Candi Kalicilik Blitar Jawa Timur

Candi Kalicilik, Blitar, Jawa Timur (https://www.youtube.com)

Candi Kalicilik adalah sebuah candi Hindu yang terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Bangunan candi ini terbuat dari bata merah dan memiliki denah bujur sangkar dengan ukuran 6,8 m x 6,8 m, serta tingginya 8,3 cm. Candi ini terdiri atas tiga bagian yaitu candi, tubuh candi dan atap candi.

Pintu candi menghadap ke arah barat dan di atasnya terdapat hiasan berupa kala. Pada sisi utara, timur dan selatan terdapat relung-relung yang juga berhiaskan kala pada bagian atasnya. Bilik candi kosong dan pada dindingnya terdapat relief Dewa Surya yang dikelilingi oleh sinar matahari. Relief ini merupakan relief  Surya Majapahit, yakni simbol dari masa Kerajaan Majapahit.

Candi Kalicilik, Blitar, Jawa Timur (https://steemit.com)

Penyusun utama Candi Kalicilik adalah bata merah, adapun batu andesit hanya digunakan untuk memperkuat ambang pintu dan relung-relung candi. Latar belakang sejarah terkait candi ini masih diperdebatkan. Berdasarkan arsitekturnya, candi Kalicilik memiliki kemiripan dengan candi-candi era Singosari, akan tetapi berdasarkan kronogramnya candi ini memiliki keterkaitan dengan Majapahit.

Berikut pandapat Dr. Agus Aris Munandar Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang mungkin bisa menjadi jalan tengah bagi kedua pendapat di atas:

Relief di Candi Kalicilik (https://aktualsdn2.blogspot.com)

“Di bagian depan batu ambang yang terletak di atas pintu masuk Candi Kalicilik terpahat angka tahun 1271 Saka atau 1349 M, jadi bangunan ini berasal dari masa Majapahit. Dahulu sekitar awal abad ke-19 bangunan kuno ini disebut dengan Candi Genengan, yang mungkin merupakan nama asli bangunan itu. Hal yang menarik adalah mungkin saja Kagenengan tempat pendharmaan Ken Arok itu adalah Candi Kalicilik sekarang, sedangkan angka tahun yang menunjuk masa Majapahit tersebut, bisa saja angka tahun peringatan terhadap perbaikan atau pemugaran dari bangunan yang telah ada sebelumnya dari masa Singosari.“

Seperti yang tertulis dalam Kitab Negarakertagama bahwa Ken Arok didharmakan di dua tempat, yakni di Kagnangan sebagai Siwa dan di Usana sebagai Budha. Kagnangan sendiri tercatat sebagai salah satu dari 27 percandian dalam Negarakertagama. Selain kemiripan nama antara Genengan dengan Kagnangan, ciri-ciri Candi Kalicilik juga menunjukkan ciri siwaistis, yakni dengan pernah ditemukannya arca Agastya (Siwa Maha Dewa) di area candi ini.

Pemugaran

Candi Kalicilik pernah dipugar oleh Belanda pada tahun 1913 untuk mengantisipasi dari keruntuhan. Bagian puncak candi telah hilang, sedangkan bagian kaki candinya telah direnovasi pada tahun 1993.

One thought on “Candi Kalicilik Blitar Jawa Timur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.