Wisata Sejarah di Kabupaten Langkat Sumatera Utara

Kabupaten Langkat sebagai daerah bekas kerajaan dan secara turun temurun pergantian raja hingga ke zaman Kesultanan Langkat di era abad ke XVIII, dan Langkat merupakan bekas jajahan Belanda dan Jepang, maka banyak peninggalan benda-benda bersejarah yang kini sebahagian sudah punah, hampir punah, dan masih utuh. Ini perlu dilestarikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, sejarah dan penelitian serta wisata.

Terdapat 103 benda cagar budaya di Langkat yang perlu dilestarikan diantaranya, Masjid Kayu tertua Bingai, Masjid Raya Selesai, Masjid Raya Stabat, Madrasah Jamaiyah Mahmudiyah, tempat pembakaran Alquran di Komplek Masjid Azizi Tanjungpura, Penjara Tanjung Pura, Komplek Makan Raja atau Sultan Langkat, Gedung Lama SMP 1 Tanjungpura yang dulunya HIS, SD 1 Tanjungpura dan lain sebagainya.

Masjid Azizi

Masjid Azizi (https://anthonynh.blogspot.com)

Masjid tersebut berjarak sekitar 200 meter dari istana Sultan Langkat, yakni Istana Kota Baru dan Istana Darul Aman. Letaknya pun hanya sekitar 50 meter dari Madrasah Maslurah dan Madrasah Aziziah yang merupakan sekolah dan perguruan tinggi jamaah Mahmudiyah Litholabil Khairiyah.

Masjid Azizi (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Pada awalnya, pembangunan Masjid Azizi dilaksanakan atas saran Syekh Abdul Wahab Babussalam pada masa pemerintahan Sultan Langkat Haji Musa, yakni pada tahun 1899. Akan tetapi, Haji Musa meninggal pada saat masjid masih dalam proses pembangunan. Sehingga pembangunan masjid dilanjutkan oleh puteranya, Sultan Abdul Azizi Abdul Jalil Rahmad Syah. Oleh karena itu, nama ‘Azizi’ berasal dari nama putera Sultan Haji Musa yang menyelesaikan pembangunan masjid pada tahun 1902.

>

Baca: Masjid Azizi

Bekas Gedung Kerapatan (Museum Langkat)

Bekas Gedung Kerapatan (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Bekas Gedung Kerapatan berada hanya beberapa meter dari komplek Masjid Azizi, Jl. Lintas Medan – Jl. Banda Aceh No.285, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara 20853, dibangun oleh Sultan Abdul Aziz, Sultan ke dua pada tahun 1905, tiga tahun pasca selesainya Masjid Azizi Langkat (1902) hingga bentuknya hampir sama. Gedung ini sering disebut Gedung Bina Pancasila oleh masyrakat setempat dan merupakan tempat berkantornya Tengku Amir Hamzah saat menjadi Kepala Mahkamah Kesultanan Langkat. Sekarang Gedung Kerapatan berubah fungsi menjadi gedung museum daerah Langkat. Di dalamnya terdapat beberapa peninggalan dari Tengku Amir Hamzah dan Kesultanan Langkat.

Madrasah Jama’iyah Mahmudiyah

Madrasah Jama’iyah Mahmudiyah (https://tanjungpurabangkit.wordpress.com)

Madrasah Jama’iyah Mahmudiyah merupakan sarana pedidikan agama yang didirikan oleh Sultan Abdul Aziz pada tahun 1912. Nama Mahmudiyah diambil dari nama Sultan Mahmud. Madrasah ini berada tak jauh dari Masjid Azizi. Tepatnya di sisi timur bagian luar masjid. Bangunan ini hingga kini masih tetap sama. Hanya ada penambahan disekitarnya karena sudah menjadi sebuah yayasan pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi.

Bekas Gedung Kolonial Belanda di PTPN II

Bangunan Kolonial Belanda (https://queenezh.blogspot.co.id)

Bangunan  ini  dibangun  kurang  lebih  tahun  1726,  dewasa   ini   bangunan  tersebut  tidak digunakan   sebagai   tempat  tinggal   atau  pemukiman warga   namun    hanya   dibiarkan  kosong  begitu  saja.  Sedikitnya  ada   puluhan  gedung Belanda   yang   sudah    tidak   digunakan   lagi   di  Kabupaten  Langkat,  berupa  gedung penyimpanan   barang   ataupun   kediaman   yang selama   ini    ditempati   oleh   Belanda.

Bangunan Kolonial Belanda (https://queenezh.blogspot.co.id)

Bangunan  ini   merupakan  bangunan kuno peninggalan  belanda  yang saat  ini   juga   ditempati    oleh   manager perkebunan  PTPN  bangunan  ini  di dirikan tahun 1769. Di  dalamnya  terdapat peninggalan belanda   berupa   kereta   belanda,  guci,  dan  lain-lain.

Gedung Mabmi (Majelis Adat dan Budaya Melayu Indonesia) 

Gedung Mabmi (https://magustiansyahputra14.blogspot.co.id)

Gedung ini terletak di jalan Proklamasi, Kota Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, merupakan majelis atau lembaga penelitian dan pengembangan sosial budaya Melayu serta sebuah majelis yang menjaga agar adat budaya Melayu tetap eksis sesuai perkembangan zaman.

One thought on “Wisata Sejarah di Kabupaten Langkat Sumatera Utara

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.