Jilbab Etnik Nusantara (1 dari 2)

Bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Penutup kepala merupakan bagian busana yang cukup penting. Penutup kepala pada wanita berupa selendang, kerudung, sedangkan untuk pria berupa kopiah atau songkok dan ikat kepala atau kuluk.

Sejarah dan Filosofi Penutup Kepala

Pulau-pulau yang tersebar di seluruh Nusantara ini di huni berbagai suku bangsa yang memiliki budaya dan bahasa yang berbeda. Keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh masing-masing suku melahirkan satu budaya multi etnik dan inilah yang menjadi daya tarik bagi Indonesia dan sebagai salah satu ikon Pariwisata.

Fungsi dan Ragam Penutup Kepala

Awalnya penutup kepala pada jaman dahulu dikenakan oleh para nenek moyang kita, disamping sebagai padanan busana kain yang dipakai terutama juga sebagai pelindung matahari. Material yang digunakan berupa bahan atau kain yang tidak terlalu tebal dan lembut, dan disebut selendang. Biasanya berbentuk segi empat panjang dengan ukuran sepertiga atau sengah dari ukuran kain panjang. Kadang juga ada yang berukuran segitiga. Umumnya berwarna cerah, dan bercorak tradisional sesuai dengan budaya masing-masing suku atau daerah.

Fungsi lain dari selendang selain penutup kepala yakni untuk penutup tubuh, untuk mengendong anak atau barang, umtuk mengayunkan anak saat menidurkan, dan pada saat tertentu, misalnya pada upacara perkawinan maupun kematian selendang digunakan sebagai pelengkap upacara. Oleh karena itu pada saat penciptaan selendang selalu disertai dengan makna yang tersirat dalam corak maupun warna kainnya.

Baca : Mengenal Tekstil Tradisional Indonesia

Kain Tenun Yogya

Kain Songket Aceh Kreasi 1

Kain Tenun Aceh Kreasi 2

Kain Tenun Bali

Sumber: Alternatif Jilbab Etnik dari Kain Nusantara oleh Lily T. Erwin, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.