Tarian Tradisional Kota Tegal Jawa Tengah

Tari Retno Tanjung

Kota Tegal dengan luas wilayah 3.850 ha berbatasan dengan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal. Kota Tegal posisinya sangat strategis di jalur Pantura yang menghubungkan kota-kota besar di Jawa bagian utara. Daya tarik wisata yang dapat dikunjungi di Kota Tegal yaitu Taman Rekreasi Pantai Alam Indah dan Kolam Renang Samudra.

Tari Giul Bahari

Merupakan Tarian kreasi baru yang diciptakan oleh Sanggar Perwita Sari khususnya Ibu Damayanti dan Bapak Priyambodo ini menceritakan kehidupan nelayan.

Gerakannya Giul Bahari merupakan gerakan mentel (genit) dengan banyak giulnya (goyangan) sesuai dengan tarian khas Tegal, yaitu Tari Endel. Sehingga pada awal penampilannya menggunakan topeng tegalan. Gerakannya juga lebih lincah dan banyak dimodifikasinya agar terlihat khas “bahari”-nya. Properti yang digunakan bernama “kepis” yaitu sejenis keranjang kecil untuk tempat yang digunakan oleh nelayan tradisional. Minimal jumlah penarinya adalah dua pasang laki-laki dan perempuan.

Tari Mina Lodra

Para penari tari Mina Lodra (depan) dan penari tari Retno Tanjung (https://infotegal.com)

Tari ini menggambarkan kehidupan nelayan dan etika masyarakat dengan biotika laut dan aktivitas nelayan seperti memancing, menjala dan sebagainya yang berfungsi sebagai hiburan.

Tari Retno Tanjung

Tari Retno Tanjung (https://www.tegalkota.go.id)

Merupakan crmin para nelayan itu dalam bekerja dan wanitanya sebagai primadona dan lambang kemakmuran, tarian ini untuk menyambut tamu, seperti Tari Gambyong dari Solo.

Endang Supadmi, pencipta Tari Mina Lodra dan Tari Retno Tanjung (https://www.santrijagad.org)

Tari Mina Lodra dan Tari Retno Tanjung diciptakan oleh Endang Supadmi, seorang guru Kesenian SMAN 1 Kota Tegal, kedua tari tersebut sedang diproses mendapatkan Hak Paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.