Mengenal Bahasa Jakarta

Kamus Dialek Jakarta (http://liputan6.com)

Suku Betawi adalah sebuah suku bangsa di Indonesia yang penduduknya umumnya bertempat tinggal di Jakarta.

Sejumlah pihak berpendapat bahwa Suku Betawi berasal dari hasil perkawinan antar etnis dan bangsa pada masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Melayu, Jawa, Arab, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Tionghoa.

Etimologi Betawi

(https://www.bekasiurbancity.com)

Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni Jakarta dan bahasa Melayu Kreol yang digunakannya, dan juga kebudayaan Melayunya. Mengenai asal mula kata Betawi, menurut para ahli dan sejarahwan ada beberapa acuannya:

  • Pitawi (bahasa Melayu Polynesia Purba) yang artinya larangan. Perkataan ini mengacu pada komplek bangunan yang dihormati di Candi Batu Jaya. Sejarahwan Ridwan Saidi mengaitkan bahwa Kompleks Bangunan di Candi Batu Jaya, Tatar Pasundan, Karawang merupakan sebuah Kota Suci yang tertutup, sementara Karawang, merupakan Kota yang terbuka.
  • Betawi (Bahasa Melayu Brunei) digunakan untuk menyebut giwang. Nama ini mengacu pada ekskavasi di Babelan, Kabupaten Bekasi, yang banyak ditemukan giwang dari abad ke-11 M.
  • Flora guling Betawi (cassia glauca), famili papilionaceae yang merupakan jenis tanaman perdu yang kayunya bulat seperti guling dan mudah diraut serta kukuh. Dahulu kala jenis batang pohon Betawi banyak digunakan untuk pembuatan gagang senjata keris atau gagang pisau. Tanaman guling Betawi banyak tumbuh di Nusa Kelapa dan beberapa daerah di pulau Jawa dan Kalimantan. Sementara di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, guling Betawi disebut Kayu Bekawi. Ada perbedaan pengucapan kata “Betawi” dan “Bekawi” pada penggunaan kosakata “k” dan “t” antara Kapuas Hulu dan Betawi Melayu, pergeseran huruf tersebut biasa terjadi dalam bahasa Melayu.

Kemungkinan nama Betawi yang berasal dari jenis tanaman pepohonan ada kemungkinan benar. Menurut Sejarahwan Ridwan Saidi Pasalnya, beberapa nama jenis flora selama ini memang digunakan pada pemberian nama tempat atau daerah yang ada di Jakarta, seperti Gambir, Krekot, Bintaro, Grogol dan banyak lagi. “Seperti Kecamatan Makasar, nama ini tak ada hubungannya dengan orang Makassar, melainkan diambil dari jenis rerumputan”.

Sehinga Kata “Betawi” bukanlah berasal dari kata “Batavia” (nama lama kota Jakarta pada masa Hindia Belanda), dikarenakan nama Batavia lebih merujuk kepada wilayah asal nenek moyang orang Belanda. (dikutip dari wikipedia)

Dialek Betawi

Dialek Betawi (https://infojakartakita.blogspot.co.id)

Betawi sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu dialek Betawi tengah dan dialek Betawi pinggir. Dialek Betawi tengah umumnya berbunyi “é” sedangkan dialek Betawi pinggir adalah “a”. Dialek Betawi pusat atau tengah seringkali dianggap sebagai dialek Betawi sejati, karena berasal dari tempat bermulanya kota Jakarta, yakni daerah perkampungan Betawi di sekitar Jakarta Kota, Sawah Besar, Tugu, Cilincing, Kemayoran, Senen, Kramat, hingga batas paling selatan di Meester (Jatinegara).

Dialek Betawi pinggiran mulai dari Jatinegara ke Selatan, Condet, Jagakarsa, Depok, Rawa Belong, Ciputat hingga ke pinggir selatan hingga Jawa Barat. Contoh penutur dialek Betawi tengah adalah Benyamin S., Ida Royani dan Aminah Cendrakasih, karena mereka memang berasal dari daerah Kemayoran dan Kramat Sentiong. Sedangkan contoh penutur dialek Betawi pinggiran adalah Mandra dan Pak Tile. Contoh paling jelas adalah saat mereka mengucapkan kenape ‘kenapa’. Dialek Betawi tengah jelas menyebutkan “é”, sedangkan Betawi pinggir bernada “a” keras mati seperti “ain” mati dalam cara baca mengaji Al Quran.

Beberapa perbedaan bahasa betawi dengan bahasa Indonesia

BAHASA INDONESIA BAHASA BETAWI
Aduhai Denok
Angkat Dopong
Bandel Bader
Bandel Blagajul
Bantet Bagol
Bengkak Modroh
Buah melinjo Ninjo
Campur Sadur
Cantik Mayang
Cape Goroh
Cuman Tibang
Dangkal Cetek
Ganjen Demplon
Golok Bendo
Harus Kudu
Jalan-jalan Ngelancong
Kan Pan
Kayanya Romanye
Kedepanya/akan datang Junjrungan
Kelelawar Codot
Keong Kiong
Kepiting Kuyu
Ketawan Kegep
Kura-kura Kuya
Lama Tungkulan
Larut Nenep
Lembek Geyeh
Lempar Takol
Lindung Belut
Luka Gesang
Luka kulit Ledes
Makan,Ngemil Ngayem,Gares
Manis Botoh
Mesjid Langgar
Nandak Joged
Naro Nanggok
Nyangkut Nyangsang
Pacar Taisen
Pasanagan Timpalan
Peci Songkok
Pegel-pengel/ngilu Meluang
Pergi Minggat
Pincang Sengkle,Pengkor
Saya Aye
Selokan, Kubangan Tegalan
Siang hari Tengahari
Silat Maen Pukul/Maenan
Sirsak Nangkelande
Somplak Bompal
Tenggorokan/Leher Laklakan
Terlalu matang sehingga rusak Lodoh
Tidak bisa diem Pecicilan
Tidak utuh Somplak
Timpah Bagel
Ular Ula
Wara-wiri Mondar-mandir
Yang Nyang

(https://achielmuezza.blogspot.co.id)

Bahasa Betawi Bekasi

  1. Bagenin = biarin aja
  2. Goroh = bohong
  3. Awang = malas
  4. Kaga danta = kaga jelas

contoh :

“Et dah itu tivi gambarnya kaga danta  bangat ya…banyak bangat semut romanannya”

  1. Tesi = sendok
  2. Kempek = tas
  3. Bokor = rantang
  4. Batok = gayung
  5. keduman = kebagian

contoh : “keduman kaga lu tong nasi besek nya?”

  1. Ilokan ah = masa sih?
  2. purik = ngambek
  3. bagel = nimpuk
  4. Gasik = Cepet
  5. Bodo nanan = bodo amat
  6. Bader = bandel.
  7. Montong = jangan/jangankan

Contoh: Montong-montong duit gocap, ceban juga ora punya (Jangankan duit limapuluh, sepuluh ribu juga tidak punya)

  1. Poko = pohon
  2. Bagen = biarin
  3. Tepinin/antepin = biarin
  4. Orag = guncang/mengguncang
  5. Sengget = ambil ( biasanya ngambil buah yang di atas pake bambu/kayu)
  6. Gogoh = tangkap/ nangkap (tangan kosong), udah di gogoh aja dari pada di pancing
  7. Geprak = memukul dengan kayu atau benda lain
  8. Sregep = cekatan
  9. Gebah = usir, biasanya di pake buat ngusir bintang
  10. Ngoyos = bersihin rumput liar di tanaman padi
  11. Obong = bakar
  12. Garang = panggang
  13. Benjut = benjol
  14. Bengep = lebam

Leave a Reply