Hari Ketiga, Jakarta Modest Fashion Week 2018

Karya Gee Batik by Sugeng Waskito

Pada hari ketiga (28/07/18), menghadirkan sejumlah nama desainer seperti Elda, Gee Batik by Sugeng Waskito, Three Little Ahmads, Dhienda Nasrul dan Desert Cove UAE.

Deretan busana modest yang hadir di panggung peragaan tersebut, sukses menambah inspirasi fashionista tentang tren terbaru dari kelima desainer tersebut.

Elda Singapura

Pagelaran dibuka dengan munculnya 10 koleksi Elda, desainer asal Singapore yang menampilkan busana dengan warna yang colorful. Potongan busana seperti outer, celana, rok, dress, hingga jumpsuit hadir dengan sentuhan yang sangat stylish dan kekinian. Kesan yang lebih modis juga terlihat karena pemilihan bahan seperti satin, velvet dan teknik plisket hingga aksen ruffle berhasil membuat deretan busana tertutup semakin mencuri perhatian.

Karya Elda Singapura

Gee Batik by Sugeng Waskito

Karya Gee Batik by Sugeng Waskito (https://www.herworld.co.id)

Gee Batik by Sugeng Waskito kali ini menampilkan sentuhan yang menawan pada gaya busana modest masa kini. Dalam pemilihan potongan busana seperti loose dress hingga H-line, berhasil membuat kain batik tampak makin stylish di panggung peragaan tersebut. Tambahan aksesori seperti anting dan turban juga membuat karya Gee Batik tampak makin glamor dan Modis saat dikenakan oleh para model yang berjalan di atas panggung peraga.

Karya Gee Batik by Sugeng Waskito

Three Little Ahmads Malaysia

Karya Three Little Ahmads Malaysia

Potongan busana modest anak-anak tampil chic dengan pemilihan warna yang juga colorful sebagai ciri dari keceriaan anak-anak yang mengenakannya. Salah satu model anak-anak disabilitas dengan kursi roda juga tampil mencuri perhatian dalam babak tersebut. Hal ini juga menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki hak dan keinginan yang sama dalam fashion.

Karya Three Little Ahmads Malaysia (https://nakita.grid.id)

Dhienda Nasrul Indonesia

Karya Dhienda Nasrul Indonesia

Desainer muda dari Indonesia yang juga memiliki visi yang sangat mulia dalam karyanya. Dhienda mengambil inspirasi dari para penyandang autis di Kalideres Jakarta yang masih bahagia hidup dengan keluarga tercintanya. Dengan mengangkat tema busana pesta yang glamor, Dhienda ingin menunjukan bahwa tidak semua dunia gemerlap itu melupakan orang-orang yang membutuhkan.

Karya Dhienda Nasrul Indonesia dipergakan oleh penyandang autis Kalideres Jakarta

Desert Cove UAE

Karya Desert Cove UAE

Hadir dengan potongan outer, jumpsuit, hingga wrap dress, Desert Cove menutup pagelaran dengan sangat sempurna lewat busana yang dipamerkannya.

Sumber: grid

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.