TWAL Pulau Weh Sabang NAD

Dermaga Pulau Weh (https://www.pesonaindo.com)

Pulau Weh merupakan Taman Wisata Alam Laut (TWAL), berada secara administrasi termasuk Kecamatan Sukakarya, Kotamadya Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), sekitar 32 km dari Banda Aceh, Ibukota Provinsi NAD.

Berdasarkan pada Keputusan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Nomor 3919 Tahun 2014, Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Weh berubah menjadi ± 6.481,30 Ha terdiri dari 1.201,10 Kawasan Hutan Taman Wisata Alam 1.210,10 Ha dan 5.280,20 Ha Kawasan Laut Taman Wisata Alam. Bila dibandingkan dengan luas Kota Sabang maka luas kawasan hutan TWA di Kota Sabang  atau 7,84% dari total luas daratan Kota Sabang.

Peta Pulau Weh (https://www.pinterest.co.uk)

Pulau Weh ini terbentang sepanjang 15 kilometer (10 mil) di ujung paling utara dari Sumatra. Pulau ini hanya pulau kecil dengan luas 156,3 km², tetapi memiliki banyak pegunungan. Puncak tertinggi pulau ini adalah sebuah gunung berapi fumarolik dengan tinggi 617 meter (2024 kaki). Letusan terakhir gunung ini diperkirakan terjadi pada zaman Pleistosen. Sebagai akibat dari letusan ini, sebagian dari gunung ini hancur, terisi dengan laut dan terbentuklah pulau yang terpisah dari Pulau Sumatera.

Pulau Klah (https://wisatapulausabang.com)

Terdapat empat pulau kecil yang mengelilingi Pulau Weh: Klah, Rubiah, Seulako, dan Rondo. Di antara keempatnya, Rubiah terkenal sebagai tempat pariwisata menyelam karena terumbu karangnya. Rubiah menjadi tempat persinggahan warga Muslim Indonesia yang melaksanakan haji laut untuk sebelum dan setelah ke Mekkah.

Pulau Weh masih terlihat sangat alami dan menakjubkan. Bahkan keindahan taman laut di pulau ini bisa disejajarkan dengan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara. Maka tidak heran jika pemerintah menetapkan Pulau weh sebagai salah satu tujuan wisata nasional, terbukti dengan banyaknya turis asing maupun lokal yang melancong ke Sumatera untuk merasakan keindahan pemandangan alam taman lautnya.

Tugu Nol Kilometer Indonesia

Tugu Nol Kilometer Indonesia (https://rekomendasi.org)

Di dalam kawasan TWA Pulau Weh, Anda juga dapat menemukan Tugu Nol Kilometer yang terletak di ujung Pulau Weh. Tidak hanya itu, Selain memiliki pemandangan alam yang menakjubkan, pengunjung pun akan dibuat terkagum-kagum dengan gua-gua alam yang digunakan untuk pertahanan tentara Jepang pada Perang Dunia II. Tidak jelas dari mana asal-usulnya, Pulau Weh juga disebut sebagai pulau legenda yang memiliki nama lain “Golden Island”.

Flora

Hoya sp. (https://twapulauweh.blogspot.com)

Seperti pada umumnya hutan di wilayah Indonesia, hutan pada wilayah TWA Pulau Weh merupakan jenis hutan tanah kering dengan type hutan hujan tropika basah berada pada wilayah dataran rendah.  Dari pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa hutan pada wilayah pengelolaan TWA Pulau Weh mempunyai komposisi tumbuhan yang kaya akan jenis, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya jenis tegakan yang ditemukan. Didalam kelompok hutan tersebut terjadi persaingan antara individu-individu suatu jenis atau berbagai jenis. Pohon-pohon tinggi dari lapisan teratas mengalahkan pohon yang lebih rendah. Tanaman epifit dan tanaman lain banyak di temukan dalam di kawasan diantaranya jenis pakis (Cycas Sp), kerisan (Chrysanthenum Sp), Anggrek dan Hoya (Hoya sp.).

Tiga spesies pohon yang paling dominan adalah Bayur (Pterospermum janicum), Rumok (Pterosymbium javanicum) dan Nabok (Pterospemum diversifolium. Seentara jenis-jenis lain yang terdapat di dala kawasan adalah Alban (Vitex pinnata), Sentul (Sandoricum keutjapi), Ara (Ficus racemosa) dan lain-lain.

Fauna

Burung Sri Gunting (https://twapulauweh.blogspot.com)

Jenis satwa atau fauna yang hidup secara liar di pada wilayah TWA Pulau Weh jenisnya, yaitu: Monyet ekor panjang (Makaka fascicularis), Biawak (Varanus salvator), Tikus (Rattus sp.), Musang (Paradoxurus hermaphrodites), Babi hutan (Sus scrofa), Kadal (Lacerta sp.), Kalong (Pteropus sp.) dan berbagai jenis burung.

Coral (https://twapulauweh.blogspot.com)

Dari hasil identifikasi yang dilakukan, ditemukan berbagai tipe karang yaitu karang keras, dead scleratinia (dead coral), algae dan jenis karang lainnya. Karang keras yang diteukan tebagi dua yaitu acropora dan non acropora. Jenis acropora yang ditemukan yaitu branching, tabulate, encrusting, submassive dan digitate. Sedangkan non acropora yaitu branching, massive, submassive, encrusting, foloise, mushroom, miliepora dan heliopora. Untuk tipe algae ditemukan bentuk macro, turf, coraline, halimeda dan algal assemblage. Dan untuk jenis karang lainnya yang ditemukan adalah soft coral, sponge dan zoanthids.

(https://twapulauweh.blogspot.com)

Pada Taman Laut Pulau Weh memiliki tingkat keragaman jenis ikan yang tinggi. Ikan-ikan tersebut menggunakan karang sebagai tempat berlindung, bereproduksi, mencari makan dan lain-lain.  Komposisi ikan karang yang ditemukan sebanyak 17 famili dan 180 spesies. Masing-masing famili adalah Pomacentridae (damfish), Pomacanthidae (Angelfish), Chaetodontidae (butterflyfish), Mullidaer (goatfish), Lenthrinidae (emperors), Nemipteridae (spinecheeks), Haemulidae (sweetlips), Apogonidae (cardinalfish), Cirrhitidae (hawkfish), Pseudochromidae (parrotfish), Rhinobatidae (rays), Balistidae (triggerfish), Labridae (wrasses) dan Syngnathidae (pipefish).

Nautilus Berongga (https://twapulauweh.blogspot.com)

Taman Laut Pulau Weh juga ditemukan Echinodermata yaitu teripang (Holothuroidea), bintang laut (Asteroidea), dan bulu babi (Echinodea).  Biota laut yang ditemukan adalah crustacea sebanyak 31 jenis, bentuk yang ditemukan berupa udang-udangan, kepiting dan crusacea yang berlindung dalam cangkang. Mollusca yang ditemukan adalah Kima, sedangkan molusca yang dapat dikonsumsi antara lain cumi dan sotong.

Snorkeling dan Diving

Peta Diving di TWAL Pulau Weh (https://www.monsterdivers.com)

Taman Laut Pulau Rubiah Merupakan sebuah pulau cantik yang masih asri dengan luas wilayah sekitar 2.600an Hektar yang terkenal dengan pemandangan alam kerajaan bawah laut nya. Keadaan alam bawah laut yang masih asri dan alami dengan berbagai macam biota laut yang hidup sehingga membuat pengunjung yang datang betah berlama-lama di pulau ini.

Akesesbilitas ke Pulau Rubiah

Dari pelabuhan Balohan, yang merupakan pelabuhan penyeberangan Banda Aceh – Pulau Weh, pengunjung dapat naik bus umum untuk menuju pantai Iboih. Ongkos yang di pasang sekitar Rp.50.000 * dengan jarak tempuh perjalanan sekitar satu jam. Setibanya di pantai Iboih, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menyeberang ke pulau Rubiah.

(*) Harga bisa berubah sewaktu-waktu

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.