Paris Fashion Show Dengan Desainer Adibusana IKA BUTONI

Paris – Untuk pertama kalinya, seorang desainer Indonesia diundang ke Paris Fashion Week untuk tampil di ajang pakaian eksklusif Haute Couture. Oriental Fashion Show digelar di sebuah hotel mewah di pusat kota Paris.Ini adalah sejarah, kata Press Officer Haute Couture Oriental Fashion Show, Ipek Ozerim kepada DW. Untuk pertama kalinya, seorang desainer Indonesia diundang untuk menampilkan karya-karyanya di Paris Fashion Week pada kategori haute couture, jenis pakaian eksklusif yang di Indonesia disebut adibusana.

Yang tampil malam itu adalah desainer Indonesia berbasis di Hongkong, Ika Mardiana yang di dunia fesyen dikenal sebagai IKA BUTONI. Oriental Fashion Show Kamis malam itu (25/01) digelar di Hotel de Crillon, hotel bintang lima yang terletak di pusat kota Paris, tepatnya di Place de la Concorde pada penghujung jalan utama Paris, Champs Elysee.

Nyaman dan anggun, aspek penting bagi Ika dalam menciptakan busana kreasinya

Ika sudah memasarkan koleksi busana ke sekitar 35 negara dan memenangkan beberapa penghargaan desain internasional. Dia juga sudah diundang melaksanakan peragaan fesyen di Paris, Milan, London, New York, Los Angeles dan Moskow. Namun baru kali ini dia diundang untuk tampil pada kategori Haute Couture di Paris Fashion Week. Kepada DW, dia mengaku cukup tegang mempersiapkan para model untuk peragaan malam itu.

Peragaan adibusana dengan tema Oriental Fashion Show malam itu menampilkan lima koleksi utama, IKA dari Indonesia, Vertuoses (Perancis), Blanche (Maroko), Madlen Collection (Rusia), dan Aya Hammoud (Libanon).

Koleksi IKA ingin menampilkan sosok perempuan yang percaya diri, dengan gaya busana bercorak tradisonal dan modern. Bagi Ika Mardiana, kenyamanan dan rasa santai adalah hal penting, tanpa mengorbankan aspek fesyen yang menegaskan dan memperkaya feminitas.

 Ika Mardiana (kanan) disambut tepuk tangan penonton pada akhir peragaan koleksi eksklusifnya

Sebagai desainer yang tumbuh dalam beragam budaya, Ika ingin melanjutkan keberagaman itu dalam gaun-gaun ciptaannya, dengan menampilkan berbagai konsep estetika, sambil tetap menonjolkan individualitas penyandangnya.

Ika tidak pernah berhenti mencari inspirasi dan hal-hal baru bagi para pelanggannya. Karena dia selalu ingin „menciptakan masa depan”. Karena dia percaya, masa depan bukan sesuatu yang „datang begitu saja dari luar” diri manusia, melainkan sesuatu yang „berangkat dari dalam diri kita” masing-masing.

Kemudian dengan penuh senyum percaya diri, Ika Mardiana pun tampil di akhir peragaan disambut tepuk tangan meriah penonton yang memenuhi ruangan.

Sumber: DW

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.