3 Hal Penting Membimbing Anak yang Bercita-cita Jadi YouTubers

Jangan kaget mendengar cita-cita seorang anak yang ingin menjadi seorang YouTubers ataupun Vlogger dalam berbagai platform media sosial. Sebab mereka ini adalah mereka yang hidup sebagai generasi milenial dan generasi alfa.

Khusus untuk generasi alfa adalah anak yang lahir setelah tahun 2010 dengan usia paling tua adalah usia 5 tahun di tahun 2018. Perbedaan generasi Alfa dengan generasi sebelumnya ialah mereka sangat familiar dengan penggunaan gadget, bahkan ketika umur mereka dalam hitungan bulan. Wajar jika kemudian mereka menyebutkan cita-citanya sebagai Youtubers ataupun Vlogger dan bukan lagi dokter, guru, atau polisi.

Melihat femonena ini, aktor tampan Abimana Aryasatya memberikan tips bagaimana mengarahkan si kecil untuk menjadi YouTubers. Kebetulan Abimana tengah memproduseri sebuah film baru berjudul ‘Petualangan Menangkap Petir’ yang menceritakan petualangan sekelompok anak dalam membuat konten di media sosial.

1. Siapkan mental anak

Menurut Abimana, hal pertama yang harus disiapkan adalah mental anak. “Sekarangkan komentar netizen galak-galak, mereka bisa komentar apa aja. Jadi mental yang kuat pada anak sangat perlu ditanamkan sedari dini,” ujar Abimana saat berbincang di acara ‘I’m Possible; Jangan Kecilkan Cita-cita Kids Zaman Now’. di Nusae Teppanyaki, pada Sabtu, 10 Maret 2018.

Para pemeran ‘Petualangan Menangkap Petir’ di acara ‘Jangan Kecilkan Cita-cita Kids Zaman Now’.

Acara ini sendiri merupakan talkshow untuk saling sharing antara orangtua dengan para pemeran ‘Petualangan Menangkap Petir’. Mereka yang hadir selain Abimana adalah sutradara Agus Kuntz, Fatih Unru, dan Zara Leola. Ditambah dengan para pembaca vemale.com yang beruntung ikut dalam talkshow ini.

2. Menemani membuat konten video

Menemani anak-anak membuat konsep atau konten video tujuannya adalah agar mereka tidak salah arah. Sebab menurut Abimana, kebanyakan vlogger di awal-awal pembuatan video mengikuti vlogger yang sudah ada. Alhasil video anak tidak berkembang.

Sedangkan menurut Fatih sebagai salah satu pemeran dan seorang vlogger di dunia nyata, membuat konten kreasi itu membutuhkan beberapa hal. “Punya motivasi, jangan berpikir bisa menghasilkan dari vlogger, punya ide kreatif, niat membuat adalah kunci menjadi YouTubers. Memang butuh waktu untuk menjadi sukses,” ujar Fatih ketika sharing session berlangsung.

3. Membatasi pengguaan internet

Membatasi anak-anak agar tidak hidup di dunia maya saja. Melainkan di dunia nyata juga. Seperti membuat peraturan apa yang boleh dan tidak. Hingga batasi waktu penggunaan internet tiap harinya.

Lebih jauh mengenai ‘Petualangan Menangkap Petir’ adalah film yang disutradarai oleh Kuntz Agus. Film keluarga ini diperankan oleh tokoh utama Sterling (Bima Azriel) seorang anak yang dibesarkan secara ‘steril’ oleh ibunya, Beth (Putri Ayudya), seorang penulis (blogger) majalah online. Sterling adalah content creator cilik yang tinggal di keriuhan Hong Kong bersama orangtuanya dan rajin meng-upload karyanya di channel YouTube.

Kepindahan ayahnya, Mahesa (Darius Sinathrya) ke Jakarta, mengharuskan Sterling untuk sementara tinggal di rumah kakeknya, Eyang Slamet Raharjo, di Selo Boyolali. Meski awalnya Sterling merasa tidak nyaman, ia akhirnya menjalani petualangan seru bersama Gianto (Fatih Unru) atau lebih senang dipanggil Jaiyen, Neta (Zara Leola), Wawan (Jidate Ahmad),

“Film keluarga ini tentang bagaimana sekelompok anak mengejar dan mewujudkan mimpinya, mereka bermain bersama menggunakan gadget untuk membuat film demi meriah cita-citanya,” ujar Kuntz Agus saat berbincang di acara yang sama.

Semoga tips singkat ini membantu ya Mom. Jangan lupa untuk selalu mendampingi si buah hati saat dia terkoneksi dengan dunia maya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selamat mencoba.

Sumber: Vemale

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.