Tarian Tradisional Bojonegoro Jawa Timur

Kabupaten Bojonegoro juga merupakan salah satu kabupaten yang termasuk Propinsi Jawa Timur yang letaknya paling barat berdekatan langsung dengan Propinsi Jawa Tengah, merupakan bagian dari Blok CEPU yang mempunyai sumber deposit minyak bumi terbesar di Indonesia. Kabupaten Bojonegoro juga memiliki berbagai tarian tradisional maupun tarian kreasi modern.

Tari Thengul

Tari Thengul (https://www.novawijaya.com)

Tari dengan gerakan kaku siku pada gerakan tangan, gerakan tegas pada gerakan kepala, dilengkapi tata rias muka putih dengan cunduknya, seperti boneka, ekspresi senyumnya menampakan hubungan sosial yang akrab.

Tari Thengul merupakan sebuah tarian yang dilakukan secara berkelompok berkarakter gecul (komedi) yang menjadi salah satu kesenian khas Bojonegoro, Jawa Timur, tarian ini menggambarkan Wayang Thengul yang diperagakan oleh manusia, dengan ditampilkannya ekspresi senyum yang mewakili keakraban sebuah hubungan sosial.

Sejarah

Tari Thengul (https://www.novawijaya.com)

Tari Thengul ini diciptakan pada tahun 1991-an oleh Joko Santoso dan Ibnu Sutawa. Awalnya mereka diminta oleh Dinas P dan K Kabupaten Bojonegoro untuk menciptakan suatu tarian kreasi baru yang akan ditampilkan di acara pekan budaya provinsi Jawa Timur. Setelah jadi dan di tampilkan pada acara tersebut, ternyata mendapat sambutan yang baik dengan memenangkan kategori penampilan terbaik. Dari situlah kemudian Tari Thengul banyak dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi salah satu tarian tradisional di Bojonegoro, Jawa Timur.

Tari Thengul ini biasanya ditampilkan oleh tujuh orang penari putri dengan kostum dan tata rias muka putih seperti boneka. Penari tersebut menari layaknya Wayang thengul dengan gerakan yang kaku dan ekspresi yang terlihat lucu sehingga memunculkan kesan humor dan menghibur dalam setiap pertunjukannya. Gerakan dan ekspresi itulah yang menajadi salah satu ciri khas dari Tari Thengul ini.

Tari Tayub Bojonegoro

Tari Tayub (https://jonegoroku.blogspot.com)

Tari Tayub merupakan salah satu kesenian yang menjadi icon kota Bojonegoro. Menurutt sejarahnya, kata Tayub berasal dari kata Tata dan Guyub, yang berarti bersenang-senang antara pengibing (penari laki-laki) dan penari perempuan (waranggono).

Penari Tayub di Bojonegoro biasanya mengawali pementasannya dengan menarikan tari Gambir Anom. Kemudian  menarikan tarian berirama rancak dengan lagu campursari atau langgam jawa. Keunikan tari ini adalah keikutsertaan penonton atau para tamu untuk menari bersama.

Tari Rondo Songo

Sadina Aisha (tengah) saat membawakan Tari Rondo Songo di Pemilihan Duta Tari Bojonegoro 2018 (https://www.unigoro.ac.id)

Kisah hilangnya rondo songo (janda sembilan) ditelan ular raksasa di sebuah hutan jati di Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro menjadi inspirasi Nika Kusumawati menciptakan tarian.

Tarian Rondo Songo dengan gerakan rancak, kolaborasi iringan musik dan tata panggung membuat penonton terbawa suasana mistis, menyerupai peristiwa yang dialami sembilan janda. Tarian itu diperagakan oleh sembilan penari remaja.

Tari Kayangan Api

Tari Kayangan Api (https://tulusadarrma.wordpress.com)

Tarian ini menceritakan legenda seorang pembuat senjata (Empu) di Kayangan Api, Empu Supo di desa Sendangharjo, kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro melalui gerakan sendra tari. Tempat tersebut kini menjadi salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Bojonegoro bernama “Kayangan Api”.

 

One thought on “Tarian Tradisional Bojonegoro Jawa Timur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.