Hutan Mangrove Bentang Pesisir Padang Tikar Batu Ampar Kubu Raya Kalimantan Barat

Bentang Pesisir Padang Tikar diambil dari Drone (http://blog.samdhana.org)

Bentang Pesisir Padang Tikar secara administratif masuk Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bentang Pesisir Padang Tikar memiliki luas ± 126.049 Ha, atau 60% luas Kecamatan Batu Ampar. Sebelah Timur dan Utara terpisah oleh Sungai Kapuas dengan Daratan Utama Pulau Kalimantan, Utara oleh Muara Kubu, sebelah Selatan dan Baratnya berbatasan dengan Laut Cina Selatan (selat Karimata).

Sebagai kawasan pesisir, Bentang Pesisir Padang Tikar memiliki relasi masalah yang kuat antara daratan dan perairan. Perencanaan ruang desa yang telah dilakukan memiliki arti penting dalam upaya penyelamatan sumber daya alam Bentang Pesisir Padang Tikar yang memiliki luasan ±126.049 hektar dengan jumlah penduduk 34.431 jiwa. Didalamnya tidak hanya berbicara penyelamatan ekosistim mangrove tetapi peningkatan taraf kesejateraan masyarakat pesisir.

Wilayahnya  merupakan hamparan dari Bentang Pesisir Padang TIkar, wilayah desa merupakan dataran rendah yang didominasi oleh keberadaan hutan mangrove dan hutan rawa gambut.

Hutan mangrove Bentang Pesisir Padang Tikar (https://www.youtube.com)

Masyarakat sejak puluhan tahun lamanya telah mengelola dan memanfaatkan hutan mangrove dan hutan rawa gambut untuk terus bertahan hidup. Mangrove sebagai benteng penahan abrasi dan intrusi air laut sehingga keberadaan masyarakat tetap terjaga. Sedangkan hutan rawa gambut sebagai penyedia air tawar bagi masyarakat.

Tingginya aktifitas ekonomi di Bentang Pesisir Padang Tikar disadari telah membuat kondisi hutan mangrove yang notabene memiliki peran penting bagi keberlangsungan masyarakat pesisir semakin kritis. Tercatat, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi mangrove di bentang Pesisir Padang Tikar terus mengalami degradasi secara signifikan.

Atas dasar tersebutlah, melalui proses yang sangat panjang, masyarakat dari 11 Desa Bentang Pesisir Padang Tikar, yakni Desa Tanjung Harapan, Ambarawa, Sungai Jawi, Sungai Besar, Tasik Malaya, Padang Tikar I, Medan Mas, Nipah Panjang, Teluk Nibung, Batu Ampar, dan Desa Sungai Kerawang bersepakat untuk melindungi hutan mangrove melalui skema Hutan Desa.

Flora

Hutan mangrove Bentang Pesisir Padang Tikar (https://ictkuburaya-atmabudi.blogspot.com)

Hasil identifikasi jenis-jenis tumbuhan mangrove selama 8 bulan terdapat 67 spesies mangrove yang terdiri dari 33 spesies mangrove sejati dan 34 spesies mangrove ikutan. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan 50 spesies mangrove yang dilaporkan sebelumnya oleh UNEP dan IMReD (2004) yakni terdiri dari 23 spesies mangrove sejati, dan 8 spesies mangrove asosiasi/ikutan, 19 spesies ecotone dan terresteriel. Dengan begitu, Mangrove Bentang Pesisir Padang Tikar merepresentasikan 76,7 persen dari total Mangrove sejati di Indonesia, 22 persen dari total mangrove ikutan di Indonesia.

Fauna

Keragaman hayati yang ada di Hutan Mangrove Kubu Raya (https://www.mongabay.co.id)

Terdapat beberapa habitat yang langka seperti Pesut, Bekantan, Kucing Bakau, Ikan Tiris dan beberapa hewan lainnya. Juga bisa menikmati kuliner khas yang sangat kaya sekali, seperti kepiting, udang dan macam-macam.

Sejak keluarnya Surat Keputusan Hutan Desa (SKHD) untuk 11 desa di Bentang Pesisir Padang Tikar, rencana pengelolaan berbasis lingkungan dilakukan. Selain kepiting, di lokasi sama juga ada budidaya madu kelulut. Dalam sebulan, satu kelompok masyarakat pengelola, bisa menghasilkan 20 kilogram madu. Setidaknya, keuntungan kotor Rp20 juta per bulan mereka kantongi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.