Mengenal Jaran Bodhag Probolinggo Jawa Timur

Jaran Bodhag (https://www.konfrontasi.com)

Jaran Bodhag dalam terminologi bahasa Jawa “Jaran” berarti kuda dan “bodhag” (bahasa Jawa dialek Jawa Timur, khususnya wilayah Timur) berarti wadah atau bentuk lainnya. Jaran bodhag tidak menggunakan Kuda asli, tetapi menggunakan semacam bentuk tiruan kuda dari bahan rotan dan kayu.

Berbeda dengan Jaran Kecak, menggunakan kuda asli dikenakan dengan seragam jazirah perang serta kudanya dilatih untuk bergerak berbagai formasi, yang tersebar di Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Tengger. Kesenian serupa jaran Kecak adalah Jaran Jenggo di Pantura dan Kuda Renggong di sunda.

Jaran Kecak (https://tentangkotajember.blogspot.com)

Konon katanya, seni budaya tradisional jaran bodhag ini dibuat oleh Mbah Namengjoyo. Beliau merupakan sosok yang babat alas lumbang di tahun 1700. Yang menjadi ciri khas kesenian ini karena keunikannya di Probolinggo.

Mbah Namengjoyo mempunyai keinginan kuat agar dobong atau bodhag menjadi kesenian budaya sekaligus menjadi media untuk mensyiarkan agama Islam.

Jaran Bodhag (https://ppid.probolinggokota.go.id)

Bentuk penyajian Jaran Bodhag berupa arak-arakan dan diiringi musik kenong telo’ dengan tambahan sronen (musik tradisional Madura). Tampilan Jaran Bodag terdiri dari dua orang pembawa Jaran Bodhag, serta dua orang Janis atau penari pengiring atau pembawa Jaran Bodhag. Pemain Jaran Bodhag menggunakan pakaian yang gemerlap yang didesain sendiri oleh pemiliknya dengan segala kemampuan estetiknya dengan maksud untuk menarik perhatian penonton.

Jaran Bodhag biasanya ditampilkan pada perayaan tertentu atau pada acara seperti khitanan sebagai hiburan seni pertunjukan tradisi secara turun temurun.

Sumber: tradisikita

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.