Kampung Budaya Temenggungan Banyuwangi

Gapura masuk Kampong Temenggungan berada di samping Pendopo Kabupaten Banyuwangi (https://www.banyuwangibagus.com)

Kampung Budaya Temenggungan, terletak di tengah-tengah kota Banyuwangi, Kelurahan Temengungan, Kecamatan Kota Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, di sebelah utara dan sebelah timur kawasan Taman Sri Tanjung (dulu bernama Lapangan Tegal Masjid).

Kampung Budaya Temenggungan merupakan salah satu kampung pertama yang dibangun pada saat dipindahkannya pusat pemerintahan Kadipaten Blambangan dari Ulupampang (Muncar) ke daerah hutan Tirtaganda, yang saat ini menjadi wilayah kota Banyuwangi, pada era Bupati Mas Alit  (Raden Tumenggung Wiraguna I) pada tahun 1774. Pendopo Kabupaten Banyuwangi dulunya merupakan pendopo Kadipaten Blambangan, dan kampung Temenggungan merupakan area pendukung sebagai tempat bermukim bagi para pejabat pemerintahan maupun pengurus rumah tangga pendopo kabupaten.

Potensi Seni Budaya

Festival Kampong Temenggungan (https://www.osingdeles.com)

Kampung Budaya Temenggungan merupakan kampung seniman, karena banyak melahirkan seniman musik lokal. Entah bagaimana asal mulanya, sejak dahulu di tempat ini banyak dihuni oleh seniman-seniman tradisional yang sangat berbakat. Sampai saat ini pun jiwa seni itu masih dijaga dan diturunkan ke generasi penerus. Di kampung Temenggungan banyak dijumpai anak-anak, orang dewasa sampai orangtua yang menggeluti dan mempertahankan seni budaya tradisional. Dari sini lahir sejumlah komposer anda Banyuwangi, seperti Arief atau penyanyi Catur Arum yang lagu-lagunya banyak digemari masyarakat Banyuwangi.

Selain potensi seni budayanya, juga ada potensi heritage, batik bermotif Gajah Oling sebagai ciri khasnya,  kesenian tradisional seperti gamelan, barong Osing, kuntulan, musik patrol dan lain-lain sampai kuliner berupa rujak soto, pecel rawon, nasi cawuk, jajanan pasar, dan lain-lain yang ada di tempat ini akan menjadi modal utama untuk mewujudkan cita-cita warganya menjadi KAWITAN (Kampung Wisata Temenggungan).

Pernah diselenggarkan Festival Kampong Temenggungan, selama dua hari berturut-turut, Sabtu –Minggu, 16 – 17 januari 2016, diisi dengan berbagai kesenian menarik. Antara lain musik tradisional, musik kontemporer, world music, performance art, pentas sastra, diskusi budaya, pasar kuliner, dan pameran foto, lukisan serta batik.

Anak-anak bermain musik (https://merdeka.com)

Sejumlah seniman asing turut ambil bagian. Seperti Gilles Saissi (Prancis), Sarka Bartuskova (Republik Ceko), Matilda Minibrook (fire dancer dari Australia), Lucas (Lithuania), Marios Manelou (Cyprus), Isis Wolf-Light (Inggris) dan Tengsou Tjahjono (Korea). Sementara seniman lokal Indonesia juga tak mau kalah. Ada Tebo Aumbara (Denpasar), Putut Prabu -Tabubu Etnik (Yogyakarta), Miyoshi Masato (Ubud), Rindhing Unen-unen (Tuban), Redy Eko Prastyo ( Malang), dan beberapa seniman lainnya asal Bandung, NTT, Kalimantan Timur, Solo dan Situbondo. Di samping kesenian asli Banyuwangi yang juga ditampilkan seperti musik patrol, kuntulan dan pencak silat.

One thought on “Kampung Budaya Temenggungan Banyuwangi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.