Kain Tenun Ikat Kediri Jawa Timur

Beragam tenun ikat Kediri (https://www.goodnewsfromindonesia.id)

Kota Kediri memiliki banyak sekali tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Ada wisata sejarah, wisata religi, wisata belanja dan wisata-wisata lainnya. Walaupun Kota Kediri tidaklah sebesar dan belum terkenal seperti kota lainnya tetapi Kediri tidak kalah menarik untuk masalah tempat wisatanya.

Wisata Belanja di Kota Kediri terdapat salah satu wisata kerajinan khas yaitu tenun ikat Bandar yang terletak di Desa Bandar Kidul. Disana wisatawan dapat berbelanja beragam motif maupun corak tenun ikat dimana setiap kainnya memiliki keunikan tersendiri dan tenun ikat ini merupakan souvenir khas dari Kota Kediri.

Kampung Industri Tenun Ikat Bandar Kidul Kediri (https://www.kediritourism.net)

Di Desa Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, terdapat banyak toko sekaligus home industry dari tenun ikat itu sendiri. Ada sekitar delapan home industry tenun ikat ini, dan salah satu yang cukup lama terkenal adalah home industry Medali Mas. Home industry Medali Mas ini beralamatkan di Kelurahan Bandar Kidul gang VIII nomor 54c, Kediri, Jawa Timur. Tempat ini berbeda dari yang lainnya karena sudah terkenal akan kualitas hasil kain yang sangat rapi dan bagus.

Kerajinan tenun ikat  di Bandar Kidul sempat  mengalami kejayaan namun, akibat adanya  kain  tenun  buatan  pabrik  yang  lebih  murah dan lebih banyak motif mengakibatkan    kerajinan  ini  mengalami kemunduran pada tahun 1980 – an akhir. Pada masa  keterpurukan  tersebut masih ada  beberapa   pengerajin   yang   bertahan   dan memulai dari  awal. Salah   satu   pengrajin mengawali pada tahun 1989 adalah kerajinan  tenun  ikat  “Medali  Mas”  milik Bapak  Munawar.  Dahulu  produk  tenun  ikat di Bandar Kidul masih berupa tenun palikat atau kotak. Seiring dengan perkembangan  zaman, tenun motif Palikat sudah banyak dibuat dengan mesin maka   para pengrajin  tenun  Bandar  mencari  model  lain yakni  tenun  kembang  atau  ceplok  sebagai motif khas Kediri.

Kampung Industri Tenun Ikat Bandar Kidul Kediri (https://www.kediritourism.net)

Kain tenun ikat Kediri diproses mulai dari pewarnaan untaian benang. Ribuan benang diikat dengan rafia untuk proses pewarnaan. Dalam satu helai kain tenun terdiri dari tujuh warna. Dilanjutkan dengan proses pemintalan. Setiap helai kain tenun dibutuhkan selama empat hari.

Motif

Tenun Ikat Bandar Kidul Kediri dihiasi dengan aneka ragam motif hias sehingga  tampak  indah dan menawan ketika dipandang. Secara umum, dapat dibedakan atas beberapa kelompok seperti berikut :

  1. Ragam hias geometris : berupa motif garis lurus, garis melengkung, garis sudut menyudut, garis silang menyilang, garis yang membentuk tanda tambah, segitiga, segi enam, segi delapan dan lingkaran – lingkaran.
  2. Ragam hias    tumbuhan – tumbuhan    : berupa  motif  pohon,  daun,  bunga  dan sulur – suluran atau patra.
  3. Ragam hias binatang : berupa motif jangkrik dan kupu-kupu.

Hal   yang   spesifik   dari   ragam   hias tenun   ikat   adalah   pemberian   nama   ada masing-masing  ragam  hias  seperti  Ceplok (motif bunga yang tertata), Loong (bunga-bunga tidak beraturan), TirtoTirjo (seperti air bergelombang), Corak Garis Miring, Salur (polos dan motif), Walangan, Ceplok Putihan,  Cemoro  Separo,    Lurik, Rang Rang dan Gelombang (seperti TirtoTirjo, namun lebih besar gelombangnya).

Beragam tenun ikat Kediri (https://harian.analisadaily.com)

Berbeda dengan kain tenun Bali dan Lombok yang menggunakan benang tebal, tenun Kediri menggunakan benang halus. Sehingga tak ada yang menyangka jika kain ini ditenun dengan alat tradisional. Kain tenun halus seperti produk mesin tekstil. Setiap helai kain tenun dijual seharga Rp 300-400 ribu. Sedangkan harga kain tenun dari Lombok dan Bali berkisar Rp 200 ribu-Rp 1,2 juta.

Ia mengatakan, tenun ikat merupakan salah satu produk cukup unik di Kediri. Produk itu dibuat dengan cara tradisional dengan ditenun satu per satu dan dijadikan kain. Produknya juga beragam, selain kain ada juga sarung. Kain tenun yang dihasilkan mulai dari kain sarung gombyor, kain misris (biasa), semi sutra, hingga sutra.

Proses Pembuatan

Proses pembuatan sebuah kain tenun ikat memerlukan waktu yang lama karena memerlukan berbagai tahapan pengerjaan. Bahkan sebuah kain tenun ikat dapat memakan waktu hingga seminggu pengerjaan. Untuk mengubah benang hingga menjadi selembar kain tenun ikat setidaknya ada 14 tahapan pengerjaan. Kesemua proses itu dilakukan secara manual oleh tangan terampil tenaga kerja.

Proses tersebut diawali dengan pewarnaan benang sesuai warna yang diinginkan lalu dilanjutkan dengan pemintalan. Lalu ada proses yang cukup penting yaitu pemberian motif yang dilanjutkan dengan pengikatan motif yang juga dilakukan tanpa mesin.

Proses selanjutnya adalah pencelupan benang yang sudah diikat tadi ke dalam cairan pewarna dan penjemuran untuk memperkuat pewarnaan. Benang-benang tersebut kemudian melalui tahapan terakhir yaitu proses tenun. Proses pemberian motif dengan cara mengikat inilah yang membuat kain tenun jenis ini disebut tenun ikat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.