Masjid Langgar Tinggi Tambora Jakarta Barat

Masjid Langgar Tinggi (https://www.viva.co.id)

Masjid Langgar Tinggi terletak di Jl. Pekojan Raya No. 43 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Masjid kuno ini dibangun pada tahun 1244 H bertepatan dengan tahun 1829 M. pertama kali dibangun oleh seorang muslim dari Yaman bernama Abu Bakar, dengan luas bangunan 8 x 24 m.

Sejarah

Pintu masuk Masjid Langgar Tinggi

Dari namanya, kemungkinan masjid ini semula hanyalah sebuah langgar atau mushola (tempat shalat; surau), yang terletak di atas sebuah rumah penginapan di tepi Kali Angke. Pada abad ke 19, kali ini masih merupakan jalur pengangkutan dan perdagangan yang sibuk. Abu Bakar Shihab, seorang saudagar muslim asal Yaman, yang kemudian mendirikan tempat penginapan ini dengan langgar di bagian atasnya.

Arsitektur

Ruang utama dengan Mihrab dan Mimbar (https://www.youtube.com)

Arsitektur masjid ini merupakan perpaduan gaya arsitektural Eropa, Tionghoa, dan Jawa. Pengaruh Eropa tampak pada pilar-pilar bergaya neoklasik Toskan. Sementara pengaruh Tionghoa tecermin pada hiasan penyangga balok, dan pengaruh Jawa pada denah dasarnya. Hiasan serupa tugu kecil di atas atap adalah warisan pengaruh Moor.

Lantai masjid terbuat dari bilah-bilah papan kayu yang tebal. Di sisi barat masjid terdapat mihrab dan sebuah mimbar kayu. Mimbar tua (buatan tahun 1859) ini dibawa dari Palembang, sebagai penghargaan bagi Sa’id Na’um.

Pemugaran

Pada November 1833 Masjid Langgar Tinggi diperbaiki oleh Syekh Sa’id Na’um (Sa’id bin Salim Na’um Basalamah), seorang saudagar kaya asal Palembang yang kemudian menjabat sebagai Kapitan Arab di wilayah Pekojan. Kapitan Arab ini diserahi kewenangan untuk mengurus tanah yang diwakafkan oleh Syarifah Mas’ad Barik Ba’alwi, yakni lahan tempat Masjid Langgar Tinggi berdiri dan tempat pemakaman umum di Tanah Abang (kini menjadi lokasi Rumah Susun Tanah Abang di Kebon Kacang). Makam Syarifah Mas’ad Barik Ba’alwi ini berada di dekat Masjid Pekojan.

Setelah masa itu Masjid Langgar Tinggi mengalami beberapa kali renovasi. Kini bagian bawah masjid tidak lagi difungsikan sebagai penginapan, melainkan sebagai kediaman pengurus masjid dan ruang toko. Demikian pula, dengan semakin dangkalnya Kali Angke dan semakin kotor airnya, pintu ke arah sungai yang dahulu kemungkinan dipakai sebagai akses langsung pelancong sungai ke penginapan dan ke masjid kini ditutup.

One thought on “Masjid Langgar Tinggi Tambora Jakarta Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.