Museum Negeri Provinsi Riau Sang Nila Utama

Museum Negeri Provinsi Riau (https://nasional.republika.co.id)

Museum Negeri Provinsi Riau terletak di Jl. Jenderal Sudirman No. 194, Tangkerang Selatan, Pekanbaru  28282

Museum Sang Nila Utama adalah sebuah museum tentang sejarah dan budaya Melayu Riau. Sang Nila Utama merupakan nama seorang raja Bintan yang berkuasa pada abad ke- 13 masehi. Museum ini menyimpan kurang lebih 3.886 koleksi yang diperbaharui setiap tahunnya. Memasuki museum ini, kita seolah kembali pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan melayu di Riau. Masa yang penuh intrik dan rahasia namun unik yang keindahannya masih tergambar dan terasa jelas di museum itu.

Koleksi

Setelah ditetapkannya Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, pengelolaan museum ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah, di bawah Dinas Kebudayaan, Kesenian, dan Pariwisata Provinsi Riau. Koleksi museum ini berjumlah 4.298 buah, berupa koleksi geologi, biologi, etnografi, arkeologi, sejarah, numismatik/heraldik, filologi, keramik, dan seni rupa.

Bangunan

Dikutip dari laman riaumagz, bangunan museum ini masih mempertahankan gaya bangunan khas melayu. Ketika memasuki gerbang museum, gedung-gedung membentuk huruf  U. Di sisi kiri kompleks museum terdapat bangunan aula yang disewakan untuk umum. Kemudian diikuti dengan bangunan kantor administrasi, kantor kepala museum, kantor penyimpanan dan perawatan benda-benda koleksi.

Di halaman depan museum terdapat koleksi yang lumayan besar, berupa miniatur alat pengeboran minyak sumbangan dari perusahaan minyak Chevron. Di halaman belakang terdapat koleksi kerangka ikan paus. Saat memasuki gedung utama, kita akan disambut oleh petugas yang ramah.

Di sisi kanan Museum Sang Nila Utama terdapat bangunan utama yang mengarah langsung ke jalan Sudirman. Inilah gedung pameran tempat pengunjung dapat menyaksikan beragam benda-benda pusaka bersejarah.

Gedung ini terdiri dari dua lantai dengan ruang utama terletak di lantai dua. Sebuah tangga menyambungkan antara halaman dengan lantai dua, yang juga sebagai lobby menerima tamu. Sehingga untuk mengakses lantai bawah atau lantai pertama, pengunjung harus ke lantai dua terlebih dahulu. Di sisi kanan dan kiri lantai dua terdapat tangga menuju ke lantai satu.

Lantai dua

Setiap lantai memuat benda-benda koleksi yang berbeda-beda. Menyusuri museum ini dari sisi sebelah kanan. Setelah mengisi buku tamu di meja tamu yang terdapat di lobby pameran. Di sisi sebelah kanan itu terdapat bedug raksasa, seolah mengucapkan selamat datang, ia berdiri tegap di sana.

Kemudian kita memasuki ruangan pameran dengan pintu berpelitur ukiran melayu. Ruang pameran pertama ini menyajikan sejarah Riau, foto-foto rumah adat melayu Riau (saat ini sudah sangat sulit ditemukan), foto-foto para pejuang dan tokoh-tokoh budaya-wan Riau. Kemudian foto sepuluh gubernur Riau dari tahun 1958-2013, yaitu:

  1. SM. Amin, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Ke 1 1958-1960
  2. Kaharudin Nasution, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Ke II 1960-1966
  3. Arifin Achmad, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Ke III 1966-1978
  4. Soebrantas S, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Ke IV 1978-1980
  5. Prapto Prayitno, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Ke V 9 Juni-2 Oktober 1980
  6. Imam Munandar, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Ke VI 1980-1988
  7. Mur Subero, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Ke VII 1988
  8. Soeripto, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Ke VIII 1988-1998
  9. Saleh Djasit SH Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Ke IX
  10. HM Rusli Zainal, Gubernur Riau

Foto para gubernur Riau (https://kelilingriau.blogspot.co.id)

Koleksi guci-guci antik dari Cina kurun waktu sekitar abad ke- 15 masehi yang ditemukan di bawah laut. Di sini juga terdapat berbagai benda-benda kerajaan melayu yang pernah berjaya di Riau. Seperti kait kelambu yang terbuat dari perak, kemudian ada caping yang berbentuk hati, dihiasi ukiran bunga dengan bagian kiri dan kanan menggunakan rantai yang terbuat dari manik-manik. Caping digunakan untuk menutup alat kelamin wanita pada masa itu.

Koleksi museum (https://kelilingriau.blogspot.co.id)

Sebuah sepeda ontel yang menjadi kebanggaan yang dulunya adalah sarana transportasi Soeman HS, seorang tokoh Sastra dan Budaya Riau juga dipanjang di bagian ini.

Sepeda ontel milik Soeman HS (https://bilikkreatif.com)

Di sini juga terdapat Soluk, yaitu mahkota raja dari Taluk Kuantan yang terbuat dari emas dan keramik. Berikutnya juga ada baju besi dengan senjata api berpeluru sebesar bola pimpong.

Lantai satu

Jika kita tidak menuruni tangga untuk ke lantai pertama, maka kita akan sampai di sayap kiri Museum Sang Nila Utama. Di sini terdapat pajangan sumber daya alam Riau yang terkenal yaitu minyak bumi dan replika istana-istana kerajaan di Riau, serta prasasti-prasasti yang temukan di Riau. Salah satunya adalah Prasasti Pasir Panjang yang berisikan pemujaan terhadap Shidarta Gautama.

Dijumpai replika candi muara takus yang konon merupakan candi pertama di Indonesia, sementara para ahli memperkirakan candi ini dibangun pada abad 4-7 masehi pasa jaman kerajaan Sriwijaya.

Di sini juga terdapat perahu khas Riau, replika rumah adat yang terbuat dari kayu sehingga tampak seperti aslinya. Hewan-hewan endemik Riau, seperti Harimau Sumatera dan Beruang Madu. Aneka rupa pakaian pengantin di Riau. Ternyata setiap kabupaten di Riau memiliki ciri khas baju pengantin yang berbeda-beda. Di sini juga dipajang replika pelaminan dan kamar tidur pengantin melayu Riau.

Koleksi museum (https://kelilingriau.blogspot.co.id)

Di sisi lain ruangan terdapat benda-benda peninggalan Belanda seperti senjata api, tustel, teropong hingga telephone engkol. Di sini juga terdapat wayang-wayang hingga aneka rupa topeng yang biasanya ditemukan di tanah Jawa.

Museum Negeri Provinsi Riau “Sang Nila Utama”
Jl. Jenderal Sudirman No. 194
Tangkerang Selatan, Pekanbaru  28282
Buka: Selasa – Minggu, Senin tutup, 08.00 – 15.00 WIB
Telp.:  (0761)  33466
Faks.: (0761) 40195

Leave a Reply