Hutan Mangrove Cagar Alam Pulau Dua Kabupaten Serang Banten

Hutan Mangrove Cagar Alam Pulau Dua Kabupaten Serang Banten

Feb 1, 2018 2 By admin

Terletak di Desa Sawah Luhur, Kecamatan  Kasemen, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Berdasarkan Surat Keputusan  Menteri  Kehutanan  Nomor  253/KptsII/1984 Tanggal  26  Desember 1984 kawasan  Pulau  Dua  ditetapkan  sebagai Cagar Alam dengan luas 30 ha dan diperuntukkan sebagai  perlindungan  berbagai jenis  burung,  berada  di  bawah  pengelolaan  Bidang  KSDA Wilayah I Serang, Balai Besar KSDA Jawa Barat.

Cagar Alam Pulau Dua atau Pulau Burung (https://www.detakbanten.com)

Cagar Alam (CA) Pulau Dua merupakan salah satu kawasan konservasi dalam wilayah  Balai  Besar  Konservasi  Sumber Daya  Alam  (BBKSDA)  Jawa  Barat  dengan  ciri  khas  ekosistem  mangrove  dan burung-burung  air  baik  migran  maupun lokal, sebagai sebuah kawasan konservasi, maka fungsi pengawetan berperan sangat besar dibandingkan aspek pemanfaatan.  Tingginya  aspek  pengawetan  pada cagar  alam  merupakan  konsekuensi dari sebuah kawasan suaka alam yang memiliki fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan  keanekaragaman  tumbuhan dan satwa, sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan, sebagai tempat penelitian, pengembangan  ilmu,  pendidikan  dan  penunjang  budidaya (Peraturan  Pemerintah No.  68,  1998),  oleh  karena  itu  sumber daya  alam  dan  ekosistem  kawasan  CA Pulau Dua perlu dikelola, dijaga,  dilestarikan    dan  dimanfaatkan  secara  optimal agar menjadi sumber dan penunjang kehidupan manusia, baik untuk generasi sekarang maupun yang akan datang.

Cagar Alam Pulau Dua atau Pulau Burung (https://tempatwisataindonesia.id)

Pulau  Dua  yang  dikenal  dengan  sebutan  Pulau  Burung,  ditetapkan  sebagai Cagar  Alam  berdasarkan  BG (Besluit Gouvernements) tanggal 30 Juli 1937 Nomor 21 Stbl 49 dengan luas 8 ha. Pulau Dua berdekatan dengan Pulau Satu tetapi terpisah  dengan  Pulau  Jawa.

Pada  perkembangan  selanjutnya,  tahun  1978  selat sepanjang kira-kira  500 meter  yang  memisahkan  Pulau  Dua  dengan  Pulau  Jawa  tertimbun  oleh  lumpur dan  pasir,  sehingga  Pulau  Dua  menyatu dengan Pulau Jawa. Penyatuan antara Pulau Jawa dan Pulau Dua tersebut disebabkan  adanya  tanah  yang  timbul  di  sekitarnya, yang dalam istilah geologi disebut tombolo. Sejak saat  itu  untuk  mencapai Pulau Dua dapat dilakukan melalui jalan darat.

Flora

 Cagar Alam Pulau Dua atau Pulau Burung (https://wisataa.com)

Flora Cagar Alam Pulau Dua termasuk tipe vegetasi  hutan  dataran  rendah  dan  sebagian  merupakan  tipe  ekosistem  payau (mangrove).  Jenis  flora  yang  terdapat  di kawasan  ini  di  antaranya  adalah  kepuh (Sterculia  foetida  L.),  ketapang  (Terminalia catappa  L.),  bangka  (Bruguiera sp.),  api-api  (Avicennia sp.),  dadap (Erythrina    variegata L.),   cangkring (Erythrina fusca  Lour.)  dan  pace  atau mengkudu (Morinda  citrifolia L.). Vegetasi  mangrove  yang  terdapat  di  kawasan ini  adalah  api-api  (Avicennia marina Vierh.)  yang  didominasi  oleh  tanaman muda  pada  hutan  wilayah  berpasir. Tegakan  yang  lebih  tua  terdiri  dari  jenis Rhizophora spp., Lumnitzera  racemosa Willd., Aegiceras  corniculatum L., Sonneratia alba Smith., Bruguiera cylindrica L. dan Avicennia marina Vierh.  Pertumbuhan  sekunder  pada  areal  bekas  pertanian didominasi oleh Hibiscus  tiliaceus L., Sterculia foetida L., Allophylus cobbe (L) Blume, Ixora   timorensis Decne., Tamarindus indica L. dan Erythrina sp. Ekosistem  asli  kawasan  CA  Pulau Dua  adalah  hutan  mangrove  yang  memiliki berbagai tumbuhan pantai dan terdiri dari lima komunitas seperti jenis api-api (Avicennia marina Vierh.),  bakau (Rhizopora  apiculata BI.) dan Diospyros maritime pada  bagian  Timur  dan  tumbuhan  campuran  antara  laut  dan  darat seperti santigi.

Cagar Alam Pulau Dua atau Pulau Burung (https://www.panoramio.com)

Bahkan pada garis pantai bagian Timur menghadap Utara dijumpai formasi  tumbuhan  api-api  yang  masih muda  sebagai  akibat  dari  kemungkinan pengaruh  perluasan  pulau. Pada  pantai bagian  Timur  di  tempat terbuka terdapat kumpulan tanaman beluntas (Pluchea  indica Less.)  dan  beberapa  semak  kecil lainnya. Lebih ke arah laut, terlihat rumput  tembaga  atau gelang laut (Sesuvium portulacastrum L.)  dan  rerumputan  berdaun  tajam  serta  rumput  angin  (Spinifex littoreus Merr.). Makin ke dalam pulau, terlihat  rawa-rawa  yang  didominasi  oleh api-api  diselingi  bakau (Rhizophora  apiculata BI.) dan Sonneratia sp., ki duduk (Phempis acidula), ki getah dan waru laut (Hibiscus  tiliaceus L.).  Sementara di  sebelah Utara, tanahnya berpasir dan kering serta lebih tinggi, dengan tumbuhan yang dijumpai  yaitu  ki  ribut,  ki  hoy,  tulang ayam,  kekapasan  serta  sawo  kecik (Manilkara kauki Dubard.).  Tebing pantai dihiasi  dengan  dadap (Erythrina  variegataL.),  waru  laut  (Hibiscus  tiliacus L.)  dan kepuh (Sterculia foetida L.).  Semak menghuni  tempat  yang  terbuka  dan  ada juga  lalang  kapan  (Widelia  biflora L.) serta pace atau mengkudu (Morinda citrifolia L).

Fauna

Cagar Alam Pulau Dua atau Pulau Burung (https://www.bantenwisata.com)

Cagar  Alam  Pulau  Dua  merupakan tempat  persinggahan  dan  berkembang-biak  beberapa  jenis  burung  migran dan burung-burung  kecil  lainnya  terutama pada  bulan  Maret-Juli,  dimana  beribu-ribu  burung  bersatu  di  pulau  ini  untuk bertelur,   menetas   dan   membesarkan anaknya,  oleh karena itu saat yang baik untuk berkunjung ke CA Pulau Dua adalah pada bulan Maret sampai Juli karena pengunjung dapat melihat banyak burung migran. Menurut  hasil  penelitian  Milton  dan Marhadi (1985), jumlah  burung di Pulau. Dua lebih dari 14.000 ekor terdiri dari 90 jenis, dimana 29 jenis diantaranya termasuk jenis burung migran.  Sementara Silvius et al. (1987) mengatakan bahwa Pulau Dua didiami oleh 50 jenis burung pemakan  ikan.  Pulau  yang  masih  asli  ini merupakan  salah  satu  tempat  perlindungan  utama  burung-burung  Indonesia, dimana lebih dari 50.000 burung singgah selama musim dingin atau musim kawin. Jenis burung migran yang terdapat di dalam  kawasan  CA  Pulau  Dua  adalah  burung kuntul putih besar (Egretta alba L.), ibis (Plegadis  falcinellus L.),  itik kelabu (Anas  gibberifrons  Mủller.),  raja  udang biru (Alcedo  coerulescens Vieillot.) dan pelikan (Pelicanidae). Burung herons  (cangak  dan  blekok), burung storks (Mycteria cinerea Raffles.) dan beberapa jenis burung cormorants (pecuk) merupakan penghuni  tetap  Pulau  Dua.    Burung-burung  migran  merupakan  burung  asli dari  Afrika,  Asia  dan  Australia  yang mendiami  Pulau  Dua  untuk  bertelur  dan menetaskan  telurnya  selama  bulan  April hingga  Agustus  setiap  tahun,  setelah  itu mereka  pulang  kembali  ke  tempat  asalnya,  oleh sebab itu tidak mengherankan apabila  tempat  alami  yang  indah  ini  dikenal dengan nama Pulau Burung.

Noor dan  Andalusi  (1996)  mengatakan,  jenis burung yang terdapat di dalam CA Pulau Dua  tercatat  sebanyak  110  jenis. Jenis fauna yang terdapat di kawasan ini didominasi oleh jenis aves yang terdiri dari  cangak  abu (Ardea  cinerea L.),  cangak merah (Ardea purpurea L.), cangak laut (Ardea  sumatrana   Raffles.),  kuntul putih besar (Egretta alba L.), bluwok atau bangau   putih   susu   (Mycteria cinerea Raffles.),  kuntul karang  (Egretta  sacra Gmelin.),  kuntul  perak kecil (Egretta garzetta L.), kuntul kerbau (Bubulcus ibis L.),  pecuk  padi  (Phalacrocorax niger Vieillot.), roko-roko (Plegadis falcinellus),  koak  merah  (Nycticorax  caledonicus Gmelin.) dan koak maling (Nycticorax-nycticorax   L.). Jenis reptilia terdiri dari biawak (Varanus  salvator Laurenti.) dan ular sanca (Phyton reticulatus Gray.). Jenis  satwa liar  lainnya  yang  sering  ditemui  di  kawasan  ini  adalah  kucing  hutan (Felis bengalensis Kerr.).  Sejumlah  burung  tersebut  ada  yang  bersifat  aquatic, arboreal  serta  ada  yang  telah  dilindungi dengan kategori Vulnerable 1 dan termasuk ke dalam Appendix  I  (CITES),  yaitu Mycteria cinerea Raffles., sedangkan yang  termasuk  ke  dalam Appendix  II (CITES), yaitu Caprimulgus affinis Horsfield.

 Informasi lebih Lanjut Hubungi

Peta Cagar Alam Pulau Dua atau Pulau Burung (https://ecodien.wordpress.com)

Bidang  KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Wilayah I Serang, Balai Besar KSDA Jawa Barat
Jl. Kolonel TB. Suwandi Gang Perintis 3 No. 9, Lingkar Selatan Serang, Serang, Banten
Telp./Fax. (62254) 210968
Website: https://skw1bbksdajabar.blogspot.co.id

Sumber:
e-book: Pengelolaan Cagar Alam Pulau Dua di Provinsi Banten Sebagai Ekosistem Bernilai Penting oleh Mariana Takandjandji dan Rozza Tri Kwatrina, Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi dan Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli