Hutan Mangrove Pulau Pahawang Pesawaran Lampung

Terletak di Desa Pulau Pahawang, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Pulau pahawang adalah dengan luas 1.084 hektar yang dihuni sekitar 400 Kepala Keluarga.

Sejarah

Hutan Mangrove Pulau Pahawang (https://www.potretnews.com)

Pada tahun 1979 hutan mangrove seluas 141 hektare di pantai Pulau Pahawang  memang habis dibabat pendatang untuk dijadikan tambak udang.

Tahun 1980  pernah terjadi bencana besar di Desa Pulau Pahawang berupa angin topan dan banjir yang menggenangi seluruh desa. Luapan air laut langsung masuk ke perkampungan karena hutan mangrove yang menjadi “sabuk hijau” dan menjadi pelindung desa sudah habis dibabati untuk dijadikan tambak.

Hutan Mangrove Pulau Pahawang (https://www.pegipegi.com)

Semua rumah terendam banjir yang disebabkan air laut pasang. Warga desa terpaksa mengungsi ke atas bukit. Setelah banjir surut, berbagai penyakit menyerang warga desa. Para tetua desa meyakini bencana itu terjadi karena Mpok Awang, yaitu leluhur pendiri desa mereka, marah karena mangrove habis ditebang.

Syahril Karim, mantan kepala desa, merasa paling bertanggung jawab untuk mengembalikan hutan mangrove. Langkah pertama yang dilakukan Syahril ketika itu adalah mengumpulkan warga dan mengajak mereka mencari solusi mengatasi luapan air laut. Akhirnya secara perlahan penduduk desa bisa diyakinkan bahwa menyelamatkan hutan mangrove merupakan cara terbaik dan termudah untuk menghindari bencana.

Syahril Karim, pemrakarsa penanaman kembali pohon bakau (https://www.teraslampung.com)

Kerja keras Syahril Karim akhirnya mulai ringan ketika datang sekelompok pemuda pencinta lingkungan yang tergabung dalam Mitra Bentala pada 1997. NGO lokal yang concern pada masalah masyarakat pesisir itu tidak hanya membantu Syahril menanam mangrove, tetapi mereka akhirnya menjadi andalan warga desa. Bersama Mitra Bentala itulah Syahril Karim juga mengajari warga desanya untuk melakukan pemetaan partisipatif dan pembudidayakan ikan hias yang ramah lingkungan.

Saat ini masyarakat Pulau Pahawang memiliki sekitar 30 hektare zona inti hutan mangrove. Sistem zonasi ini untuk memetakan mana kawasan hutan mangrove yang bisa dimanfaatkan dan kawasan mana yang dilarang untuk dimanfaatkan kecuali untuk perlindungan. Tingkat ketebalan hutan mangrove di Pulau Pahawang pun lumayan baik, yaitu bervariasi mulai dari 4 meter hingga 10 meter dari bibir pantai.

Setidaknya saat ini Desa Pulau Pahawang sudah memiliki Peraturan Desa (Persdes) tentan Penyelamatan Hutan Mangrove. Perdes itu mengatur bagaimana caranya warga desa berpartisipasi menyelamatkan hutan mangrove yang menjadi sabuk hijau bagi desa mereka. Juga berisi tentang sanksi bagi warga desa atau pendatang yang merusak pohon mangrove.

Meskipun semua warga desa bertanggung jawab memelihara hutan mangrove, dalam praktek sehari-hari tugas menjaga  dan menyelamatkan hutan mangrove dilakukan oleh lembaga yang disebut Badan Pengelola Daerah Perlindungan Mangrove (BPDPM) di bawah supervisi langsung Mitra Bentala. Para pengurus lembaga ini diberi pemahaman tentang pengelolaan sampai pengawasan hutan mangrove.

Jenis Mangrove

Salah satu warga menunjukan bibit mangrove di Hutan Mangrove Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran Lampung (https://travel.tempo.co)

Di Pulau Pahawang terdapat setidaknya 22 jenis vegetasi mangrove, yang paling banyak ditemukan adalah jenis Rhizopora macronata, Rhizopora apiculata dan Rhizophora cronata, pidada,  dan mangrove asosiasi asosiasi meliputi buta-buta, waru, ketapang, jeruju, dan lainnya.

Fauna

Di kawasan vegetasi hutan mangrove di Pulau Pahawang kini juga banyak dijumpai hewan-hewan laut langka yang sudah jarang ditemukan di tempat lain. Misalnya berang-berang, mangrove jack, dan aneka ikan khas yang hanya ada di hutan mangrove.

Rencana

Hutan mangrove dan terumbu karang di sekitar pantai Pulau Pahawang terlihat asri, Pemda Provinsi Lampung kini mulai merencanakan Pulau Pahawang sebagai salah satu objek wisata bahari. Pengembangannya rencananya akan dipadukan dengan program wisata bahari Pulau Pahawang-Pulau Legundi-Gunung Anak Kakatau.

Leave a Reply