlahnya 15 buah. Kemudian dibuat garis pertama pidi dan garis kedua garis mati. Jarak kedua garis 1,5 meter. Jarak 25 cm dari garis mati ditancapkan lidi. Daerah sekitar lidi adalah tempat jatuhnya karet sampai batas mati. Jarak garis mati garis pidi yaitu daerah terlarang (karet dilarang jatuh di situ).

Permainan (Maen) Kalengan

Ilustrasi lempar kaleng (https://www.idntimes.com)

Petmainan ini terdapat di daerah Condet, Kelurahan Batu Ampar, Jakarta Timur. Pemain laki-laki atau perempuan umur 9 – 12 tahun. Peralatan potongan bambu (dulu), sekarang kaleng. Permainan ini ada taruhannya berupa biji melinjo dan dilakukan ditempat yang cukup luas. Pemain minimal 2 orang. Setiap pemain harus punya gaco. Kemudian ditetapkan jumlah taruhan. Misalnya pemain A, B dan C. Kemudian A, B dan C melempar gaco menjauhi kaleng. Urutan paling jauh – dekat: C, B, dan A. Maka C melempar kaleng dari jarak ditentukan. Jika lemparan tidak kena kaleng, maka C mati; atau kena kaleng tapi kaleng tetap berdiri. Giliran lemparan B dan herhasil merobohkan kaleng. Sampai di situ permainan selesai dan di dimulai dari awal. Demikianlah seterusnya.

Permainan Tangkrep

Salah satu pemain sedang menyembunyikan lidi atau batu di gumuk pasir (https://permata-nusantara.blogspot.com)

Permainan terdapat di Kampung Bendungan Melayu, Kelurahan Tugu. Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Tangkrep berarti telungkup. Di Jakarta Selatan di sebut rurub. Pemain minimal 2 orang antara 7 – 10 orang. Peralatan potongan lidi dan pasir atau tempat berdebu.

Sebelum bermain diadakan undian antara 2 orang untuk mencari penebak lebih dahulu. Misal A lebih dulu menyembunyikan lidi. Maka A berusaha menyemhunyikan lidi pada gundukan tanah pasir itu. Si B mengamati gerak tangan si A. Setelah beres, maka si B harus sekali saja menebak di mana lidi atau batu disembunyikan. Jika tebakan jitu,maka si A harus membayar taruhan. Namun apabila tebakan meleset, si B tidak perlu membayar taruhan, akan tetapi dilakukan pergantian yang menyembunyikan lidil atau batu. Di beberapa daerah permainan disebut: cublak-cublak suweng ada pula yang menyebut sluku-sluku bathok.

Permainan Cako (Panjat Pinang)

Para peserta saling dukung mendukung untuk mencapai puncak guna mengambil beragam hadiah (https://infobudayaindonesia.com)

Permainan terdapat di Pasar Minggu, Cilandak, Kebayoran Lama dan sebagainya. Permainan dapat perorangan maupun kelompok ±15 orang. Biasanya dilakukan dilapangan bola.  Permainan ini sangat umum di mana sampai sekarang masih ada dan lebih terkenal dengan nama panjat pinang.

Permainan Dododio

Ilustrasi permainan tradisional Dododio atau Petak Umpet (https://wisdomindonesia.wordpress.com)

Permainan dododio dikenal di Rawa Barat, Kecamatan Kebayoran Baru. Di Condet disebut bungselan. Permainan dilakukan oleh anak berumur 6 – 10 tahun dan kadang anak remaja. Peralatan pokok adalah daun pisang atau pelepahnya atau tali. Lembar atau utas tali tergantung jumlah pemain, misalnya 4 orang pemain. Permainan semacam petak umpet, kucing-kucingan, dan lain-lain. Misalnya pemain A, B, C dan D. Setelah diundi dipakai dododio. A sebagai penjaga tutup mata memakai kedua tangan. A berkata dododio …ude atau belum, berulang-ulang. Salah seorang berkata ude. Maka A membuka mata dan mencari B, C dan D. Bila ketiganya telah tersentuh, maka tugas A selesai dan dilanjutkan dengan undian memakai dododio.

Permainan Kukuruyuk Ayam

Dua orang Bebato sedang berunding dengan membawa kurungan sarung (https://jakarta.go.id)

Permainan ini disebut kukuruyuk ayam karena permainnya menirukan suara ayam jantan berkokok. Persebaran permainan itu Condet (Jakarta Timur), Sudimara, Cileduk, Kebayoran Lama dan sebagainya. Ada pula yang menyebut adu ayam. Pemain adalah anak laki-laki belasan tahun. Penyelenggaraan terdiri dua kelompok dengan anggota tak terbatas. Peralatan adalah tanah luas dan dua kain sarung. Dalam regu itu telah ditetapkan lawan-lawan yang sepadan. Masing-masing regu punya beboto.

Kedua ayam sedang bertanding, saling mendorong satu sama lainnya (https://jakarta.go.id)

Saat permainan akan dimulai, bebato menunjuk anggota regunya untuk dikurung dalam sarung dan jongkok. Salah satu ujung sarung diikat. Kedua babato membawa kurungan sarung menuju garis batas dan berhenti. Anggota yang dikurung bcrkokok menirukan suara ayam jantan. Kedua babato berunding; kemudian kurungan diangkat. Jika kondisi jago sebanding, maka permainan dimulai. Dan jika tak sebanding, maka diganti yang sebanding. Kemudian kedua jago beradu kedua telapak tangan dan satu kaki (kanan) ditekuk ke belakang. Selanjutnya saling mendorong untuk menjatuhkan, namun masing-masing tidak boleh lewat garisbatas. Pemenang adalah yang dapat menjatuhkan. Pemenang dapat diadu dengan lawan yang lain.

Permainan Palogan Gundu Jakarta

Daerah permainan di Rawa Barat, Kebayoran Baru dan dimainkan setiap saat. Pemainnya lebih dari 2 orang oleh anak laki-laki umur ±10 tahun. Peralatan balok kayu panjang ±2 meter, lebar ±15crn, tinggi ±12 cm. Balok kayu disebut paloxan. Balok ditaruh horizontal menghadap tempat pemukul gundu atau pidian. Permainan tanpa iringan apa pun.

Permainan Gundu Kusir Jakarta

Permainan anak-anak khas Betawi yang dikenal di daerah Marunda, Jakarta Utara. Permainan ini umumnya hanya dimainkan oleh anak laki-laki yang berusia sekitar 7-12 tahun dan berkembang di daerah Marunda Jakarta Utara. Permainan ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda, kemudian sejak tahun 1950-an permainan ini mulai menghilang.

Permainan Gundu Lobang Jakarta

Satu jenis permainan anak-anak yang menggunakan gundu atau kelereng dan lubang sebagai alat utamanya. Permainan ini untuk mengisi waktu ataupun mengusir rasa bosan, dan memerlukan tingkat keterampilan tertentu dan kemampuan berstrategi untuk mengumpulkan angka secepat mungkin sekaligus menghambat lawan dalam berbuat serupa. Biasanya dilakukan anak laki-laki, sekitar usia 6-11 tahun.

Permainan Landar-lundur Jakarta

Permainan dapat ditemukan di daerah Tugu, Jakarta Utara. Permainan ini lebih banyak dilakukan oleh anak perempuan umur ±9 tahun. Peserta minimal 3 orang. Landar-lundur membutuhkan tempat yang nyaman. Dalam permainan ini ada dua pihak yaitu pihak jaga dan pihak jalan.

Tipong Tipong Balong Jakarta

Permainan Tipong Tipong Balong, sering diucapkan dengan Pong Pong Balong, bisa dimainkan dimanapun, tanpa butuh peralatan tertentu, hanya perlu tangan, nyanyian dan semangat kebersamaan untuk bisa menikmatinya. Tak ada pemenang, dan tak ada pesakitan. Namun justru disitulah keistimewaan dari permainan ini tersembunyi. Ada nilai luhur yang terendap dibalik kesederhanaan permainan ini.

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.