Bajamba, Makan Bersama di Masyarakat Minangkabau

Makan bajamba (https://www.tribunnews.com)

Makan bajamba atau juga disebut makan barapak adalah tradisi makan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau dengan cara duduk bersama-sama di dalam suatu ruangan atau tempat yang telah ditentukan. Tradisi ini umumnya dilangsungkan di hari-hari besar agama Islam dan dalam berbagai upacara adat, pesta adat, dan pertemuan penting lainnya. Secara harafiah makan bajamba mengandung makna yang sangat dalam, dimana tradisi makan bersama ini akan memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat perbedaan status sosial.

Peserta Tour de Singkarak 2015 dijamu Makan bajamba di Istano Basa Pagarruyung (https://hello-pet.com)

Makan bersama ini diikuti ratusan orang. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok berjumlah 5-7 orang. Peserta kelompok akan duduk melingkar bersama-sama dan masing-masing mendapatkan nasi serta aneka jenis lauk pauk di atas sebuah wadah.

Sejarah

Warga membawa “Talam” yang berisikan makanan di atas kepalanya saat mengikuti Festival Pesona Budaya Minangkabau 2016 di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (27/10). Sebanyak 1.125 Bundo Kanduang yang mewakili 75 Nagari dari 14 kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, dari 75 Nagari membawa Talam untuk makan Bajamba (makan bersama).ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi

Tradisi Makan Bajamba atau Makan Barapak ini berasal dari Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat dan sudah dimulai sejak abad ke-7, tepatnya ketika awal masuknya Islam ke Minangkabau. Karena itulah, tradisi ini juga berkaitan dengan ajaran Islam. Selain itu aturan-aturan penting yang terkandung di dalam tradisi Makan Bajamba juga dianggap sekaligus mengamalkan sunnah dari Rasulullah SAW.

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini menyebar di kalangan masyarakat Minangkabau dan terus dilestarikan hingga sekarang. Meski tiap daerah di Sumatera Barat memiliki cara yang agak berbeda dalam makan bajamba, tetapi pada umumnya acara ini dibuka dengan pementasan aneka kesenian Minang, pembacaan doa, serta berbalas pantun.

Prosesi berpantun sebelum makan bersama dimulai, sebagai bentuk meminta izin kepada penyelenggara hajatan untuk bisa disantap makanannya oleh para tamu yang telah datang (https://kidalnarsis.blogspot.co.id)

Adab

Ketika makan, nasi diambil sesuap saja dengan tangan kanan. Setelah ditambah sedikit lauk pauk, nasi dimasukkan ke mulut dengan cara dilempar dalam jarak yang dekat. Ketika tangan kanan menyuap nasi, tangan kiri telah ada di bawahnya untuk menghindari kemungkinan tercecernya nasi. Jika ada nasi yang tercecer di tangan kiri, harus dipindahkan ke tangan kanan lalu dimasukkan ke mulut dengan cara yang sama. Tujuan makan dengan cara tersebut agar nasi yang hendak masuk ke mulut bila tercecer tidak jatuh ke piring, sehingga yang lain tidak merasa jijik untuk memakan nasi yang ada dalam piring secara bersama-sama.

Para wanita duduk bersimpuh (https://bobo.grid.id)

Selain itu, posisi duduk juga harus tegap atau tidak membungkuk dengan cara bersimpuh (basimpuah) bagi perempuan dan bersila (baselo) bagi laki-laki. Kemudian setelah selesai, tidak ada lagi nasi yang tersisa di piring, dan makanan yang disediakan wajib dihabiskan.

Di samping itu, cara penyusunan posisi makanan utama serta hidangan menutup di atas wadah atau piring juga memiliki aturan tertentu yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Jenis makanan

Jenis makanan yang dihidangkan (https://kidalnarsis.blogspot.co.id)

Jenis makanan yang biasanya dihidangkan, misalnya rendang, gulai babat, ayam, daging masak asam padeh, dan lain-lain. Setelah selesai dengan makanan utama, peserta makan bajamba juga akan melanjutkan dengan panganan (camilan) pencuci mulut khas Sumatera Barat, seperti galamai dari Payakumbuh, wajik, aneka kue, buah, dan masih banyak lagi!

Setelah selesai makan

Setelah kegiatan makan bajamba selesai, seluruh peserta akan mencuci tangan mereka secara bersama-sama, namun dengan imbauan untuk tetap mendahulukan yang lebih tua.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.