Wisata Sejarah di Kabupaten Tuban Jawa Timur

Goa Suci

Nama ‘Tuban’ berasal dari singkatan kata metu banyu (bahasa Jawa), yaitu nama yang diberikan oleh Raden Arya Dandang Wacana (seorang Adipati) pada saat pembukaan hutan Papringan yang secara tidak terduga keluar sumber air. Sumber air ini sangat sejuk dan meskipun terletak di tepi pantai utara pulau Jawa, mata air tadi tidak bergaram, tidak seperti kota pantai lainnya. Dulunya Tuban bernama Kambang Putih. Sudah sejak abad ke-11 sampai abad ke-15 dalam berita-berita para penulis Cina, Tuban disebut sebagai salah satu kota pelabuhan utama Utara Jawa yang kaya dan banyak penduduk Tionghoanya.

Tuban, nama sebuah kabupaten dan kota yang terkenal dengan sebutan Kota Tuban Bumi Wali, karena terdapat banyak sekali situs sejarah makam para penyebar agama Islam di Jawa, khususnya di Jawa Timur.

Goa Suci jaman Majapahit

Goa Suci (https://www.antvklik.com)

Goa Suci terletak di Dusun Suci, Desa Wagun, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi buah bibir dikalangan pecinta petualangan. Lantaran goa ini terbuat dari batuan kapur yang tidak terbentuk secara alami.

Goa Suci (https://male.co.id)

Goa ini merupakan goa buatan pada masa Kerajaan Majapahit, aktivitas tambang batu kumbung sejak jaman Majapahit. Di salah satu dinding goa terdapat pahatan yang menggunakan angka Jawa kuno untuk memberi informasi tahun pembuatan goa yaitu tahun 1026.

Goa peninggalan masa kerjaan Majapahit ini memiliki kedalaman sekira 14 meter dan bentuk atapnya kerucut dengan lubang di bagian tengahnya. Dari lubang itulah pancaran sinar matahari masuk sehingga cahayanya kerap disebut “cahaya dari surga” atau Ray of Light. Banyak wisatawan yang memanfaatkan cahaya yang terpancar itu sebagai spot berfoto.

Goa Suci (https://harianjogja.com)

Sedikit tips, wisatawan disarankan untuk membawa lotion anti nyamuk dan lengan panjang agar tidak mengganggu waktu berfoto.

Bekas Pelabuhan Kerajaan Singasari dan Majapahit

Bekas pelabuhan jaman kerajaan Singasari dan Majapahit di pantai Boom Tuban (https://visitingtuban.blogspot.com)

Bekas pelabuhan yang berjarak sekitar 100 meter arah utara dari alun-alun Kota Tuban merupakan pelabuhan  besar dan utama dalam jalur distribusi dan perdagangan dan pelayaran pada masa kerajaan Singasari dan Majapahit. Tertulis prasasti yang terpasang di dinding sumber air berasa tawar yang ada di lokasi, pantai Tuban ini.

Prasasti di sumber air tawar

Juga di pantai inilah Adipati Ronggolawe menghadang dan menyerang pasukan tentara Mongol yang hendak menyerbu kerajaan Singasari.

Bekas Benteng Belanda di Jenu

Bekas Benteng VOC di Jenu, Kabupaten Tuban (https://seputartuban.com)

Bekas Benteng terletak di Dusun Tajung, Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban menjadi salah satu cagar budaya Kabupaten Tuban. Karena bangunan yang dibangun tahun 1602 itu menjadi bukti sejarah, tentang Tuban dimasa lampau.

Benteng belanda tersebut hanya tersisa sebesar gerbong kereta. Bangunan berbentuk setengah lingkaran sepanjang 6 meter dengan tinggi 1 meter itu dulunya bekas benteng belanda dimasa monopoli perdagangan VOC. Bangunan awalnya memanjang sepanjang pantai tanjung Awar-Awar, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Klenteng Tjoe Ling Kiong

Klenteng Tjoe Ling Kiong (https://kekunaan.blogspot.com)

Klenteng Tjoe Ling Kiong terletak di jalan Panglima Sudirman No. 104, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, atau tepatnya berada di sebelah utara alun-alun Tuban, dekat jalan yang menjadi pintu masuk menuju Pantai Boom.

Sulit diketahui kapan berdirinya klenteng ini, karena tidak ada inskripsi yang tertinggal mengenai kapan diresmikannya bangunan tersebut. Di dalam klenteng ini terdapat inskripsi tentang restorasi yang dilakukan pada tahun 1850. Jadi diperkirakan klenteng tersebut sudah ada jauh sebelum tahun 1850.

Klenteng Kwan Sing Bio

Klenteng Kwan Sing Bio (https://kekunaan.blogspot.com)

Klenteng Kwan Sing Bio terletak di Jalan Martadinata No. 1 Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Tuban, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Lokasi klenteng ini tepat berada di pinggir jalan raya pantura yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan menghadap ke Laut Jawa. Cukup mudah menuju ke klenteng ini karena banyak angkutan umum yang melintasinya.

Klenteng ini diperkirakan didirikan pada tahun 1773, tapi inskripsi tertua yang terdapat di klenteng ini berangka tahun 1871.

Klenteng Kwan Sing Bio (https://kekunaan.blogspot.com)

Kompleks klenteng ini memiliki luas areal sekitar 4 – 5 hektar dengan berbagai bangunan dan fungsi yang menjadikan klenteng ini dikenal sebagai klenteng terbesar, dan indah arsitekturnya di Indonesia. Didominasi warna merah, kuning dan hijau yang terang pada bangunannya dengan banyak hiasan naga, lampion, dan lilin berbagai ukuran menambah keindahan klenteng tersebut.

Lapangan Migas Kawengan

Salah satu sumur tua yang ada di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sumur ini sekarang masih dieksploitasi menggunakan pompa angguk (Sucke Rod Pump) oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) – (https://tubanbercerita.wordpress.com)

Lapangan minyak Kawengan terletak di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Lapangan minyak yang menjadi penopang kilang Cepu tersebut dibangun bersandingan dengan lapangan Nglondo dan lapangan Ledok pada tahun 1894.

Sumur-sumur minyak lapangan Kawengan tersebar di beberapa desa. Antara lain Desa Banyuurip dan Desa Wonosari di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban serta Desa Mudal dan Desa Kedewan di Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro.

Sementara sentral pengelolaan lapangan Kawengan dimasa penjajahan berada di Desa Banyuurip. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan kantor pusat yang bediri di desa tersebut.

Di Desa Banyuurip, kita juga bisa melihat pemandangan sumur angguk dengan merek Tomason peninggalan Belanda. Serta banyaknya pipa-pipa bekas dan keran-keran yang dahulu digunakan untuk mengalirkan minyak mentah dari sumur menuju stasiun pengumpul.

Penambangan Migas Tradisional

Penambangan Migas tradisional (https://www.kompasiana.com)

Peninggalan Kolonial Belanda berupa sumur-sumur migas tua di Dusun Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Secara geografis terletak diantara perbukitan yang banyak dijumpai di kawasan Kecamatan Montong, Singgahan, dan Kecamatan Kerek, namun hingga saat ini masih ada sejumlah penambang yang mendulang emas hitam di tempat itu.

Stasiun Pesantren

Stasiun Pesantren (PSN) atau Stasiun Palang (https://id.wikipedia.org)

Stasiun Pesantren (PSN) atau Stasiun Palang adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Kradenan, Palang, Tuban, Jawa Timur. Stasiun ini mulai dioperasikan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tanggal 1 Desember 1919 sebagai bagian dari jalur kereta api Merakurak–Babat, lalu dinonaktifkan pada tahun 1989 karena menurunnya jumlah penumpang. Stasiun non aktif berketinggian 1 meter di atas permukaan laut ini dulu pada tahun 1980an berganti nama menjadi Stasiun Palang dan diletakkanlah papan nama Stasiun Palang tepat ditengah-tengah tulisan Pesantren. Namun, setelah tahun 2011 papan nama tersebut hilang. Sehingga pada tulisan Pesantren, hanya bagian Santre lah yg terlihat jelas. Bangunannya masih bertahan hingga kini bersama beberapa tiang kabel telegraf di emplasemen stasiun.

Pada masa aktifnya, Stasiun ini melayani dua kali perjalanan kereta api campuran penumpang dan barang dari Babat ke Tuban.

Rumah-rumah  Kuno

Di daerah kemuning kecamatan Tuban atau tepatnya di Jalan KH. Agus Salim, Tuban, terdapat bangunan rumah-rumah lama peninggalan zaman penjajahan Belanda. Pada bangunan rumah-rumah ini kita bisa melihat perpaduan antara bangunan Belanda, Jawa dan Cina.

Berbagai sumber.

One thought on “Wisata Sejarah di Kabupaten Tuban Jawa Timur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.