Awas, 14 Dampak Buruk yang Dirasakan karena Kebanyakan Traveling!

Asyik melancong sendiri dan melupakan keluarga di rumah

Siapa sih yang gak suka traveling? Meski kamu bukan pecinta traveling, tapi aktivitas ini selalu dinanti-nanti semua orang. Traveling bisa membantu menghilangkan penat dan menjadi hiburan di sela kesibukan sehari-hari.

Tapi, siapa sangka kalau traveling terlalu banyak ternyata justru “membahayakan” kehidupan lho! Kok bisa? Berikut rangkum beberapa bahaya yang bisa muncul dalam hidupmu.

1. Mempertanyakan segala sesuatu yang terjadi

Tanpa disadari, saat traveling, kamu akan mempertanyakan berbagai hal yang ditemui di sekitarmu. Kenapa budaya di tempat itu seperti ini? Kenapa dibangun tempat wisata ini? Kenapa kamu begitu suka berada di tempat baru dibanding kembali ke tempat tinggalmu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa saja muncul dan mengusik pikiranmu.

2. Skeptis dan suka mengkritik

Saat berkunjung ke suatu tempat, kamu mungkin saja mengkritik segala hal atau bahkan hal kecil sekalipun. Entah itu sampah yang berserakan, pasir pantai yang hitam, ataupun air ombak yang terlalu kencang.

Bisa jadi kamu membandingkan lokasi yang pernah kamu kunjungi dengan lokasi yang sedang kamu kunjungi. Bisa juga kamu membandingkan lokasi tersebut dengan yang ada di negara lain. Daripada banyak mengkritik, lebih baik kamu pikirkan solusi yang tepat untuk masalah yang kamu temukan itu.

3. Jadi rewel dengan kesehatan sendiri

Mudah lelah saat traveling? Iri melihat orang lain yang gak gampang capek, meski telah berjalan cukup lama? Saat traveling, kamu pasti mulai mengkhawatirkan kondisi tubuh yang tak sebugar dulu. Kekhawatiran tersebut membuatmu jadi rewel dan pemilih untuk dirimu sendiri. Memilih apa yang akan kamu konsumsi pun bisa membuatmu jadi rewel!

4. Selera fashion meningkat

Banyak traveling membuat mata semakin terbuka akan budaya dan tradisi baru. Tak hanya itu, pengetahuan dan seleramu soal fashion juga semakin bertambah. Sebagai contoh, kamu bisa merasakan perbedaan fashion di Indonesia dan di India. Selera fashion yang makin meningkat itu bukan berarti pakaian mahal. Namun, pemilihan pakaian yang sesuai dengan kepribadian dan juga sesuai dengan kantongmu.

5. Makin “keras” terhadap anak

Perbedaan cara asuh anak yang dilakukan orangtua di setiap negara tentu menghasilkan output yang berbeda. Kalau kamu sering melakukan traveling, terutama ke luar negeri, maka kamu akan merasakan bedanya cara didik anak yang diterapkan di sana dan di Indonesia.

Kalau kamu bisa menerima perbedaan tersebut, maka pikiranmu akan lebih terbuka dan luas. Bisa jadi kamu membebaskan anakmu bebas berekspresi, atau justru melarangnya dan tidak ingin anakmu terlalu bebas. Beda negara memang beda pula budayanya.

6. Kecanduan teknologi

Semakin banyak tempat traveling yang kamu kunjungi, maka kamu bisa menyaksikan perbedaan kemajuan teknologi dengan negara lainnya. Saat kamu mengagumi perkembangan teknologi di suatu negara, maka akan muncul keinginan untuk terus mengikutinya. Jika keterusan, kamu alami bisa kecanduan teknologi yang berlebihan.

7. Gak mau repot

Kamu menjadi pribadi yang gak mau repot dan memilih hal-hal praktis. Sebelum membeli suatu barang, kamu akan memikirkan keuntungannya matang-matang. Misalnya saja barang A yang kamu beli harus bisa digunakan untuk kebutuhan A, B, dan C. Kamu pun rela membeli barang mahal demi hidup yang lebih praktis.

8. Menjadi sangat irit

Menjadi sangat irit pengeluaran (https://www.merdeka.com)

Kebiasaan irit tentu sebenarnya baik, terutama jika berpergian ke berbagai tempat menarik. Menghemat pengeluaran tentu akan menguntungkan bagi kamu yang suka traveling. Namun, terlalu irit juga kurang baik jika kamu menerapkannya secara berlebihan. Jangan sampai kamu memilih makan mi instan saja dibanding harus mengeluarkan uang lebih untuk makan nasi atau makanan lebih enak lainnya.

9. Banyak menghadapi tantangan

Traveling akan membuatmu bertemu dengan banyak tantangan dari berbagai faktor. Membuat pilihan adalah hal yang harus kamu lakukan jika sedang menghadapi suatu tantangan. Pemikiran pendek dan tanpa dipikir matang-matang akan berdampak buruk bagi kehidupanmu.

10. Lepas dari keluarga

Semakin sering melancong, maka kegiatan tersebut bisa menjadi hobi bahkan aktivitas favoritmu. Terutama jika kamu lebih doyan solo traveling. Kamu bisa saja asyik melancong sendiri dan melupakan keluarga di rumah. Jangan lupa ada keluarga yang senantiasa menantimu pulang ke rumah lho.

11. Semakin hiperaktif dan tidak bisa diam

Selama melancong ke berbagai daerah, tubuhmu akan selalu mengalami perkembangan dan terus beradaptasi dengan lingkungan baru. Kamu akan menjadi lebih enerjik dan badanmu lebih kuat.

Hal ini terjadi karena selama traveling, kamu banyak menggerakkan tubuh. Misalnya saja untuk berjalan jauh. Jika akhirnya kamu pulang ke rumah dan berada dalam satu ruangan, bisa jadi kamu akan mudah bosan dan tidak bisa diam. Energi berlebihan bisa kamu salurkan ke hal yang positif seperti berolahraga!

12. Pribadi yang makin konsumtif

Ada yang terlanjur irit, ada pula kebalikannya. Berkunjung ke tempat baru, kurang afdol kalau tidak membeli oleh-oleh. Entah itu makanan, barang ataupun oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Kebiasaan ini bisa terbawa ke kehidupan sehari-hari jika kamu tidak membatasi diri. Jangan sampai dompet semakin menipis lho!

13. Merasa hidup di atas awan

Hidupmu tergolong “mewah” jika kamu sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Saat kamu mengunjungi negara dengan keadaan ekonomi yang lebih rendah, bisa jadi kamu merasa hidup di atas awan. Semua hal yang kamu temukan terasa lebih murah dan mudah untuk mengeluarkan uang. Hmm, daripada kamu menjadi tinggi hati, lebih baik mensyukuri apa yang kamu punya saat ini.

14. Beraneka ragam kepribadian

Banyak pelesiran akan membuatmu bertemu banyak bertemu orang dari berbagai latar belakang yang unik. Kamu pun harus menyesuaikan diri sesuai lawan bicara yang ditemui. Hal ini bisa membuat dirimu menjadi pribadi dengan karakter yang beraneka ragam. Jika keterusan, bisa-bisa kamu justru bingung menentukan jadi dirimu!

Beberapa poin di atas menjadi hal yang “membahayakan” jika terlalu banyak melakukan traveling. Namun, tidak semua orang mengalaminya. Kalau kamu bisa mengendalikan diri, maka traveling ke berbagai tempat tak akan menjadi masalah!

Sumber: idntimes

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.