Desa Wisata Religius Bongo Gorontalo

Desa Wisata Religius Bongo (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Desa Wisata Religius Bongo terletak di  Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Dapat ditempuh dalam waktu 20 menit, 10 km dari pusat Kota Gorontalo dengan berbagai sarana kendaraan, atau yang suka tantangan bisa menggunakan perahu masyarakat sambil memandang tubuh molek Gorontalo dari arah laut Tomini.

Pintu gerbang menuju Desa Wisata Religius Bongo (https://pesonagorontalo.info)

Desa ini diapit oleh 2 bentang lahan yaitu sebuah bukit karst besar yang biasa disebut Gunung Tidur dan hamparan Teluk Tomini yang membiru. “Bongo” adalah bahasa Gorontalo dari Buah Kelapa. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.

Sejarah

Desa Wisata Religius Bongo (https://pesonagorontalo.info)

Nama Walima (dalam bahasa Arab, berasal dari kata ‘aulim’ yang diartikan oleh bahasa Persia. ‘Kanduri’ dalam bahasa Indonesia ‘Kenduri’ yang artinya adalah pesta makan setelah berdoa kepada Allah SWT) mulai memasyarakat di Desa Wisata Bongo pada tahun 1937. Walima merupakan bagian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW Setiap tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Hijiriah. Pada awalnya perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW diadakan di rumah-rumah penduduk karena sarana ibadah pada saat itu belum ada. Perayaan Maulid Nabi diadakan dalam bentuk dikili (zikir) dimulai setelah isya sampai jam 11 pagi atau sekitar 15-16 jam.

Upacara Walima (https://parbudkominfo.wordpress.com)

Siangnya dilanjutkan dengan salawat dan doa kepada Nabi Muhammad SAW, serta memohon kepada Allah SWT semoga masyarakat Desa Bongo selalu dalam lindungan-Nya dan dimurahkan rejeki, dijauhkan dari bencana. Pada akhir doa zikir pengunjung dan pezikir mendapatkan kue Walima. Tahun 1980-an perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah semakin meriah, warga yang ada diluar Desa Bongo bahkan yang ada diluar daerah Gorontalo turut merayakan doa Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Bongo. Satu minggu sebelum pelaksanaanya warga dari luar desa mulai berdatangan. Bagi warga yang tidak berkesempatan untuk menghadiri acara tersebut, hanya mengirim dana kepada keluarganya untuk dibuatkan Walima.

Potensi Alam dan Budaya

Masjid Walima Emas dengan pemandangan samudera lepas (https://degorontalo.co)

Sumber daya alam itu antara lain pegunungan, yang sering dijadikan objek perkemahan atau pun kegiatan-kegiatan wisata seperti outbound. Di desa ini juga terdapat lahan perkebunan yang luas, karena sebagian dari masyarakat Desa Wisata Bongo merupakan petani. Wisatawan dapat menyaksikan sekaligus ikut berkebun dengan masyarakat di lahan perkebunan yang terletak di bukit-bukit desa.

Desa ini juga dikenal dengan tradisi tua dalam bentuk upacara Walima yang dilaksanakan setiap Maulid Nabi Muhammad SAW. Mengiringi tradisi tersebut, seluruh masyarakat mengarak kue Kolombengi ke masjid dan dibagi kepada yang hadir. Pengunjung dapat dengan mudah menemukan replika kue tersebut yang menjadi hiasan dan ciri khas desa.

Terdapat Pesantren alam Bubohu yang dirimbuni pepohonan ringan, dengan dua kolam renang berbentuk unik, bernama kolam santri dan kolam asmaul husna, bisa diakses cuma-cuma oleh siapapun. Pesantren ini dihuni oleh 600 santri yang terdiri dari penduduk setempat, selain agama, pelestarian kebudayaan juga turut diajarkan.

Terhampar ratusan fosil-fosil kayu berusia jutaan tahun yang ditata serupa karya instalasi seni, yang dinamakan sebagai museum fosil kayu. Fosil ini adalah guratan perjalanan alam Gorontalo. Pengunjung bisa melihat langsung ribuan fosil dan menyerap informasi tentang benda ini. Sebab ada papan penjelasan yang menerangkan proses terjadinya fosil di Gorontalo.

Masjid Walima emas, Masjid berukuran 10 kali 10 meter persegi ini terdiri dari dua lantai, lantai kedua langsung beratapkan langit, berdiri tersendiri di atas bukit berketinggian sekitar 250 kaki di atas permukaan laut pengunjung diajak menyaksikan pemandangan menakjubkan, berupa hamparan luas samudera dan perbukitan dengan pemukiman penduduk serta jejeran perahu nelayan di bawahnya.

Potensi lainnya

Desa Bongo letaknya sangat strategis karena berdekatan dengan tempat-tempat wisata lainnya. Letak seperti ini akan menarik jika dikemas menjadi produk perjalanan wisata. Objek wisata yang berdekatan dengan Desa Wisata Bongo di antaranya Tangga Dua Ribu yang berada di Teluk Kota Gorontalo.

Objek ini selalu ramai dikunjungi wisatawan karena pantainya yang indah dan merupakan pusat jajanan kuliner Gorontalo. Daya tarik lainnya adalah objek wisata Pantai Biluhu yang berada di Desa Biluhu, yang menawarkan pantai dan tebing-tebing yang indah; Objek Wisata Tanjung Kramat berada di Desa Tanjung Kramat, dikenal dengan Goa LO Milate. Objek wisata ini berada di tepi pantai dan sebagai tempat pemakaman para wali di daerah Kota Gorontalo.

One thought on “Desa Wisata Religius Bongo Gorontalo

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.