Pesona Simbol Perhiasan Etnik Nusantara

Aksesori bernuansa etnik dengan bentuknya yang unik kini menjadi tren yang banyak digandrungi wanita. Aksesori ini bersifat multifungsi karena bisa digunakan untuk harian maupun untuk acara-acara resmi. Di balik indahnya perhiasan etnik Nusantara, ‘terukir’ jejak sejarah, simbol, dan budaya pada suatu masa. Mari, kenali perhiasan etnik Nusantara melalui detail ornamennya yang khas dari beberapa daerah Nusantara.

Etnik Aceh

Etnik Aceh

Perhiasan etnik Aceh menggambarkan ‘percampuran’ budaya lokal dengan kultur Gujarat-India, Arab,  bahkan Eropa. Perpaduan bentuk bulan sabit, motif sulur, dan ornamen floral menjadi salah satu ciri khas perhiasan dari tanah Rencong. Cantiknya penampilan bros, tusuk rambut, gelang, hingga ikat pinggang yang lazim dikenakan perempuan Aceh.

Baca: Perhiasan Tradisional Aceh

Etnik Jambi

Etnik Jambi

Sesuai bentuknya, biasanya disebut kalung Sukun Kupu, merupakan replika perhiasan berasal dari etnik Jambi. Siluet sayap kupu-kupu juga diwujudkan pada liontin kalung, dengan hiasan batu-batuan dan ornamen sulur, menggambarkan percampuran tradisi lokal Jambi dengan pengaruh kultur India dan Eropa.

Baca: Perhiasan Tradisional Jambi

Etnik Flores, Sumatera Barat dan Jawa

Etnik Flores, Sumatera Barat dan Jawa

Setelan choker dan anting-anting ‘’Leaf of Life’’ terinspirasi dari anting-anting kuno suku Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Terbuat dari silver 925 disepuh emas, dengan batuan ruby; koleksi Ranina Jewelry design by Ranina Widjojo. Tusuk konde silver 925 disepuh emas dengan manik rumbai ornamen etnik Sumatera Barat, koleksi Ranina Jewelry design by Ranina Widodo. Perhiasan etnik Jawa antara lain berupa bros dan cincin menggambarkan perpaduan pengaruh kultur Hindu dan Eropa yang cukup kental, terwujud dalam siluet teratai serta hiasan batu-batuan.

Baca: Perhiasan Tradisional Sumatera Barat

Baca: Perhiasan Tradisional Sumba Nusa Tenggara Timur

Etnik Jambi, Madura dan Cirebon

Etnik Jambi, Madura dan Cirebon

Perhiasan dari bahan perak, tak kalah cantiknya. Kalung panjang unik, bagian tengah bentuknya serupa rumah kepompong dengan ornamen ulir filigree, khas dari etnik Jambi; koleksi Manjusha. Bros liontin silver 925 berbentuk Melati Madura dengan hiasan batu biru lapis Lazuli, dikelilingi batu-batu kecil citrine oranye dan kuning; koleksi Ranina Jewelry design by Ranina Widjojo. Terinspirasi oleh batik Mega Mendung Cirebon, perhiasan anting dan bros  ini dibuat dari materi silver 925, dengan taburan batu merah ruby; koleksi Ranina Jewelry design by Ranina Widjojo.

Baca: Perhiasan Tradisional Madura Jawa Timur

Etnis Bugis

Kalung Bugis, Sulawesi Selatan, dengan liontin yang masif, bersiluet bunga motif sulur-suluran. Kalung Kanatar dari Bugis, kedua ujungnya berbentuk bunga tulip, merupakan ‘jejak’  pengaruh budaya  Eropa. Tradisi kultur Cina memperkaya perhiasan  Bugis, terlihat pada liontin bersiluet kepala naga.

Baca: Perhiasan Tradisional Sulawesi Selatan

Sumber: mahligai-indonesia

Leave a Reply