Jangan Takut, Ini 10 Tips Naik Gunung buat yang Berbadan Berat

Pakai track pole

Berat badan bukan penghalang seseorang untuk melakukan aktivitas outdoor, termasuk naik gunung. Kadang-kadang, kendala ini jadi momok. Banyak orang ingin naik gunung, tapi tak percaya diri dengan badannya yang tambun.

Anggapan mereka, naik gunung adalah pekerjaan berat. Sudah badan berat, disuruh membawa beban berat, melintasi medan yang berat pula.

Nah, mulai sekarang, usir anggapan itu jauh-jauh. Sahabat, saya perempuan, dengan berat badan 90 kilogram, tapi hobil melakoni kegiatan outdoor, seperti hiking, trekking, bahkan naik gunung.

Tak masalah orang dengan badan yang demikian berat melakoni akivitas fisik yang juga tak kalah berat. Namun, ada beberapa tips yang bisa kamu manfaatkan. Berikut ulasannya!

1. Pastikan kamu benar-benar sehat

Sebelum naik gunung, kamu harus rajin mengecek tekanan darah. Jangan sampai berada di batas tak normal. Selain itu, pastikan kamu jauh dari gangguan penyakit, seperti asma, jantung, dan paru-paru.

2. Jogging minimal dua pekan penuh

Jogging penting untuk melatih fisik supaya tak kaget di medan “perang”. Bila tak kuat jogging (dan juga bahaya untuk tubuh berat), pilihlah jalan cepat. Jalan kaki minimal tiga kilometer sehari sangat disarankan buat kamu yang mau naik gunung.

3. Istirahat sehari sebelum naik gunung

Olahraga sebaiknya kamu hentikan di hari terakhir menjelang naik gunung. Biarkan badanmu rehat supaya esok punya energi penuh untuk jalan jauh dengan medan yang lumayan.

4. Bawa carrier seberat-beratnya 60 liter

Seserahan buat para pendaki… 🙂 (http://www.picluck.net)

Dengan tubuh yang berat, kamu masih bisa membawa carrier. Tapi sesuaikan dengan kemampuan. Jangan terlalu berbeban. Saya biasa membawa carrier hingga 60 liter. Namun, untuk yang tak biasa, sebaiknya kalian cukup membawa 35-45 liter. Cukup atau gak? Pasti cukup! Jangan bawa barang yang tak perlu.

5. Jalan setengah langkah di tanjakan ekstrem

Jalan setengah langkah cukup membuat langkahmu tak terlalu ngoyo, apalagi untuk medan tanjakan yang berat.

6. Bawa track pole

Benda ini sangat membantu, lho. Dengan adanya tongkat atau track pole, elevasi tinggi bukan lagi jadi hambatan. Track pole juga akan membantu menopang badanmu.

Oh ya, penggunaan track pole yang tepat adalah di sisi kanan dan kiri (atau kedua tangan). Jadi kalau bisa jangan hanya membawa satu track pole. Sebab rasanya percuma kalau cuma membawa satu tongkat.

7. Berhenti 5 detik tiap 20 langkah

Ingat ya, naik gunung itu bukan lomba adu balap. Jadi kamu tak perlu terburu-buru. Apalagi kalau gak kuat jalan jauh. Atur langkah sebaik-baiknya.

Kalau saya, lebih memilih mengatur ritme dengan formula 20-5. Artinya, berjalan 20 langkah lalu berhenti 5 detik. Cukup membantu untuk mengatur nafas. Tapi jangan duduk waktu berhenti, ya.

8. Jangan lupa minum, tapi pastikan tak terlalu banyak

Kalau naik gunung, cairanmu berkurang lewat keringat. Jangan lupa menggantinya dengan minum air putih. Tapi jangan terlalu banyak minum karena badan akan terasa lebih berat.

9. Bawa cokelat atau gula Jawa

Sepanjang naik gunung, pasti kamu akan sangat kelaparan. Caranya, bawalah cokelat atau gula Jawa. Sediakan di kantong. Selain untuk penahan lapar, cokelat dan gula Jawa membantu memberi kekuatan. Gak usah takut gendut. Ingat, di gunung kamu gak boleh diet!

10. Jangan memaksakan untuk summit

Summit atau menuju puncak bukan tujuan. Sebab, tujuanmu naik gunung adalah untuk kembali dengan selamat. Cukup jalan sampai camp terakhir kalau kamu gak kuat summit.

Sebab, jalur summit biasanya berbahaya. Apalagi seperti di Gunung Semeru. Cukupkanlah perjalananmu sampai Kalimati atau Ranu Kumbolo.

Nah, sekarang kamu tak perlu takut lagi kan naik gunung? Yuk, mendaki!

Sumber: idntimes

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.