Taman Nasional Tesso Nilo Riau

Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN)

Tesso Nilo merupakan Taman Nasional berupa hutan dataran rendah yang masih tersisa di Pulau Sumatera. Kawasan ini terletak di Provinsi Riau dan terbentang di empat kabupaten yaitu Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Kampar. Seluas 38. 576 Ha hutan Tesso Nilo yang terletak di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu ditunjuk menjadi Taman Nasional Tesso Nilo pada 19 Juli 2004. Pada 19 Oktober 2009, taman nasional tersebut diperluas menjadi + 83.068 Ha.

Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ini merupakan habitat gajah dan harimau Sumatera. Dua dari sembilan kantong yang tersisa di Riau berada di Tesso Nilo yaitu pada Taman Nasional Tesso Nilo dan kawasan sekitarnya.

Flora

Diambil dari laman tfcasumatera, hasil penelitian LIPI dan WWF Indonesia (2003), melaporkan bahwa pencacahan pada petak berukuran 1 hektar, ditemukan 360 jenis yang tergolong dalam 165 marga dan 57 suku dengan rincian jumlah jenis pohon 215 jenis dan anak pohon 305 jenis. Bahkan Tesso Nilo juga disebut-sebut sebagai hutan yang terkaya keanekaragaman hayatinya di dunia dengan ditemukannya 218 jenis tumbuhan vascular di petak seluas 200 m2 oleh Center for Biodiversity Management dari Australia pada tahun 2001. Secara umum kondisi habitat di kawasan ini cukup baik dengan penutupan vegetasi lebih dari 90%.

Beberapa jenis tumbuhan yang ada di Tesso Nilo merupakan jenis yang terancam punah dan masuk dalam data red list IUCN, seperti Kayu Batu (Irvingia malayana), Kempas (Koompasia malaccensis), Jelutung (Dyera polyphylla), Kulim (Scorodocarpus borneensis), Tembesu (Fagraea fragrans), Gaharu (Aquilaria malaccensis), Ramin (Gonystylus bancanus), Keranji (Dialium spp), Meranti-merantian (Shorea spp.), Keruing (Dipterocarpus spp.), Sindora leiocarpa, Sindora velutina, Sindora Brugemanii, dan jenis-jenis durian (Durio spp.) serta beberapa jenis Aglaia spp.

Dari hasil penelitian LIPI (2003) di kawasan hutan Tesso Nilo juga ditemukan tidak kurang dari 83 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat dan 4 jenis tumbuhan untuk racun ikan. Jenis tumbuhan obat dan bahan racun tersebut terdiri dari 80 marga yang termasuk 48 suku dan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi sekitar 38 penyakit. Tanaman obat terpenting yaitu jenis yaitu pagago (Centella asiatica) dan patalo bumi (Eurycoma longifolia). Pagago sudah dibudidaya masyarakat lokal ditanam di pekarangan, sedangkan patalo bumi belum dibudidaya padahal sering dimanfaatkan sebagai fitofarmaka dan memiliki nilai jual tinggi.

Fauna

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) – https://www.attayaya.net

Kawasan hutan ini mempunyai daerah yang basah dan kering sehingga memungkinkan untuk berkembangnya kehidupan satwa liar, diantaranya gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), rusa (Cervus timorensis russa), siamang (Hylobathes syndactylus syndactylus), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus). LIPI dan WWF Indonesia (2003), melaporkan bahwa kawasan Tesso Nilo memiliki indeks keanekaragaman mamalia yang tinggi yakni 3,696; dijumpai 23 jenis mamalia dan dicatat sebanyak 34 (16,5% dari 206 jenis mamalia yang terdapat di Sumatera) jenis dimana 18 jenis berstatus dilindungi serta 16 jenis termasuk rawan punah menurut IUCN.

Daftar jenis mamalia di TNTN yang Dilindungi

No Species Nama Indonesia Status IUCN
1 Cervus unicolor Rusa sambar
2 Muntiacus muntjak Kijang mencek
3 Tragulus javanicus Pelanduk kancil
4 Tragulus napu Pelanduk napu
5 Tapirus indicus Tapir cipan Vulnerable
6 Elephas maximus Sumatranus Gajah sumatera Endangered
7 Manis javanica Trenggiling peusing Endangered
8 Helarctos malayanus Beruang madu Vulnerable
9 Lutrogale perspiciliata Berang-berang Vulnerable
10 Neofelis nebulosa Macan dahan Vulnerable
11 Panthera tigris sumatrae Harimau sumatera Endangered
12 Pardofelis marmorata Kucing Near threatened
13 Prionailurus bengalensis Kucing kuwuk
14 Prionailurus planiceps Kucing emas Vulnerable
15 Arctictis binturong Binturung muntu Vulnerable
16 Hystrix brachyura Landak sumatera Vulnerable
17 Trachypithecus auratus Lutung budeng Vulnerable
18 Hylobates agilis Owa Near threatened

Untuk burung, tercatat 114 jenis burung dari 28 famili. Total jenis burung yang ditemukan tersebut merupakan 29% dari total jenis burung di Pulau Sumatera yaitu 397 jenis. Ada satu jenis yang merupakan catatan baru secara ilmiah untuk daerah sebarannya yaitu Kipasan gunung Rhipidura albicollis dan ada jenis endemik Sumatera dan Kalimantan dengan sebaran terbatas dihutan pamah, sudah terancam tetapi belum dilindungi yaitu Empuloh paruh kait Setornis criniger.

Jenis burung yang langka dan atau dilindungi antara lain: Elang ular bido (Spilornis cheela), Alap-alap capung (Microchierax fringillarius), Kuau (Argusianus argus), Ceyx rufidorsa, Lacedo pulchella, Halcyon pileata, Aceros corrugates, Anorrhinus galeritus, Anthracoceros malayanus, Rangkong badak – Buceros rhinoceros, Buceros bicornis, Hypogramma hypogrammicum, Arachnothera crassirostris, Pijantung kecil (Arachnothera longirostra).

Berdasarkan hasil survey LIPI (2003) juga teridentifikasi:

a. Burung yang berperan dalam mempertahankan ekosistem hutan di Tesso Nilo:

  1. Pemangsa puncak – mengendalikan populasi satwa lain untuk menjaga keseimbangan ekosistem: Elang ular Spilornis cheela
  2. Sebagai penyerbuk: Hypogramma hypogrammicum, (Burung-madu Rimba), Arachnothera longirostris,(Pijantung kecil), Arachnothera crassirostris (Pijantung kampung)

b. Sebagai pemencar biji yaitu pemakan buah seperti: Julang jambul hitam Aceros corrugates, Enggang klihingan Anorrhinus galeritus, Kangakreng hitam Anthracoceros malayanus, Rangkong badak Buceros rhinoceros, Rangkong papan Buceros bicornis.

c. Indikator kerusakan hutan: Tukik tikus Sasia abnormis, Caladi badok Meiglyptes tukki

d. Burung yang tercatat dimanfaatkan penduduk untuk konsumsi: Rangkong badak (Buceros rhinoceros), Kuau (Argusianus argus), Penyul (Rollulus rouloul), Ayam hutan (Gallus gallus), Sempidan (Lophura ignita), Punai lengguak (Treron curvirostra), Punai kecil (Treron olax), Punai bakau (Treron fulvicollis), Punai gagak (Ptilinopus jambu), Walik jambu (Chalcophaps indica).

e. Burung yang tercatat dipelihara atau diperdagangkan oleh penduduk: Perkutut (Geopelia striata), Nuri tanau (Psittinus cyanurus), serindit (Loriculus galgulus), betet ekor panjang (Psittacula longicauda) dan beo Sumatera (Gracula religiosa).

Jenis ikan yang ditemukan di kawasan Tesso Nilo sebanyak 50 jenis yang mewakili 31 genera, 16 suku dan 4 ordo di Sungai Sawan, Sangkalalo, dan Mamahan. Jumlah ini mencapai 18% dari jumlah jenis ikan yang ada di Pulau Sumatera yaitu sebanyak 272 jenis. Kelimapuluh jenis tersebut terdiri dari Cyprinid (18 jenis),Bagridae (5 jenis), Belontidae (4 jenis), Siluridae (4 jenis), Akysidae (3 jenis), Channidae (3 jenis), Balitoridae(2 jenis), Mastacembelidae (2 jenis), Chacidae (1 jenis), Clariidae (1 jenis), Pristolepididae (1 jenis),Luciocephalidae (1 jenis), Belonidae (1 jenis), dan Hemirhampidae (1 jenis).

Kelompok herpetofauna terdiri dari 33 jenis yang dibedakan lagi menjadi 15 jenis reptilia yaitu 8 jenis ular, 2 jenis londok/bunglon, 2 jenis cicak terbang, 2 jenis buaya air tawar dan 1 jenis bulus/labi-labi. Delapan belas jenis lainnya dari amfibia yaitu 1 jenis katak serasah, 2 jenis kodok, 1 jenis katak percil, 1 jenis katak lekat dan 12 jenis katak (5 jenis katak, 1 jenis bancet dan 6 jenis kongkang) serta 1 jenis katak pohon.

Jenis-jenis serangga yang terdapat di hutan Tesso Nilo yaitu: Kumbang (Coleoptera), Cocopet (Dermaptera), Lalat (Diptera), Kepik (Hemiptera), Tonggeret/Wereng (Homoptera), Lebah, tawon, semut (Hymenoptera), Laron (Isoptera), Kupu dan Ngengat (Lepidoptera), Undur-undur (Neuroptera), Capung dan capung jarum (Odonata), Belalang, jangkrik, kecoa (Orthoptera).

Musim kunjungan terbaik: Sepanjang tahun kecuali Juni – September.

Cara pencapaian lokasi

Jakarta – Pekanbaru (pesawat ± 2 jam).

  • Pekanbaru – Pangkalan Kerinci (roda empat ± 64 km ± 1 jam 30 menit)
  • Pangkalan Kerinci – Ukui – Lubuk Kembang Bunga (roda empat ± 3 jam)

Informasi lebih lanjut hubungi

Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Jl. Raya Langgan KM 4
Pangkalan Kerinci, Pelalawan – Riau
Telp/faxs: +62 761 494728
Website: https://tntessonilo.com

admin

Leave a Reply