Tarian Tradisional Kota Madiun Jawa Timur

Madiun merupakan daerah yang penuh sejarah dan kaya akan kebudayaan, selain dikenal sebagai kota pusat industri kereta api, penghasil brem, sambal pecel, dan monumen Kresek yang didirikan karena peristiwa pemberontakan PKI tahun 1948, ternyata tidak banyak yang tahu bahwa Madiun juga memiliki kesenian Dongkrek dan beberapa tarian kreasi baru.

Tari Penthul Tembem

Tari Penthul dan Tembem (https://budaya-indonesia.org)

Tari ini menceritakan tentang sejarah perjalanan Raden Ngabehi Ronggowarsito atau disebut Bagus Burhan. Tari ini memakai topeng sebagai ciri khasnya, topeng berwarna putih sering disebut Penthul sedangkan topeng berwarna hitam sering disebut Tembem. Tari ini merupakan tari berpasangan karena ditilik dari sejarahnya dahulu tari ini dimainkan oleh dua orang bernama Kromoleya dan Onggoleya, tarian ini awalnya digunakan sebagai komunikasi untuk menyampaikan berita rahasia dari Kyai Ageng Kasan Besari yang berisi untuk memanggil kembali Bagus Burhan ke Desa Tegalsari karena banyak terjadi wabah penyakit sepeninggal Bagus Burhan di desa itu.

Kramoleya adalah utusan dari Kyai Ageng Kasan Besari, ia mencoba bertahan hidup dengan ngamen untuk memenuhi kebutuhan hidup selama mencari Bagus Burhan. Pada saat ia ngamen di Alun-alun Kota Madiun, secara kebetulan Bagus Burhan dan Onggoleya sedang beristirahat di Masjid Besar dekat alun-alun. Onggoleya yang melihat Kromoleya (teman satu pesantren) sedang ngamen, langsung mendekati dan ikut menari bersama Onggoleya. Akhirnya disampaikanlah berita tersebut kepada Kromoleya saat menari bersama di alun-alun tadi.

Tari Gambyong Pangkur

Tari Gambyong Pangkur (https://madiunjalan2.blogspot.com)

Tari Gambyong Pangkur adalah  tarian yang kini sudah biasa dipakai sebagai tarian massal. Tarian ini merupakan salah satu bentuk tari tradisional Jawa.

Sebenarnya tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Hal ini ditunjukkan dari ciri khasnya adalah tarian ini dibuka dengan gendhing pangkur. Makanya tarian akan terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing.

Nilai khas tari gambyong terletak pada ornamen gerak tari dan keharmonisan pada gerak dan pola irama kendang. Sedangkan penghayatan total disertai dengan wilet yang bagus akan menambah nilai sensualnya. Hal ini merupakan daya tarik bagi penonton untuk menikmati pertunjukan tari gambyong ini.

Sejarah

Konon tari gambyong tercipta berdasarkan nama seorang waranggana – wanita terpilih, wanita penghibur atau seorang penari jalanan (tledhek) yang bernama si Gambyong yang hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta (1788-1820). Sosok penari ini dikenal sebagai seorang yang cantik jelita yang pandai membawakan tarian yang sangat indah dan lincah. Nama lengkap waranggana tersebut adalah Mas Ajeng Gambyong. Tak heran, akhirnya dia terkenal di seantero Surakarta dan terciptalah nama Tari Gambyong.

Perkembangan koreografi ini diawali dengan munculnya tari Gambyong Pareanom pada tahun 1950 di Mangkunegaran, yang disusun ialah Nyi Bei Mintoraras. Setelah kemunculan tari Gambyong Pareanom, muncullah varian tarian gambyong yang berkembang di luar Mangkunegaran, diantaranya: Gambyong Sala Minulya, Gambyong Pangkur, Gambyong Ayun-ayun, Gambyong Gambirsawit, Gambyong Mudhatama, Gambyong Dewandaru, dan Gambyong Campursari.

Tari Solah Madiunan

Tari Solah Madiunan (https://madiuntoday.id)

Tarian Solah Madiunan tersebut menggambarkan semangat putra-putri Madiun untuk membangun kotanya. Sebuah tarian yang memadukan gerak tari tradisional dengan pencak silat yang merupakan ciri khas Kota Madiun.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.