Indonesia Fashion Week 2018 Tema “Cultural Identity” (3 dari 3)

Dian Pelangi tampil bersama 7 desainer populer lainnya yaitu Malik Moestaram, Zaskia Sungkar, Norma Hauri, Ria Miranda, Rani Hatta, Restu Anggraini, dan Barli Asmara di Jakarta Convetion Center (JCC), Jakarta. Delapan desainer tersebut digandeng oleh salah satu sponsor terbesar IFW 2018, Wardah Cosmetics.

Dian Pelangi

Koleksi Dian Pelangi (https://kumparan.com)

Tak seperti biasanya, Dian Pelangi merilis koleksi yang tak terlalu ‘berwarna’. Dian membawa koleksi yang terinspirasi dari kedalaman hutan bertajuk ‘Andewi’. Nama ‘Andewi’ berarti ‘tumbuh-tumbuhan’ dalam bahasa Sansekerta.

Koleksi Dian Pelangi (https://kumparan.com)

Hanya ada tiga warna dominan dalam koleksinya itu, yaitu hitam, hijau, dan keemasan. Dian pun banyak membawa potongan lonceng dalam koleksinya itu, seperti pada detail lengan baju dan celana. Tak ketinggalan, Dian kembali menghadirkan kain songket keemasan sebagai ciri khasnya.

Dewi Sandra mengenakan desain Dian Pelangi “Gaun glowing in the dark” (https://kumparan.com)

Hal yang paling berbeda dari koleksinya itu adalah penampilan terakhir yang menghadirkan ‘gaun glowing in the dark’. Gaun tersebut dipakai oleh Dewi Sandra, sebagai muse pada pertunjukkan itu. Bordir dan payet yang ‘menyala’ itu terinspirasi dari ukiran dinding istana kerajaan Cordoba.

Rani Hatta

Koleksi Rani Hatta (https://kumparan.com)

Rani Hatta menggebrak panggung dengan koleksi bertema ‘militery’ dengan nama ‘Hero’. Rangkaian motif army dengan potongan oversized jacket mendominasi koleksinya.

Koleksi Rani Hatta (https://kumparan.com)

Zaskia Sungkar

Zaskia Sungkar dengan koleksinya (https://www.dream.co.id)

Terinspirasi dari keindahan bintang di langit Dubai. Ia pun mencurahkan gemerlap bintang tersebut ke dalam baju-bajunya. Terlihat detail beading dan akesoris berbahan metal menambah kemewahan koleksi bertajuk ‘Gemintang’ tersebut.

Koleksi Zaskia Sungkar (https://www.dream.co.id)

Malik Moestaram

Koleksi Malik Moestaram

Koleksinya kali ini terinspirasi dari lukisan Eropa. Ia mengadaptasikan keindahan lukisan tersebut ke dalam bordir dan payet yang indah di bagian punggung setiap busananya. Motif floral yang ‘merekah’ berwarna merah, kuning, dan hijau, terlihat kontras dengan keseluruhan gaunnya yang berwarna hitam.

Restu Anggraini

Restu Anggraini juga memberikan kejutan pada koleksinya kali ini. Jika biasanya ia tampil maskulin, kini koleksinya lebih feminin dengan siluet baloon dan detail ruffle. Ia pun menggabungkan siluet tahun 50-an dengan 60-an. Terlihat motif gingham sebagai ‘penyelaras’ koleksi yang bernama ‘Poetic Breeze’ itu.

Norma Hauri

Norma Hauri yang juga menyajikan koleksi yang segar. Ia terlihat melakukan banyak improvisasi pada koleksinya. Meski tetap berpotongan tegas dengan warna yang bold, Norma menyuntikkan gaya ‘Ratu Mary’ dari Edinburgh yang melankolis pada koleksi bertema ‘Noir’ itu.

Barli Asmara

Barli Asmara dengan Koleksinya (https://kumparan.com)

Barli Asmara menutup pertunjukkan kedelapan desainer dengan syahdu. Ia membawa koleksi bertema ‘Dazzling’ yang didominasi oleh gaun klasik ala balerina. Potongan ruffle dengan volume padat mewarnai koleksi tersebut. Kain tulle dan renda memberikan kesan dramatis.

Sumber: detik

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.