Wisata Sejarah di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

Kota tua Padangan, Bojonegoro

Bojonegoro merupakan sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur dan merupakan wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Cepu yang berada di Provinsi Jawa Tengah.

Situs Khayangan Api

Khayangan Api (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Situs Khayangan Api ini berada di areal perhutani unit I Jawa Timur petak 129c, luas kawasan 3,4 Ha, RPH Soko, BPKPH Tengger dan KPH Bojonegoro, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kompleks Kayangan Api merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.

Khayangan Api (https://www.indonesiasaja.com)

Khayangan Api, konon adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Empu Supa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Pande yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Ada bukti historis yang penting yang menguatkan khayangan api dengan ditemukannya 17 lempeng tembaga yang berangka tahun 1223/1301 M.

Stasiun Kereta api Bojonegoro

Stasiun Bojonegoro terletak di Jalan Gajah Mada, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.

Pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Babat-Bojonegoro-Cepu sepanjang 72 kilometer. Pengerjaan jalur kereta api ini dilakukan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api swasta di Hindia Belanda. Dimulai pada tahun 1902 dan selesai pada tahun 1903.

Gedung Lama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro

Gedung Lama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (https://www.faktadaerah.com)

Gedung ini terletak di Jalan Mas Tumapel, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur masih berdiri kokoh dengan dinding putih dengan arsitektur Belanda asli, diperkirakan didirikan pada tahun 1913. Saat penjajahan Belanda gedung ini digunakan sebagai pusat pemerintahan di Bojonegoro dan pengendali seluruh kegiatan perdagangan di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya.

Kota Tua Padangan

Kota tua Padangan, Bojonegoro (https://beritabojonegoro.com)

Masuk Kota tua Padangan, terletak di dekat perbatasan Bojonegoro – Cepu, seperti memasuki era tahun 1920-1930-an. Banyak bangunan berupa rumah, tempat ibadah, dan perkantoran peninggalan masa Belanda yang masih berdiri kokoh di kawasan ini.

Gedung Kantor Pegadaian Cabang Padangan

Gedung Kantor Pegadaian Cabang Padangan

Gedung ini terletak di Jl. Raya Padangan 156, Bojonegoro, Jawa Timur

Lubang Pengintaian (Pillbox) Pertama

Pillbox Pertama (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Pillbox ini berada di tengah pertigaan jalan desa (paving) selebar ± 1.5 meter, di Dusun Banjarejo, Desa Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Saat ini pillbox dicat warna biru tua. Di bagian atas pillbox terdapat tambahan bangunan dari semen berbentuk limas terpacung sebagai tempat meletakkan tiang untuk menghubungkan lampu penerangan jalan desa.

Pillbox Pertama (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Pillbox merupakan penyebutan untuk tempat pengintaian berbentuk silinder berongga dan terdapat satu pintu, yang diperkirakan dibangun pada masa pendudukan Jepang yaitu sekitar tahun 1942. Pillbox ini berada di sekitar aliran sungai Bengawan Solo dengan pintu masuk di sebelah Selatan. Lubang pintu berbentuk persegi panjang vertikal dan terdapat tiga lubang pengintaian di sebelah Utara berbentuk persegi panjang. Jarak antara masing-masing lubang pengintaian adalah 77 cm. Bagian atas rata, setengah bagian permukaan luar ke bawah terlihat ada garis-garis vertikal sebagai bekas papan atau kayu pada saat pembuatannya. Sedangkan setengah bagian permukaan luar ke atas sudah diperhalus.

Lubang Pengintaian (Pillbox) Kedua

Pillbox Kedua (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Pillbox ini berada di dekat rumah penduduk, tepatnya di pinggir jalan desa (paving) terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Kondisi utuh, namun saat ini bagian dalam atau rongga pillbox terisi penuh tumpukan jerami. Pillbox berada pada ± 48 cm lebih rendah dari permukaan jalan paving, sehingga badan bawah/pondasi pillbox sebelah Utara tertutup oleh tanah jalan (paving). Sedangkan pillbox sisi Selatan terlihat sampai bagian badan bawah, hanya fondasi saja yang tertutup tanah. Saat ini pillbox tidak berwarna dan terlihat warna aslinya (semen).

Pillbox merupakan penyebutan untuk tempat pengintaian berbentuk silinder berongga; dan terdapat satu pintu yang diperkirakan dibangun pada masa pendudukan Jepang yaitu sekitar tahun 1942. Pillbox ini berada di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo tepatnya pada posisi di bawah jembatan yang menghubungkan arah Utara-Selatan. Sungai ini dikenal dengan nama ”Kaliketek” dan juga disebut dengan nama jembatan Kaliketek. Pillbox ini memiliki lubang pintu masuk di sebelah Selatan sejajar dengan pillbox sebelah Timur. Antara pillbox 1 (Timur) dengan pillbox 2 (Barat) berjarak sekitar 200 meter.

Pillbox Kedua (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Lubang pintu berbentuk persegi panjang vertical dan terdapat tiga lubang pngintaian di sebelah Utara berebntuk persegi panjang. Jarak antara masing-masing lubang pengintaian adalah 77 cm. Bagian atas rata, setegah bagian permukaan luar ke bawah terlihat ada garis-garis vertikal sebgai bekas papan atau kayu pada saat pembuatannya. Sedangkan setengah bagian permukaan luar ke atas sudah diperhalus.

Penambangan Tradisional Migas

Sumur tua  migas di Wonocolo (https://www.voaindonesia.com)

Sumur tua di Desa Wonorejo Kecamatan Kedewan, merupakan salah satu kawasan penambangan migas yang sempat dieksploitasi oleh Belanda pada masa penjajahan.

Suara deru mesin memecah keheningan perbukitan di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Mesin-mesin itu menarik sling atau kawat baja yang mengerek pipa pembawa minyak dari kedalaman sekitar 300 meter. Itulah aktivitas para penambang tradisional di sumur minyak Wonocolo, oleh ratusan warga yang sebagian besar berasal dari desa-desa sekitar sumur penambangan.

Berbagai sumber

 

One thought on “Wisata Sejarah di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.