Mengenal Tradisi Bakar Gunung Api di Bengkulu

Seorang anak sedang menyusun batok kelapa untuk dijadikan gunung api (https://bandungnewsupdate.wordpress.com)

Setiap daerah memiliki tradisi lebaran yang berbeda, mulai dari nilai mistis dan kepercayaan, bahkan nilai seninya. Di Seluma misalnya, tradisi unik malam lebaran pertama kerap dirayakanĀ  dengan membakar gunung api. Warga tidak benar-benar membakar gunung, melainkan susunan batok kelapa kering yang dibuat tinggi menjulang, seperti gunung. Tradisi yang mayoritas dilakukan suku Serawai ini, juga kerap di sebut dengan istilah Ronjok Sayak.

Pemandangan unik seperti ini, dapat jumpai di depan rumah warga sepanjang jalan. Bahkan, setiap satu rumah nyaris merata membuat lebih dari satu gunung api, yang disusun seperti tusuk sate hingga tinggi menjulang.

Masyarakat sedang membakar gunung api (https://beautiful-indonesia.umm.ac.id)

Menurut kepercayaan setempat, batok kelapa yang disusun dan dibakar merupakan tanda ucapan syukur pada Tuhan, sekaligus sarana mengirim doa untuk arwah sanak keluarga yang telah meninggal.

Setelah acara bakar-bakaran, warga akan mengirim makanan untuk tetangga dan kerabat dekat. Ini merupakan tradisi masyarakat Serawai yang dilakukan dengan arak-arakan bersama minta kue lebaran ke rumah-rumah warga.

Kue tersebut untuk dimakan bersama. Tradisi tersebut selain memiliki makna silaturahmi, juga sedekah. Anda juga bisa berpartisipasi dalam kegiatan adat tersebut. Sekarang, kedua tradisi itu tetap dilestarikan.

Sumber: harianrakyatbengkulu

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.