Wisata Sejarah di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

Soekaboemi atau Sukabumi bukan hanya menyimpan potensi sejarah dengan berbagai kejadian yang melatarbelakangi serta peristiwa yang mengiringinya, namun juga menyimpan sejuta pesona masa lalu yang tiada tara. Dalam buku karangan J. M. Knaud, seorang penulis aktif berkebangsaan Belanda, berjudul “Herinneringen Aan Soekaboemi. Ia melukiskan Soekaboemi yang begitu memesona melalui sajian landscape (lansekap) indah dalam bentuk foto dan komentar-komentar yang mengungkap sejuta pesona Soekaboemi dengan segala bentuk keindahannya.

Situs Pangguyangan

Situs Pangguyangan (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Situs Pangguyangan terletak di desa Pangguyangan, Kelurahan Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, lebih kurang 16 km di sebelah utara Pelabuhan Ratu. Tinggalan tradisi budaya megalitik yang ditemukan di daerah tersebut merupakan sebuah bangunan punden berundak yang berdenah persegi empat. Masyarakat setempat menyebut bangunan berundak tersebut dengan sebutan Gentar Bumi, mereka sebutkan juga lokasi tersebut merupakan tempat berkumpulnya para Wali Sanga di masa lalu.

Bangunan induk keramat Pangguyangan terdiri atas tujuh teras, dengan ukuran teras dari bawah ke atas makin mengecil. Pada masing-masing sudut teras terdapat batu tegak yang kemungkinan berfungsi sebagai pembatas dari masing-masing tingkatan teras. Tepat di depan bangunan induk sebelah kanan, pada jarak kurang lebih 2,5 m dari dinding teras bawah terdapat sebuah batu datar. Ada kemungkinan batu datar tersebut memiliki hubungan dengan bangunan induk megalit di Pangguyangan.

Situ Gunung

Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi (https://liburmulu.com)

Konon, pada tahun 1800-an, danau ini dibuat oleh bangsawan Mataram, Rangga Jagad Syahadana atau Mbah Jalun (1770-1841). Tokoh ini merupakan buronan penjajah yang akhirnya menetap di kawasan Kasultanan Banten, tepatnya di kaki Gunung Gede-Pangrango.

Mbah Jalun merasa begitu bahagia ketika istrinya yang berasal dari Kuningan-Cirebon melahirkan seorang anak laki-laki, Rangga Jaka Lulunta. Perasaan bangga, bahagia, dan penuh syukur itu diwujudkannya dengan membangun Situ Gunung.

Telaga Situ Gunung kemudian diambil alih oleh Belanda dan kemudian dibangunlah beberapa infrastruktur pada tahun 1850.

Di kawasan ini pernah dibangun hotel dengan nama Hotel Situ Gunung.

Perkebunan Teh

Perkebunan teh di kawasan Parakan Salak ini dibeli oleh keluarga Holle, sementara perkebunan di Sinagar (Nagrak) dibeli oleh keluarga Hogeven. Priangan kemudian memang jadi wilayah perkebunan teh. Pada 1865 anak sulung de Holle bernama Karel Frederik Holle membuka perkebunan the Waspada pada 1865 di bayongbong, Garut. Pengusaha the bermunculan dari berbagai keluarga, misalnya Keluarga Van Der Huchts, De Kerkhovens, Van Motman, de Boscha’s dan sebagainya. Hingga akhir masa Hindia Belanda terdapat 81 perkebunan teh di wilayah Priangan.

Pabrik Tjipetir

Pabrik Tjipetir (https://news.okezone.com)

Tjipetir memang nama sebuah pabrik buatan Belanda yang mulai beroperasi pada tahun 1885, menghasilkan balok atau blok karet dengan merek “Tjipetir”. Lokasinya berada di Kampung Cipetir, Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Hingga kini keberadaannya masih terawat di bawah naungan perusahaan milik negara PTPN VIII Sukamaju.

Pohon Gutta Percha (https://www.visitsukabumi.com)

Balok karet itu berasal dari daun gutta percha, pohon Gutta percha penghasil getah lateks. Pabrik tersebut masih beroperasi, namun hanya untuk memenuhi pesanan saja. Dulunya, hasil produksi Tjipetir dipasarkan di Belanda, Inggris, Jerman, Amerika, Kanada, Jepang, Hong Kong, Australia, Italia, Prancis, dan Irlandia.

Balok karet produk Pabrik Tjipetir (https://www.visitsukabumi.com)

Gutta percha sendiri diproduksi untuk memenuhi kebutuahan isolasi kabel bawah laut (telegraf), bola golf, keperluan medis pengganti organ tubuh, perawatan gigi dan pembuatan gigi palsu, serta untuk bahan ban.

Getah lateks sebelum dipress (https://www.visitsukabumi.com)

Tjipetir merupakan satu-satunya pabrik pengolah gutta percha di dunia. Pasalnya, pohon gutta percha sulit tumbuh di tempat lain. Di samping itu, alat produksi cukup langka dan tidak pernah ditemukan di negara lain.

(https://www.visitsukabumi.com)

Tjipetir merupakan satu-satunya pabrik pengolah gutta percha di dunia. Pasalnya, pohon gutta percha sulit tumbuh di tempat lain. Di samping itu, alat produksi cukup langka dan tidak pernah ditemukan di negara lain.

Misteri Tjipetir di Eropa

Louise Mamet menemukan blok Tjipetir di Dunes de Sainte Marguerite di Landeda, Prancis (https://www.visitsukabumi.com)

Selama 100 tahun terakhir, benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’ bertebaran di pantai-pantai Inggris dan Eropa bagian utara. Seorang warga Inggris mengaku baru memecahkan misteri dari mana benda itu berasal.

Tracey Williams menemukan dua blok Tjipetir (https://www.visitsukabumi.com)

Pada musim panas 2012 lalu, Tracey Williams sedang berjalan di pantai dekat rumahnya di Cornwall, Inggris, ketika dia melihat benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’. Ketika disentuh, benda tersebut terasa kenyal seperti karet. Williams kembali menemukan benda serupa di bagian pantai lain beberapa pekan kemudian.

Jose de Cora menemukan blok Tjipetir di San Cibrao, bagian barat laut Spanyol pada Agustus 2013 (https://www.visitsukabumi.com)

Kapal Miyazaki Maru asal Jepang itu ditenggelamkan kapal selam Jerman, U-88, yang dikomandani Kapten Walther Schwieger, pada 31 Mei 1917, dimana kapal tersebut memuat Balok atau Blok Tjipetir.

Kapal asal Jepang bernama Miyazaki Maru mengangkut blok Tjipetir (https://www.visitsukabumi.com)

Miyazaki Maru karam 241 kilometer sebelah barat Kepulauan Scilly, antara Inggris dan Prancis.Fakta itu diamini Alison Kentuck, seorang pejabat Inggris yang menangani kapal karam di perairan Inggris. Menurutnya, blok-blok itu berasal dari Miyazaki Maru.

Hotel Selabintana

https://www.hotelselabintana.com

Selabintana terletak dikaki Gunung Gede – Pangrango, 7 kilometer disebelah utara kota Sukabumi atau lengkapnya Jalan Selabintana KM 7, Sundajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat 43151. Ditemukan oleh seorang berkembangsaan Belanda, bernama AAE Lenne (1853 – 1916). Hotel ini dibangun pada tahun 1900-an hingga kini masih menjadi ikon kota Selabintana. Wisatawan akan mendapatkan jejak sejarah peninggalan Belanda dengan latar belakang Gunung Gede – Pangrango.

Pada masa pemerintahan Belanda Sukabumi terkenal sebagai tempat Peristirahatan bagipetinggi perkebunan belanda. Pada saat itu belanda menjadikan Sukabumi sebagai pusat perkantoran untuk mengurus perkebunan yang tersebar di beberapa tempat. Tempat peristirahatan yang dikelilingi perkebunan dan pemandangan indah gunung Gede Putri Pangrango mampu mencuri hati dan menjadi tempat favorit para petinggi perusahaan perkebunan belanda hingga dalam waktu singkat melihat perkembangan yang pesat Lene sang pendiri kemudian mengubah tempat istirahat ini menjadi sebuah hotel dengan nama Hotel Selabintana.

Pada tahun 1924 AAE Lene menyerahkan Hotel Selabintana kepada anaknya GE Lene (1897 – 1976). GE Lene kemudian mengangkat Losbakker menejer berkebangsaan belanda untuk mengelola Hotel Selabintana. Bakker berhasil meningkatkan kunjungan warga belanda ke Selabintana.

PLTA Ubrug

PLTA Ubrug Sukabumi (https://jurnalkerjaku.blogspot.com)

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ubrug terletak di Desa Ubrug, Kecamtan Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi. PLTA Ubrug sendiri merupakan salah satu bangunan warisan dari penjajahan pada zaman Belanda, dibangun pada tahun 1923.

PLTA Ubrug Sukabumi (https://jurnalkerjaku.blogspot.com)

Pembangkit Listrik Tenaga Air Ubrug mempunyai jumlah pembangkit 3 buah dengan kapasitas 18 megawatt, yang hasil aliran listriknya dialirkan ke daerah-daerah di Pulau Jawa dan Bali. Tegangannya dimulai dari 20 kilovolt, 50 kilovolt, 100 kilovolt hingga 150 kilovolt.

Kota Rahasia

Puing-puing Kota Rahasia (https://news.detik.com)

Kota rahasia terletak di kawasan di Kampung Pojok, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

Dikutip dari Detik, di kampung seluas 10 hektare ini terdapat banyak puing sisa bangunan zaman penjajahan Jepang. Ada bekas pangkalan militer, pabrik senjata, pabrik kina (obat malaria), dan kolam renang. Berdasarkan informasi warga sekitar, kawasan ini dibangun pada 1940.

Puing-puing Kota Rahasia (https://news.detik.com)

Di kota rahasia karena tak sembarang orang bisa masuk, hanya tentara Jepang yang diizinkan masuk atau mereka yang menjadi Heiho dan mengabdi untuk Jepang.

Jepang memilih tempat itu sebagai ‘markas’ karena perbukitan di lokasi tersebut membentuk tapal kuda dan memudahkan pengintaian ketika ada penyerangan. Kawasan tersebut menghadap timur. Ketika matahari terbit, semua pasukan Jepang dan warga diminta membungkuk memberikan penghormatan.

Tempat itu diambil alih oleh tentara Indonesia pada 1946. Setelah itu, pasukan beranjak dengan berjalan kaki ke Yogyakarta untuk membersihkan sisa-sisa tentara yang masih bertahan di Yogya. Kota rahasia dihancurkan dan kini menjadi kenangan.

Museum  Palagan  Bojongkokosan

Museum  Palagan  Bojongkokosan (https://www.berkuliah.com)

Museum ini terletak di jalan Siliwangi no 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Didirikan untuk menghormati jasa para pejuang dalam melawan tentara Inggris dan sekutu. Pertempuran pertama terjadi pada tanggal 9 hingga 12 Desember 1945, korban yang ditimbulkan sedikit. Pertempuran ke II terjadi pada tanggal 10 hingga 14 Maret 1946, kali ini menimbulkan banyak korban dari kedua belah pihak. Peristiwa Bojongkokosan memicu terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api, 24 Maret 1946.

Spread the love

One thought on “Wisata Sejarah di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

Leave a Reply