Taman Nasional Gunung Ciremai Jawa Barat

Taman Nasional Gunung Ciremai termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka dengan luas +15.500 Ha, yang berbatasan langsung dengan 25 desa di Kabupaten Kuningan dan 20 desa di Kabupaten Majalengka. Hutan di kawasan TNGC sebagian besar merupakan hutan alam primer (virgin forest) yang dikelompokkan ke dalam hutan hujan dataran rendah, hutan hujan pegunungan dan hutan pegunungan sub alpin. Gunung Ciremai merupakan gunung api soliter dengan kawah ganda (barat dan timur) dengan radius 600 meter dan kedalaman 250 meter.

Flora

Beragam bunga Anggrek di TNGC (https://www.kuningankab.go.id)

Hutan Gunung Ciremai memiliki + 119 koleksi tumbuhan terdiri dari 40 koleksi anggrek dan 79 koleksi non-anggrek termasuk koleksi tanaman hias yang menarik seperti Kantong semar (Nepenthaceae) dan Dadap Jingga (Erythrina sp). Jenis-jenis anggrek yang mendominasi adalah jenis anggrek Vanda tricolor dan Eria sp, sedangkan jenis anggrek terestial yang mendominasi adalah Calenthe triplicata, Macodes sp, Cymbidium sp dan Malaxis iridifolia.

Secara umum vegetasi hutan Gunung Ciremai didominasi keluarga Huru (Litsea spp), Mareme (Glochidion sp), Mara (Macaranga tanarius), Saninten (Castonopsis argentea.), Sereh Gunung(Cymbophogon sp), Hedychium sp. Ariasema sp. dan Edelweis (Anaphalissp) (LIPI, 2001).

Fauna

Surili (Presbytis comata) terancam kepunahan (https://id.wikipedia.org)

Satwa langka di kawasan Gunung Ciremai, antara lain: Macan Kumbang atau Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas), Surili (Presbytis comata), dan Elang Jawa (Spyzaetus bartelsi). Jenis satwa lainnya adalah Lutung (Presbytis cristata), Kijang (Muntiacus muntjak), Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Ular Sanca (Phyton molurus), Meong Congkok (Felis bengalensis), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis), Ekek Kiling (Cissa thalassina), Sepah Madu (Perictorus miniatus), Walik (Ptilinopuscinctus), Anis (Zoothera citrina) dan berbagai jenis burung berkicau lainnya.

Cica Matahari (Crocias albonotatus) terancam kepunahan (https://www.jitunews.com)

Di kawasan TNGC juga terdapat ± 20 jenis burung sebaran terbatas yang di dalamnya terdapat 2 jenis burung terancam punah yaitu Cica Matahari (Crocias albonotatus) dan Poksai Kuda (Garrulax rufrifons) serta 2 jenis burung status rentan yaitu Ciung Mungkal Jawa (Cochoa azurea) dan Celepuk Jawa (Otus angelinae) sehingga kawasan TNGC menjadi daerah penting untuk burung ( Important Bird Area ) dengan kode JID024 (Bird Life International Indonesia tahun 1998).

Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d September setiap tahunnya.

Beberapa lokasi atau obyek yang menarik untuk dikunjungi:

1. Wisata Alam

Panorama alam Gunung Ciremai cukup unik dan variatif serta memiliki nilai estetika yang tinggi seperti pesona sunrise dipuncak Ciremai, hutan alam yang indah, keindahan air terjun di daerah lembah, pemandian alam dan sumber air panas. Wisata alam yang berada di dalam kawasan wilayah Kuningan antara lain :

• Lembah Cilengkrang, Curug Sabuk ( Pajambon)
• Telaga Remis dan air deras Paniis (Pasawahan)
• Curug putri (Cigugur)
• Situ Cicereum
• Pemandian alam Cibulan, Pemandian alam Cigugur

Sedangkan di wilayah Majalengka antara lain:

• Curug Sawer (Argapura)
• Curug Tonjong dan panorama alam Sadarehe (Rajagaluh)
• Situ Sangiang

2. Mendaki Gunung

Sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai merupakan salah satu tujuan utama pendakian generasi muda dan pecinta alam dengan rata-rata kunjungan setiap tahunnya diperkirakan mencapai 15.000 orang. Terdapat tiga jalur pendakian yaitu jalur Linggarjati dan Palutungan di Kabupaten Kuningan serta jalur Apuy di Kabupaten Majalengka.

Jalur Pendakian Linggarjati

Lokasi : Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan
Kegiatan : Pendakian, pengamatan flora fauna, pemandangan alam
Aksesibilitas : ± 4,5 km dari Kantor Balai TNGC menggunakan kendaraan ± 15 menit dan 8,6 km menuju puncak gunung (9 pos)
Sarana prasarana: Pos tiket, pos jaga, shelter, papan petunjuk, papan larangan

Jalur Pendakian Palutungan

Lokasi : Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan
Kegiatan : Pendakian, pengamatan flora fauna, pemandangan alam
Aksesibilitas : ± 13 km dari kantor Balai TNGC menggunakan kendaraan ± 45 menit dilanjutkan 9,8 km menuju puncak (9 pos)
Sarana prasarana : Pos tiket, pos jaga, shelter, papan petunjuk, papan larangan

Jalur Pendakian Apuy

Lokasi : Desa Argamukti, Kec Argapura, Kab Majalengka
Kegiatan : Pendakian, pengamatan flora fauna, pemandangan alam
Aksesibilitas : ± 17 km dari kantor Seksi PTN Wilayah II Majalengka menggunakan kendaraan ± 45 menit dan 8 km menuju puncak (5 pos)
Sarana prasarana : Pos tiket, pos jaga, shelter, papan petunjuk, papan larangan

3. Bumi Perkemahan (Buper)

Buper Balong Dalem

Lokasi : Desa Babakan Mulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan
Kegiatan : Berkemah, jalan-jalan, berenang, pemandian alam, sumber mata air, pemandangan alam.
Aksesibilitas : ± 2 km dari Kantor Balai TNGC menggunakan kendaraan ± 10 menit
Sarana prasarana : Pintu gerbang

Buper Cibeureum

Lokasi : Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan
Kegiatan : Berkemah, jalan-jalan, pengamatan flora fauna
Aksesibilitas : ± 0.5 km dari kantor seksi PTN Wilayah I Kuningan menggunakan kendaraan ± 5 menit
Sarana prasarana : Lapangan bola

Buper Cibunar

Lokasi : Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan
Kegiatan : Berkemah, jalan-jalan, pemandangan alam
Aksesibilitas : Pos1 jalur pendakian linggarjati
Sarana prasarana : Pos jaga, papan nama

Buper Cikole

Lokasi : Desa Padamatang, Kec Pasawahan, Kab Kuningan
Kegiatan : Berkemah, jalan-jalan, sumber mata air
Aksesibilitas : ± 7 km dari kantor Seksi PTN Wilayah I Kuningan menggunakan kendaraan ± 30 menit
Sarana prasarana : –

Buper Cipanteun

Lokasi : Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka
Kegiatan : Berkemah, jalan-jalan, pemandangan alam
Aksesibilitas : ± 16 km dari pintu masuk kantor Seksi PTN Wilayah II Majalengka menggunakan kendaraan ± 45 menit
Sarana prasarana : –

Buper Palutungan dan Curug Putri

Lokasi : Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan
Kegiatan : Berkemah, wisata air terjun, pemandangan alam, outbond
Aksesibilitas : ± 14 km dari kantor Balai TNGC menggunakan kendaraan ± 40 menit Sarana prasarana : Pos tiket, shelter, papan petunjuk, papan larangan, MCK, mushalla, warung.

Buper Singkup dan sumber air Paniis

Lokasi : Desa Paniis dan Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan
Kegiatan : Berkemah, sumber mata air
Aksesibilitas : ± 5 km dari kantor seksi PTN wilayah II Majalengka menggunakan kendaraan ± 20 menit
Sarana prasarana : Pos tiket, pos jaga, shelter, papan larangan, MCK, mushalla, warung

Buper Woodland Hulu Ciawi

Lokasi : Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan
Kegiatan : Berkemah, jalan-jalan, susur aliran sungai, outbond
Aksesibilitas : ± 1 km dari kantor seksi PTN Wilayah I Kuningan dengan menggunakan kendaraan ± 5 menit
Sarana prasarana : Pintu gerbang masuk

Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Agustus setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi

  • Jakarta – Cirebon (roda empat/KA ± 225 ± 5 jam)
  • Cirebon – Kuningan (roda empat ± 45 km ± 1 jam)
  • Jakarta – Kuningan (roda empat ± 241 km ± 6 jam)
  • Kuningan – Majalengka – Cikijing (roda empat + 10 km ± 20 menit)
  • Cikijing – Pintu Masuk Jalur pendakian Apuy (Pos I Berod jalur pendek ke puncak ± 3.078 mdpl + 7,6 km) ± 5 jam

Informasi lebih lanjut hubungi

Kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC)
Jl. Raya Kuningan-Cirebon Km.9 No.1
Manis Lor Jalaksana, Kuningan 45554 – Jawa Barat.
Telp : 0232-613152
Fax : 0232-613152
Email : : bTaman Nasional_gciremai@ymail.com
Website : www.tngciremai.com

One thought on “Taman Nasional Gunung Ciremai Jawa Barat

Leave a Reply