Mengisi Liburan Sekolah dengan Belajar Menari

Anak-anak sedang belajar menari Tarian Tradsional (https://lifestyle.kompas.com)

Kebanyakan anak-anak menghabiskan waktu liburannya untuk berekreasi dengan keluarga atau kerabatnya, tamasya ke luar kota, bermain dikampung halaman atau bahkan bermain game online. Selain itu mereka juga membantu orang tuanya seperti mengembala kambing, mengiring bebek ke sawah, dan memandikan sapi atau kerbau di sungai.

Namun berbeda dengan anak-anak di Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang lebih memilih menghabiskan waktu liburannya dengan mengikuti pelatihan tari tradisional. Diantaranya adalah Tari Gambyong, Tari Jaipong, Tari Jejer Gandrung dan lain-lain. Pelatihan tari ini biasanya dimulai dari jam 3 sampai jam 5 sore, latihan diadakan 1 kali dalam seminggu yaitu pada hari minggu, namun saat liburan semester latihan diadakan dua kali dalam satu minggu disalah satu rumah warga Desa Sroyo. Anak-anak yang ikut meramaikan kegiatan positif ini kurang lebih 20 anak.

Anak-anak sedang belajar menari Tarian Tradsional (https://www.kompasiana.com)

Tujuan diadakannya latihan tari tersebut yaitu untuk mengisi waktu luang selama liburan serta memberikan informasi dan pembelajaran mengenai tarian-tarian tradisional asli indonesia. Triana (9) salah satu anak yang mengikuti pelatihan tersebut mengatakan jika liburan datang biasanya ia membantu orang tua dirumah, berekreasi, menari dan belajar. Triana berbeda dengan anak lain, ia cenderung mengisi hari liburan tengah semester pertamanya dengan membagi waktu yang positif. Gadis cilik dengan tubuh mungil tersebut memilih menari sebagai salah satu kegiatan mengisi ruang liburnya. “Kalo libur saya biasanya membantu orang tua, diajak orang tua seperti ke rumah kakek liburan kemana-mana gitu trus kalau ada waktu nonton tv sama belajar, kalau hari kamis dan minggu nari dari jam 3 sampai jam 5 sore”.tandas Triana Minggu (04/01).

Sementara Kegiatan ini disambut baik oleh orang tua mereka karena dapat meningkatkan kepedulian anak terhadap budaya tradisional. Mereka semua sangat senang karena adanya kegiatan ini, selain berdampak positif bagi anak, kegiatan menari dapat memberikan waktu bagi mereka bermain dan berkumpul bersama teman-teman. Setelah selesai berlatih menari, mereka membantu orang tua di rumah dan di lanjutkan dengan belajar. Seperti kita ketahui budaya tradisonal perlu kita tanamkan pada anak usia dini, banyak diantaranya anak yang bahkan sama sekali tidak mengenal budaya tari seperti halnya budaya tradisional lain yakni wayang, teater, ketoprak, reog, dan masih banyak lainnya. Selain nguri-uri budaya tradisional (melestarikan budaya tradisional) hal tersebut diperlukan peran serta masyarakat dan sekolah guna menanamkan agenda budaya tradisional dalam extra kulikuler disekolahnya maupun di kesehariannya.

Sumber: Bep

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.