Beseprah, Tradisi Menjelang Acara Erau

Erau merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur. Sebelum diadakan upacara Erau, digelar berbagai acara pengiring menuju ke puncak acara Erau. Salah satu acara tersebut adalah tradisi beseprah.Acara ini dapat dijadikan ajang ramah tamah antara Pemerintah, Kesultanan dan seluruh lapisan masyarakat. Moment ini juga merupakan perwujudan rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat yang terus menerus di bumi Kutai Kartanegara tercinta ini.

Tradisi Beseprah, makan bersama (https://www.kutaikartanegara.com)

Tempat perhelatan beseprah diadakan di depan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara (di depan Museum Mulawarman) yang terletak di Jalan Diponegoro. Tradisi pagi hari  melibatkan ribuan masyarakat dari berbagai lapisan sosial yang memadati tempat acara sepanjang kurang lebih 1 kilometer, mulai dari ujung Jembatan Aji Imbut hingga simpang Gunung Pedidik, Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Sejarah

Tradisi Beseprah diikuti para wisman (http://beritakukar.com)

Pertama kali Erau dilaksanakan pada upacara Tijak Tanah dan Mandi Ke Tepian ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun. Kemudian Erau di laksanakan lagi pada saat Aji Batara Agung Dewa Sakti diangkat menjadi Raja Kutai Kartanegara yang pertama pada tahun 1300.

Sejak saat itulah Erau menjadi sebuah tradisi budaya yang mengiringi pergantian dan pengangkatan raja baru di Keraton Kutai Kertanegara. Selain diadakan pada pergantian dan pengangkatan raja baru, Erau juga di adakan pada saat pemberian gelar kepada rakyat yang dianggap berjasa kepada kerajaan Kutai Kertanegara.

Pada saat berakhirnya masa pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara pada tahun 1960 yang berubah fungsi menjadi daerah otonomi yakni Kabupaten Kutai menjadikannya sebagai tanda bahwa upacara Erau yang sarat akan ritual dan kesakralan akan segera berakhir. Benar saja pada tahun 1965 merupakan upaca Erau terakhir yang dilaksanakan berkenaan dengan pengangkatan Aji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat sebagai putra mahkota Kesultanan Kutai Kertanegara.

Kebangkitan Erau

Erau dibangkitkan kembali pada tahun 1971 atas prakarsa Bupati Kutai yang pada saat itu dipegang oleh Drs.H. Achmad Dahlan. Upacara Erau tarian festival erau kutai kartanegara kalimantan timurdilaksanakan 2 tahun sekali dalam rangka peringatan ulang tahun Kota Tenggarong yang berdiri sejak 29 September 1782. Ini dimaksudkan sebagai pelestarian budaya oleh Pemda Kabupaten Kutai. Selanjutnya atas saran Sultan A.M. Parikesit, Erau dilaksanakan oleh Pemda Kutai Kartanegara dengan syarat dalam upacara Erau wajib untuk melaksanakan beberapa upacara adat tertentu, tetapi tidak boleh melaksanakan upacara Tijak Kepala dan Pemberian Gelar.

Pada perkembangan selanjutnya Pemerintah Kabupaten Kutai berencana untuk menjadikan Erau sebagai pesta budaya dengan menetapkan waktu pelaksanaan Erau secara rutin pada bulan September berkaitan dengan hari jadi Kota Tenggarong yang merupakan ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara dan pusat Kesultanan Kutai Kartanegara.

Festival Erau saat ini telah masuk ke dalam even pariwisata nasional, dan tidak lagi dikaitkan dengan seni budaya Keraton Kutai Kartanegara, tetapi digunakan sebagai sebuah Festival berskala nasional yang di adakan selama 12 hari berturut-turut dengan menampilkan ragam seni dan budaya dari seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia serta beberapa dari mancanegara.

Jenis makanan

Sajian makanan Baseprah (https://www.socimage.com)

Ada bermacam-macam Kuliner yang di sajikan pada acara Beseprah ini secara gratis di hamparan kain sepanjang satu kilo meter, berupa jajanan khas kutai, seperti Serabai, Untuk-untuk, Apam, Putu labu, dan Roti Gembong. Ada juga makanan berat seperti Nasi kuning, Nasi kebuli, Nasi putih lengkap dengan pirik cabek (sambal) , gence ruan (ikan gabus goreng yang di lumuri sambal), semor & masih banyak makanan yang lainnya. Beseprah ini terlaksana atas dukungan dan partisipasi dari Perintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Perbankan, dan sejumlah perusahaan atau investor di Kutai Kartanegara.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.