Wisata Sejarah di Kota Tegal Jawa Tengah

Wilayah yang kaya akan jejak sejarah, terlihat dari berbagai bangunan legendaris peninggalan masa lampau yang menandakan Kota Tegal sudah berkembang sejak jaman dulu.

Secara historis menjelaskan bahwa Kota Tegal sejak Zaman Belanda dikenal sebagai pusat perdagangan era kolonial. Secara letak yang strategis, tahun 1927 Kota Tegal menjadi Ibukota Keresidenan terdiri dari daerah Tegal, Pemalang, dan Brebes.

Pihak Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) sudah melakukan inventarisir bangunan-bangunan yang terindikasi sebagai cagar budaya, ada 47 bangunan merupakan cagar budaya.

Jadi tidak hanya Jakarta yang memiliki Kota Tua, Kota Tegal juga memiliki Kota Tuanya tersendiri dan teramat sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke sana. Berikut ini merupakan bangunan-bangunan bersejarah dan menjadi cagar budaya Kota Tegal yang wajib dikunjungi

Pendopo Balaikota

Pendopo Balaikota Tegal

Pendopo Balaikota Tegal  (Pendopo Ki Gede Sabayu) terletak di  Jl. Ki Gede Sebayu No. 12, Kota Tegal, berdiri tahun 1825, yang sebelumnya berada di Komplek Kaloran. Pada masa awal Kemerdekaan Gedung ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal. Pada Masa pimpinan Sjamsuri Mastur Gedung ini di tempati Pemerintah Kota Tegal.

Masjid Agung Kota Tegal

Masjid Agung Kota Tegal terletak di Jl. Alun-alun, Kelurahan Mangkusuman, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Berdasarkan cerita, pembangunan Masjid Agung Kota Tegal berbarengan dengan pembangunan Pendopo Balaikota pada tahun 1825. Meskipun pada akhirnya pembangunan Masjid Agung Kota Tegal dilakukan secara bertahap. Berdiri di atas tanah wakaf seluas ± 2.864,36 m², pemberian seorang Penghulu I di Tegal bernama Kiai Abdul Aziz yang dikenal juga sebagai seorang mubaligh.

Benteng Pasar Pagi

Benteng Pasar Pagi (https://www.ditegal.com)

Tegal merupakan daerah enclave Mataram, maka kelengkapan pusat kota (kota raja) banyak dipengaruhi gaya Mataraman dengan kelengkapan bangunan.

Pasar Pagi Tegal berdiri dibekas Benteng Kaloran terletak di  Jl. Ahmad Yani, Mangkukusuman, Tegal Timur, Kota Tegal. Bentuk benteng yang terbuat dari batu bata tebal dengan pilar-pilar berbentuk benteng berdiameter panjang 6 meter lebar 6 meter dan tinggi 3,5 meter. Wilayah keraton berada dalam benteng dikenal “jero benteng” adalah pendapa Kaloran sebagai pusat pemerintahan Bupati Tegal dan tempat mukim pejabat-pejabat teras. Bangunan ini pada jaman Belanda pada tahun 1920 dijadikan gardu listrik untuk menghidupi aliran listrik di kota Tegal.

Meskipun telah banyak perubahan dikarenakan renovasi sana-sini, Pasar Pagi Tegal tidak menghilangkan jejak sejarahnya sebagai sebuah benteng.

Gedung DPRD

Gedung DPRD jaman kolonial Belanda (https://www.tegalkota.go.id)

Bangunan peninggalan Belanda terletak di Jl. Pemuda No.4, Kota Tegal, yang dibangun tahun 1750-an oleh Mathijs Willem de Man (1720-1763) semula menjadi rumah pribadi Residen Tegal. Berada diatas tanah seluas ± 4.600 meter, bangunan gedung DPRD mempunyai luas bangunan ± 1.468 meter dengan panjang bangunan ± 48, 80 meter, lebar ± 30,10 meter dan tinggi bangunan mencapai ± 8 meter.

Gedung DPRD kota Tegal (https://www.kaskus.co.id)

Karesidenan Tegal membawahi wilayah Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang. Pusat pemerintahan karesidenan berada di kompleks yang sekarang dinamakan Gedung DPRD Kota Tegal.

Fungsi bangunan ini berubah menjadi Balai Kota Tegal, pada tahun 1987. Dan gedung ini resmi  menjadi kantor DPR Tegal setelah Balaikota Tegal pindah dari Jl. Pemuda ke Jl. Kigede Sebayu.

Kelenteng Tek Hay Kiong

Kelenteng Tek Hay Kiong

Kelenteng Tek Hay Kiong terletak di Jl. Gurami No. 2, Kota Tegal, didirikan pada tahun tahun ke 17 pemerintahan Kaisar Dao Guang dari Dinasti QING pada tahun 1837 M oleh Kapiten Tan Koen Hway (Chen Kun Huai) bersama rekan-rekannya serta masyarakat Tegal. Berdasarkan prasasti yang ada, pembangunan Kelenteng Tek Hay Kiong ini dianggap sebagai restorasi yang pertama. Yang kemudian disusul oleh restorasi kedua pada dilaksanakan pada tahun 1897, ketiga tahun 1957 dan restorasi keempat dilaksanakan pada tahun 1982.

Stasiun Kereta Api

Stasiun Kereta Api Tegal

Kompleks stasiun Kereta Api Tegal berada di jalan Pancasila, Kolonel Sudiarto dan Semeru. Berdiri diatas tanah seluas ± 2.015 meter, stasiun Tegal memiliki luas bangunan ± 1.802 meter dan panjang ± 67,5 meter serta lebar ± 5,5 meter dan tinggi bangunan ± 8 meter.

Perusahaan trem Belanda JSM (Java Spoorweg Maatschappij) membangun Stasiun Kereta Api Tegal pada tahun 1885. Kemudian pada tahun 1897 Stasiun Kereta Api Tegal dibeli oleh maskapai perkeretaapian SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij. Sebagian bangunannya pada tahun 1918 direnovasi dengan karya arsitek Henri Maclaine Pont.

Gedung Birao (SCS)

Gedung Bekas SCS jaman kolonial Belanda (https://www.tegalkota.go.id)

Gedung Birao atau pada masa Belanda Gedung SCS (Samarang Cheribon Stoomtram Maatschappij) dibangun Belanda pada tahun 1913 terletak di Jl. Pancasila No 2, Kota Tegal. Dengan luas bangunan gedung Birao ± 7.106 meter berdiri diatas tanah seluas ± 11.000 meter. Panjang bangunan ini ± 120 meter dengan lebar ± 42 meter dan tinggi ± 36 meter. Pilihan pada batu bata dan pemakaian kayu, menjadikan bangunan ini unik dan mampu menyesuaikan dengan iklim tropis.

Henry Maclaine Pont (1884-1971) yang merancang bangunan gedung Birao sebagai kantor perusahaan kereta api Semarang Cheriboon Stroomtram Matschappij. Karya-karya Maclaine Ponts banyak tersebar dan menjadi ikon aristektur kolonial. Rancangan antara lain gedung Technische Hogeschool 1918 (sekarang ITB Bandung), Stasiun Tegal (1911), gereja Pohsarang Kediri (1936)  merupakan sejumlah karya Ponts.

Gedung bekas SCS atau Samarang Cheribon Stoomtram Maatschappij

Bersama dengan sahabatnya Thomas Karsten, Maclaine Ponts  banyak mewarnai karya-karya arsitektur Indisch yang memadukan estetika dan fungsi. Ciri khasnya berupa Bangunan yang didesain dengan dasar kebudayaan barat, namun adaptif terhadap keadaan iklim tropis yang kelembaban, curah hujan, dan intensitas cahaya mataharinya tinggi.

Bangunan Birao kini menjadi milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sebelumnya pernah digunakan sebagai bangunan sekolah dan Universitas milik Yayasan Pancasakti. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) pernah dijadikan markas balatentara Jepang. Termasuk saat revolusi kemerdekaan, gedung SCS menjadi simbol perlawanan terhadap pendudukan Jepang oleh para pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Kereta Api (AMKA)

Gedung Dansional (Markas Lanal TNI AL Tegal)

Dansional Tegal atau Markas Lanal Tegal (https://id.wikipedia.org)

Gedung Dansional Tegal yang terletak di Jalan Proklamasi, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah, dibangun tahun 1914. Berada diatas tanah seluas 2.970 meter, bangunan Lanal Tegal ini memiliki luas bangunan 1.069,2 meter dengan panjang 59,40 meter, lebar bangunan 18 meter dan tinggi bangunan mencapai 8 meter.

Bangunan ini dulunya adalah Nederlandsch-Indisch Handelsbank, sebuah lembaga perbankan yang berkaitan dengan pendanaan pada sektor perkebunan. Sekarang digunakan oleh TNI sebagai markas besar di Tegal. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Tegal menjadi lokasi didirikannya Badan Keamanan Rakyat – Laut (BKR Laut) yang merupakan cikal bakal dari pembentukan TNI Angkatan Laut saat ini.

Waterleideng

Bekas Tower Woterleideng Bedrif of Province Maden Java atau PDAM Kota Tegal (https://nurularifiahtegal.blogspot.co.id)

Pada jaman Belanda di tahun 1917, Tower Woterleideng Bedrif of Province Maden Java (Watertoren) dibangun guna untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Tegal. Pada era tahun 60-an, sirine bagian atas menara difungsikan sebagai sirine tanda buka puasa dan tanda imsak. Bangunan ini sekarang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

SMP Negeri 1 Kota Tegal

SMP Negeri 1 Kota Tegal (https://www.tegalkota.go.id)

SMP Negeri 1 Kota Tegal terletak di Jl. Tentara Pelajar No.32, Panggung, Tegal Tim., Kota Tegal, Jawa Tengah, dibangun pada tahun 1917. Bangunan gedung berdiri diatas luas tanah ± 8.888 meter dengan luas bangunan ± 588 meter, lebar bangunan ± 14 meter dan mempunyai tinggi bangunan  ± 8 meter.

Dari tahun 1917  – 1933 digunakan untuk Sekolah Dasar Belanda (sekolah slerok) dengan kepala sekolah pada waktu itu bernama Sleyer.

Menjadi sekolah MULO Belanda  sampai dengan tahun 1945, setelah MULO bubar menjadi SMP Tegal dengan kepala sekolah Raden Anwar dan pada tahun 1958 berdirilah SMP Negeri 1 pada bulan Agustus 1958 sampai sekarang.

Bekas HIS atau SMPN 10 Tegal

Bekas HIS sekarang bernama SMPN 10 (https://kemdikbud.go.id)

Bekas HIS (Hollandsch Indlandsche School), sekarang bernama SMPN 10 terletak di Jl. Kartini, Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah, diperkirakan HIS Tegal didirikan tahun 1917.

Pelaksanaan Politik Etis (Etische Politiek) sebagai hasil gagasan Theodore Conraad van Deventer dan direspon oleh pemerintah kolonial di Belanda tahun 1901, memberikan angin segar bagi penerapan kebijakan pendidikan modern. Pemerintah mengambil alih pendidikan yang sebelumnya dikelola oleh kelompok misionaris atau komunitas tertentu.

Meski dengan terbatas, pembangunan pendidikan era Politik Etis menghasilkan tingkatan pendidikan yang hasilnya oleh pemerintah kolonial digunakan untuk mengisi kebutuhan birokrasi kolonial modern. Etis pendidikan telah menghasilkan kaum elite terpelajar sebagaimana Robert van Niel menyebutnya untuk menggantikan elite lama yang merupakan kaum priyayi.

Bekas HIS sekarang bernama SMPN 10 (https://kemdikbud.go.id)

Di Tegal sendiri sudah berdiri beberapa lembaga pendidikan yang dikelola ulama seperti pondok pesantren K.H Muklas di Panggung dan sekolah THHK (Tiong Hoa Hwe Koan) yang dikelola warga keturunan Tionghoa.

Pendirian sekolah hasil kebijakan Politik Etis di Tegal diperuntukkan untuk warga Eropa atau Indo, elite pribumi serta masyarakat umum. Sekolah yang diperuntukkan untuk masyarakat umum diantaranya adalah Volkschool dengan bahasa pengantar bahasa Melayu. Dari Volkschool, bisa dilanjutkan ke Vervolkschool.  Adapula sekolah yang disebut Eerste school  dan Twedee school.

Sedangkan sekolah yang menggunakan bahasa pengantar Belanda diantaranya Hollandsch Indlandsche School (HIS), Meer Uitgebreid Laager Onderwijs (MULO) serta Algmenee Middelbare School (AMS). HIS merupakan sekolah setingkat SD sekarang ini, MULO setingkat jenjang SMP sedangkan AMS setingkat SMA.

Gedung SUBDEN POM IV/I – 3 Tegal

Gedung SUBDEN POM IV/I – 3 Tegal (https://www.tegalkota.go.id)

Bangunan ini berdiri pada tahun 1920 dan direnovasi pada tahun 1965 yang dibangun diatas tanah seluas ± 2.100 meter dengan luas bangunan ± 636 meter panajang bangunan ± 96,25 meter, lebar bangunan ±34,80 meter dan tinggi bangunan ± 8 meter.

Kantor Pos Besar

Kantor Pos Besar Tegal

Diperkirakan Kantor Pos Besar Tegal teletak di Jl. Proklamasi No.2, Tegalsari, Tegal Bar., Kota Tegal, Jawa Tengah, dibangun sekitar tahun 1930-an yang digunakan untuk Markas Angkatan Laut.

Gedung Pos Tegal memiliki luas bangunan ± 659 meter diatas tanah seluas1.± 210 meter. Dengan panjang bangunan ± 30 meter, lebar bangunan ± 20 meter dan tinggi bangunan ± 7 meter.

Kemudian diserahkan kepada PTT (Posts Telegraafend Telefoon Diensts) pada tahun 1954 dan pada tahun 1961 PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi.

Bioskop Dewa dan Bioskop Dewi

Bekas Bioskop Dewa (Rex) dan Bioskop Dewi (Roxy)

Bioskop Dewa (Rex) dan Bioskop Dewi (Roxy) merupakan bioskop pertama yang hadir di Kota Tegal. Bioskop Dewa dibangun di sebelah selatan alun-alun Kota Tegal sedangkan Bioskop Dewi dibangun di sebelah utara alun-alun. Tidak ada catatan yang jelas, di antara kedua bioskop tersebut siapa yang paling duluan beroperasi. Namun diperkirakan kedua bioskop tersebut sudah berdiri sejak tahun 1930an.

SMPN 8 Tegal

SMPN 8 (https://smpn8kotategal.blogspot.com)

Gedung SMPN 8 terletak di JL. Proklamasi No. 14, Kota Tegal, dibangun Gedung Kerajinan pada tahun 1938, berdirilah Sekolah Kerajinan Negeri (SKN). Sekolah Kerajinan Negeri (SKN) diganti menjadi Sekolah Teknik Negeri III (STIII), kemudian sekarang digunakan untuk SMP Negeri 8.

Sumber: triptrus

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.